• Majalah
  • Tabloid
Login / Daftar
Anak > Asian Geographic JUNIOR Indonesia > Edisi 07, Vol.2/2012
Cover Story

Asal Mula Waktu

Oleh Asian Geographic Junior Singapore / 7 Maret 2012 11:45:40 WIB

Tweet

Jam Matahari Kuno, di kota Cornwall, Inggris. Jam Matahari adalah alat penunjuk waktu pertama yang dikenal manusia.

Foto: Asian Geographic Junior Indonesia / Fotografer: Asian Geographic Junior Singapore

ASAL MULA WAKTU

Bagaimana perjalanan evolusi dan perkembangan alat penunjuk waktu? Sejarah penunjuk waktu dimulai pada saat manusia membutuhkan suatu alat pembagi waktu agar mereka bisa melakukan kebutuhannya yang lain di waktu yang berbeda. Dari sinilah benda yang disebut jam diciptakan untuk menandai waktu-waktu dalam satu hari.

Semua jam harus memiliki dua elemen penting. Pertama, sebuah proses pengulangan konstan untuk menunjukkan penambahan waktu yang setara, dan kedua adalah sebuah sarana untuk melacak dan menampilkan waktu.

JAM MATAHARI
Jam matahari adalah alat penunjuk waktu tertua di dunia. Jam ini membutuhkan rotasi dan pergerakan matahari, agar bisa mendapat cahaya. Bayangan yang dihasilkannya akan menunjukkan waktu yang tertera di permukaan piringan jam. Masyarakat Mesir yang pertama kali menggunakan jam matahari.

JAM AIR
Jam air termasuk satu dari penunjuk waktu pertama yang tidak tergantung dari pengamatan benda angkasa. Orang Yunani menyebutnya clepsydras, yaitu bejana batu dengan sisi yang miring agar air menetes dengan kecepatan yang hampir sama dari sebuah lubang kecil di bawah.

JAM KAKEK
Pada tahun 1656, Christian Huygens menciptakan jam pendulum yang pertama. Para pembuat jam di London sudah mengembangkan bentuk karakteristik yang memaksimalkan mekanisme baru itu, yaitu bentuk kotak penutup jam yang panjang, disebut juga dengan nama jam kakek.

JAM PASIR
Jam ini mengukur sejumlah waktu tertentu & bekerja dengan prinsip yang sama dengan jam air. Ketika dibalik,pasirnya akan jatuh dengan kecepatan konstan dari satu ruang kaca ke ruang kaca yang lain.

JAM SAKU: 1675 SETELAH MASEHI
Sembilan belas tahun setelah membuat model jam pendulum, Huygens menciptakan ‘spiral keseimbangan’ (pegas jam). Thomas Tompion, pembuat jam asal Inggris, menjadi orang pertama yang sukses menggunakan pegas di dalam jam saku.

Saat ini manusia sudah mengenal jam digital yang dapat menghitung hingga nano detik! Baca artikel lengkapnya di edisi 07 AGJI ya!
Tweet
1 Januari 2012
ARTIKEL DARI EDISI SEBELUMNYA
Serangga Yang Nyaris Punah
Waspada Nyamuk
Belajar tentang Serangga, Yuk!

Komentar Anda

ARTIKEL TERBARU
Pengharum Nama Bangsa
Happy 1st Anniversary, ASIAN GEOGRAPHIC JUNIOR INDONESIA
TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
Recommend on Google
Follow @myedisi
  • Direkomendasikan

  • Aktivitas Teman

Twitter Facebook Tumblr Blog Get Satisfaction Newsletter RSS Feed
Informasi Layanan Tanya Jawab Kontak Syarat & Ketentuan Kebijakan Privasi