Komputer & Internet > InfoKomputer > Edisi April 2012
Big Data Big Opportunity?
Oleh Richard Kumaradjaja / 4 April 2012 18:39:44 WIB
Big data adalah sekumpulan data (data set) yang besarnya jauh melebihi kemampuan database software tools pada umumnya untuk melakukan capture, menyimpan, mengelola, dan menganalisa.
Ilustrasi: www.sxc.hu / Ilustrator: www.sxc.hu/linuxgeek
Fenomena big data kian tak asing di telinga kita, terutama para pengelola infrastruktur TI di lingkungan korporasi. Lembaga riset seperti Gartner dan IDC pun mendaulat big data sebagai salah satu tren berpengaruh tahun ini.
Bagaimana kita dapat menggali potensi big data? Simak bagian pertama dari trilogi tentang big data yang dimulai dari edisi kali ini.
Big data adalah sekumpulan data (data set) yang besarnya jauh melebihi kemampuan database software tools pada umumnya untuk melakukan capture, menyimpan, mengelola, dan menganalisa.
Definisi tersebut memang terdengar subyektif dan sepertinya “mengambang” karena tidak secara spesifik menyatakan kriteria berapa besarnya data sets sehingga bisa dinyatakan sebagai big data.
Jadi, kita tidak mendefinisikan big data dalam konteks lebih besar dari sekian terabytes atau gigabytes, melainkan dari fakta bahwa dewasa ini data mengalir dari berbagai sumber seperti transaksi bisnis, internet browsing dan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.
Kehadiran data tersebut menyebabkan terjadi data explosion. Tentu saja, dengan terjadinya data explosion tersebut maka estimasi besarnya big data berkisar antara belasan terabytes sampai ribuan terabytes (petabytes).
Banyak orang yang melihat fenomena ini sebagai ancaman terhadap privacy mereka. Akan tetapi, sesungguhnya big data bisa mempunyai peran ekonomi yang sangat besar, secara komersial maupun perekonomian nasional dan negara.
Bagaimana kita dapat menggali potensi big data? Simak bagian pertama dari trilogi tentang big data yang dimulai dari edisi kali ini.
Big data adalah sekumpulan data (data set) yang besarnya jauh melebihi kemampuan database software tools pada umumnya untuk melakukan capture, menyimpan, mengelola, dan menganalisa.
Definisi tersebut memang terdengar subyektif dan sepertinya “mengambang” karena tidak secara spesifik menyatakan kriteria berapa besarnya data sets sehingga bisa dinyatakan sebagai big data.
Jadi, kita tidak mendefinisikan big data dalam konteks lebih besar dari sekian terabytes atau gigabytes, melainkan dari fakta bahwa dewasa ini data mengalir dari berbagai sumber seperti transaksi bisnis, internet browsing dan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.
Kehadiran data tersebut menyebabkan terjadi data explosion. Tentu saja, dengan terjadinya data explosion tersebut maka estimasi besarnya big data berkisar antara belasan terabytes sampai ribuan terabytes (petabytes).
Banyak orang yang melihat fenomena ini sebagai ancaman terhadap privacy mereka. Akan tetapi, sesungguhnya big data bisa mempunyai peran ekonomi yang sangat besar, secara komersial maupun perekonomian nasional dan negara.
Komentar Anda
TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
-
Direkomendasikan
-
Aktivitas Teman



Mengintip Windows 8 untuk Pengguna
Mencicipi Precise Pangolin
Kartini di Dunia TI Tanah Air






