Antisipasi penyakit kala musim hujan mendatang

Majalah Agrina - Edisi 284
21 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 284

Selain vaksinasi yang tepat dan biosekuriti ketat, sanitasi dan keberadaan air bersih di kandang perlu diperhatikan. Tujuannya agar performa ayam tetap optimal saat musim hujan. / Foto : Agrina

Agrina
Curah hujan yang tinggi selama musim hujan meningkatkan kelembapan di dalam kandang unggas. Kondisi seperti ini memudahkan timbulnya penyakit pernapasan pada unggas. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB, I Wayan Teguh Wibawan, musim hujan turut menimbulkan potensi tumbuhnya jamur atau cendawan.

Contoh yang paling sering ditemukan adalah Aspergillus yang menghasilkan racun aflatoksin. Aflatoksin ini dapat menyebabkan kekebalan tubuh ayam pun menurun. Beberapa penyakit pernapasan yang biasa terjadi selama musim penghujan antara lain Newcastle Disease (ND) alias tetelo, Chronic Respiratory Disease (CRD), Coryza, dan Infectious Bronchitis (IB).

Kasus penyakit tidak hanya terjadi akibat agen infeksius, tetapi bisa juga dari yang noninfeksius. Menurut Wayan, adanya amonia dan kandang yang lembap dapat mengiritasi saluran pernapasan. “Sel-sel saluran pernapasan terbuka dan agen penyakit lebih mudah masuk ke dalam tubuh unggas,” terang profesor bakteriologi dan imunologi ini saat dijumpai AGRINA di IPB, Bogor (19/1).

NLP Indi Dharmayanti, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLivet) Bogor, sependapat dengan Wayan, CRD terbilang penyakit yang marak sewaktu musim penghujan. Dari kalangan praktisi peternakan, H.Dudung Rahmat, peternak asal Bogor, Jabar, juga mengamini, penyakit yang sering disebut ngorok tersebut memang acap kali ditemukan di peternakan broiler saat curah hujan melimpah.

CRD yang disebabkan bakteri Mycoplasma gallisepticum menular pada suhu lingkungan rendah, kelembapan tinggi, dan kurangnya ventilasi, serta terlalu padatnya lingkungan ternak. Doktor lulusan Justus Liebig Universitat, Jerman, tersebut, menambahkan, CRD sering ditemukan bersamaan dengan penyakit lain, seperti bakteri E. coli, membentuk CRD kompleks. CRD bisa menyerang ayam pedaging dan petelur.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI