Komputer & Internet > PCplus > Edisi 407
Pindai & Uji Keamanan Ponsel Android
Oleh Budi Susanto / 15 Maret 2012 17:31:33 WIB
Dari semua fasilitas di software ini, hanya Attack, Cracking (dengan Small Dictionary), DoS, Scan Port, dan Connect to Port yang dapat digunakan secara gratis.
Ilustrasi: Tabloid PCplus / Ilustrator: Budi Santoso
Kamu yang tertarik memindai jaringan nirkabel (wireless) sekaligus menguji keamanan dari komputer/ponsel yang ada dalam satu jaringan wireless, cukup menggunakan smartphone dengan sistem operasi Android. Tak perlu keahlian khusus, kok. Sebab ada aplikasi cerdas bernama Anti (Android Network Toolkit) yang siap membantumu.
Ada dua alternatif pemasangan aplikasi Anti versi gratis. Versi pertama adalah AntiLite dari Android Market (scan QRCode yang ada di halaman ini) dan yang kedua adalah mengunduh file Anti.apk dari website http://zimperium.com/anti.html.
Untuk memasang file Anti.apk, pastikan properti Unknown Sources pada Settings > Application Settings sudah diberi tanda cek. Selanjutnya, hubungkan ponsel Android-mu ke komputer sebagai disk drive sehingga dapat terbaca (mount) komputer. Duplikasi file Anti.apk ke SD card ponsel. Setelah selesai, jalankan aplikasi file explorer (misalnya ES File Explorer) di ponsel Android. Dari aplikasi File Explorer tersebut, buka file Anti.apk untuk pemasangannya. Pembahasan di artikel ini didasarkan pada aplikasi Anti Free yang memberikan fasilitas lebih dibandingkan versi AntiLite.
Berikutnya, ikuti langkah berikut.
Tampilan awal dari Anti sesaat setelah dijalankan adalah form konfirmasi yang meminta kita untuk memberi tanda cek jika kamu menerima “terms and conditions”-nya. Dengan menyetujuinya, kamu dapat lanjut memanfaatkan layanan gratisnya dengan memilih tombol Login.
Kamu akan diminta memilih alamat e-mail yang digunakan sebagai identitas setiap permintaan dari aplikasi Anti ke layanan http://zimperium.com.
Sampai di sini, jika memasang Anti versi Free, kamu akan diberi beberapa informasi terkait aplikasi ini. Klik soft button Back di ponselmu untuk mengabaikan informasi ini dan lanjut ke tawaran dari Anti untuk melakukan “intrusive scanning” atau tidak. Intrusive scanning merupakan salah satu teknik pemindaian kerentanan dari peranti yang terhubung dalam jaringan untuk ...
Ada dua alternatif pemasangan aplikasi Anti versi gratis. Versi pertama adalah AntiLite dari Android Market (scan QRCode yang ada di halaman ini) dan yang kedua adalah mengunduh file Anti.apk dari website http://zimperium.com/anti.html.
Untuk memasang file Anti.apk, pastikan properti Unknown Sources pada Settings > Application Settings sudah diberi tanda cek. Selanjutnya, hubungkan ponsel Android-mu ke komputer sebagai disk drive sehingga dapat terbaca (mount) komputer. Duplikasi file Anti.apk ke SD card ponsel. Setelah selesai, jalankan aplikasi file explorer (misalnya ES File Explorer) di ponsel Android. Dari aplikasi File Explorer tersebut, buka file Anti.apk untuk pemasangannya. Pembahasan di artikel ini didasarkan pada aplikasi Anti Free yang memberikan fasilitas lebih dibandingkan versi AntiLite.
Berikutnya, ikuti langkah berikut.
Tampilan awal dari Anti sesaat setelah dijalankan adalah form konfirmasi yang meminta kita untuk memberi tanda cek jika kamu menerima “terms and conditions”-nya. Dengan menyetujuinya, kamu dapat lanjut memanfaatkan layanan gratisnya dengan memilih tombol Login.
Kamu akan diminta memilih alamat e-mail yang digunakan sebagai identitas setiap permintaan dari aplikasi Anti ke layanan http://zimperium.com.
Sampai di sini, jika memasang Anti versi Free, kamu akan diberi beberapa informasi terkait aplikasi ini. Klik soft button Back di ponselmu untuk mengabaikan informasi ini dan lanjut ke tawaran dari Anti untuk melakukan “intrusive scanning” atau tidak. Intrusive scanning merupakan salah satu teknik pemindaian kerentanan dari peranti yang terhubung dalam jaringan untuk ...
ARTIKEL LAIN DARI EDISI INI
Komentar Anda
TERHUBUNG DENGAN MYEDISI
-
Direkomendasikan
-
Aktivitas Teman



Membobol WEP dalam 5 Langkah
Mengamankan Access point
Menjajal Hackintosh
Juny “Acong” Maimun, Dari Hacker ke Indowebster






