• Majalah
  • Tabloid
Login / Daftar
Wisata, Alam & Liburan > Scuba Diver AustralAsia Indonesia > Edisi 4/2011 vol.2 no.4

DESTINATION NABIRE: Jinak-jinak Hiu Paus

Oleh Fransiska Anggraini / 6 September 2011 14:36:19 WIB

Tweet

Bertemu spesies ikan terbesar di dunia merupakan pengalaman batin yang takkan terlupakan sepanjang hidupnya.

Foto: Scuba Diver AustralAsia Indonesia / Fotografer: Ronny Rengkung

Di tempat-tempat lain di dunia, pertemuan dengan hiu paus ada musim-musimnya. Di Thailand, misalnya, kans besar untuk melihat hiu paus di Richelieu Rock dan Hin Daeng hanyalah antara Februari dan Mei. Begitu pun di Donsol, Filipina. Di Ningaloo Reef, Australia Barat, musim hiu paus berlangsung antara Maret dan Juli. Namun tidak begitu halnya dengan hiu paus di Nabire, Papua Barat. Hiu paus terus berkeliaran di sekitar bagan-bagan nelayan sepanjang tahun. Terlebih bila bulan mati, yaitu ketika konsentrasi plankton sedang tinggi-tingginya, inilah kesempatan emas untuk dapat melihat hewan raksasa ini dalam jumlah besar. Konon bisa terlihat hingga belasan ekor di satu tempat.

Jalan panjang
Makanya ketika diajak ke Nabire, tanpa berpikir dua kali saya langsung mengiyakan. Menuju Nabire dari Jakarta merupakan kisah epik tersendiri. Memang tersedia banyak pilihan penerbangan dari Jakarta menuju beberapa kota besar di Papua Barat. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, seorang kawan mengatakan bahwa ia pernah hingga lima kali ganti pesawat ketika menuju Nabire beberapa minggu sebelumnya. Karena keterbatasan waktu, saya memilih rute Jakarta – Biak via Makassar yang disambung dengan Biak - Nabire dengan pesawat kecil berkapasitas 12 orang.
Rute terpendek ini pun bukan berarti tanpa rintangan. Bila cuaca baik, tentu setelah mendarat di Biak di pagi buta dapat langsung terbang ke Nabire menjelang tengah hari, sehingga sebelum sore sudah tiba di Nabire. Walau penerbangan Biak - Nabire hanya memakan waktu 70 menit, namun bila cuaca buruk, pesawat terpaksa menunggu hingga cuaca membaik demi alasan keselamatan. Berhubung cuaca tidak pernah dapat diprediksi, maka alokasikan waktu agak fleksibel untuk menempuh perjalanan ke wilayah ini. Termasuk bila perlu bermalam di kota yang disinggahi.
Tweet
ARTIKEL LAIN DARI EDISI INI
MENJELAJAH YANG BELUM TERJELAJAH
THE MOVING PICTURE: DI BALIK SHIVER
DESTINATION MALAYSIA: 101 SITUS TERPENDAM DI SABAH
THROUGH THE LENS: RICKY RUSLI KURNIAWAN

Komentar Anda

TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
Recommend on Google
Follow @myedisi
  • Direkomendasikan

  • Aktivitas Teman

Twitter Facebook Tumblr Blog Get Satisfaction Newsletter RSS Feed
Informasi Layanan Tanya Jawab Kontak Syarat & Ketentuan Kebijakan Privasi