• Majalah
  • Tabloid
Login / Daftar
Komputer & Internet > PCplus > Edisi 406

Arsanesia, Startup Game Karya Mahasiswa

Oleh Eka Shantika / 27 Februari 2012 16:50:05 WIB

Tweet

Temple Rush Prambanan adalah salah satu karya keren dari kelompok Arsanesia yang mengangkat budaya lokal sebagai kontennya.

Ilustrasi: PCplus / Ilustrator: Arsanesia

Hingga kini, Ihwan Adam Ardisasmita, Dea Renata Vania, Khairul Annas, M. Hazki Hariowibowo, dan M. Ikhsandana Siregar masih berstatus sebagai mahasiswa di jurusan Sistem dan Teknologi Informasi ITB. Beberapa sudah mencapai tingkat akhir, tapi ada pula yang masih di tingkat tiga.

Kisah perusahaan mereka, Arsanesia, bermula ketika mereka mengambil mata kuliah Pengembangan Aplikasi Mobile. Dari sana, mereka yang memang sama-sama memiliki passion terhadap dunia TI
dan senang main game, terpikir untuk mengembangkan game sendiri.
Sejak 2010, mereka sudah membuat game sendiri, meski sekadar
untuk menambah uang saku.

Tapi Bandung Venture Night yang akan diadakan di kampus memaksa mereka membuat rapat dadakan, sebab mereka mesti
menyusun business plan untuk pitching di sana. Mereka pun kemudian sepakat membentuk startup Arsanesia pada 2 April 2011. Sejak itu, mereka berhasil memenangkan berbagai kompetisi, di antaranya Tap That App Competition yang digelar Nokia di tahun 2010 dan juga 2011, serta Best Idea pada StudentsxCEOsSummit 2011.

Pitching mereka di acara tersebut ternyata mendapat sambutan
yang positif. Ini membuat mereka makin bersemangat untuk terus berkarya. Berkat game pertama mereka, Gamelan Player, Arsanesia
bahkan sempat dikirim Nokia ke CommunicAsia 2011 di Singapura
sebagai salah satu perwakilan Indonesia karena telah memenangkan
kompetisi Tap That App Competition 2011. CommunicAsia merupakan
salah satu acara pameran dan konferensi informasi, komunikasi, dan
teknologi terbesar di Asia.

Hingga saat ini, startup mereka masih berjalan tanpa sokongan investor. Meski demikian, bukan berarti mereka terus mati. Arsanesia
tetap produktif di sela-sela perkuliahan. Sebab, bagi mereka, membuat
game itu pada dasarnya memang tidak membutuhkan biaya yang
besar, jadi masih bisa di-cover dari kantong sendiri. Selain itu, dukungan marketing dan development tool dari Nokia juga sangat membantu. Hal ini mereka buktikan lewat Rush Temple Prambanan,
game terbaru mereka...
Tweet
28 Februari 2012
ARTIKEL LAIN DARI EDISI INI
Membuat Game Image Matching di J2ME
Membuat Game Kartu Pakai Qt Creator
Mencipta Game Sederhana Pakai UDK
LenteraID, Memecah Kebisuan Penyintas Kekerasan Seksual

Komentar Anda

ARTIKEL TERBARU
Merias dengan Kosmetik Digital
Touch Screen Semakin Mewabah
Photoshop Touch: Percantik Foto dengan Sentuhan
Microsoft User Group Indonesia, Komunitasnya Penggila Microsoft
Cara Bikin BB Jauh dari Masalah
TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
Recommend on Google
Follow @myedisi
  • Direkomendasikan

  • Aktivitas Teman

Twitter Facebook Tumblr Blog Get Satisfaction Newsletter RSS Feed
Informasi Layanan Tanya Jawab Kontak Syarat & Ketentuan Kebijakan Privasi