Wisata, Alam & Liburan > Scuba Diver AustralAsia Indonesia > Edisi 5/2010 (Vol.1 No.5)
THROUGH THE LENS: Berfantasi Dengan Mitos
Oleh Fransiska Anggraini / 16 November 2011 11:44:57 WIB
LOKASI I Tulamben, Bali MODEL I Hannah Fraser (www.hannahfraser.com) PENYELAM KESELAMATAN I Fandy Wijaya, Kirman. PENGAWAS PERALATAN I Okta PIRANTI I Nikon D300, housing Sea&Sea, lensa fish eye 10,5mm, dan sepasang strobe Sea&Sea YS 250 Pro
Foto: SDAAI / Fotografer: Cipto Aji Gunawan
Putri duyung merupakan sosok mitologi dalam banyak budaya yang digambarkan bersuara indah. Bila sudah mengeluarkan suara merdunya, manusia dan para dewa pun akan terpesona. Di masa lalu, putri duyung sering ditunding sebagai biang keladi kapal karam. Hal ini karena nyanyian indah mereka tak jarang membuat para kru kapal terpukau, sehingga mereka kehilangan konsentrasi dan kemudian membuat kapal kehilangan terkendali.
Namun, makhluk berbadan manusia dan berekor ikan ini lebih dari sekadar sebuah karakter dalam kisah mitologi atau kisah fantasi. Menurut Dorothy Dinnerstein dalam bukunya The Mermaid and the Minotaur, hibrid antara manusia dan hewan merupakan cerminan kesadaran yang telah dimiliki sejak zaman kuno tentang dualisme manusia, yaitu makhluk yang menyadari dirinya tak lebih dari binatang, namun pada saat yang sama juga menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari binatang. Putri duyung yang digambarkan hidup di air ini juga sekali lagi menegaskan ikatan tak terbantahkan antara manusia dengan laut.
Fotografer Cipto Aji Gunawan dan model Hannah Fraser mewujudkan impian masa kecil mereka tentang putri duyung yang hadir sebagai sosok wanita cantik berekor ikan dengan rambut panjang keemasan. Karya penuh imaginasi ini sekaligus ingin mengabadikan keindahan alam laut Indonesia yang menakjubkan. Inilah era di mana fotografi bawah air telah mencapai tahap yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.
Namun, makhluk berbadan manusia dan berekor ikan ini lebih dari sekadar sebuah karakter dalam kisah mitologi atau kisah fantasi. Menurut Dorothy Dinnerstein dalam bukunya The Mermaid and the Minotaur, hibrid antara manusia dan hewan merupakan cerminan kesadaran yang telah dimiliki sejak zaman kuno tentang dualisme manusia, yaitu makhluk yang menyadari dirinya tak lebih dari binatang, namun pada saat yang sama juga menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari binatang. Putri duyung yang digambarkan hidup di air ini juga sekali lagi menegaskan ikatan tak terbantahkan antara manusia dengan laut.
Fotografer Cipto Aji Gunawan dan model Hannah Fraser mewujudkan impian masa kecil mereka tentang putri duyung yang hadir sebagai sosok wanita cantik berekor ikan dengan rambut panjang keemasan. Karya penuh imaginasi ini sekaligus ingin mengabadikan keindahan alam laut Indonesia yang menakjubkan. Inilah era di mana fotografi bawah air telah mencapai tahap yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.
Komentar Anda
TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
-
Direkomendasikan
-
Aktivitas Teman



THROUGH THE LENS: Photo Competition 2010
DESTINATION: Tempat Sang Buaya Bersemayam
BEYOND JAKARTA: Di Kegelapan Pulau Seribu
INFOCUS: Dr. Macro and Mr. Wide






