Manajemen tambak, kunci sukses budidaya si bongkok

Majalah Agrina - Edisi 284
21 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 284

Budidaya udang terus mengalami perubahan seiring makin majunya teknologi. Cara meramu resep sederhana dan aplikatif agar mudah dijalankan pembudidaya penting disosialisasikan. / Foto : SYAFNIJAL DS

Agrina
Wayan Agus Edhy dari PT Hero Multi Sentosa, penyedia sarana tambak, mengatakan, keberhasilan budidaya udang dipengaruhi banyak faktor. “Mulai dari pemilihan lokasi yang cocok untuk pertambakan, dukungan finansial, sumber daya manusia (SDM), dan manajemen,” ujarnya pada seminar nasional “Budidaya Udang Berkelanjutan: Prospek dan Tantangannya” yang digelar Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Korda Lampung di Bandarlampung beberapa waktu lalu.

Yang paling utama, lanjutnya, adalah SDM. SDM yang terlibat dalam budidaya udang harus dibekali pengetahuan akuakultur dan manajemen sehingga mudah memahami proses bisnis akuakultur. Proses bisnis akuakultur ini dimulai dari persiapan tambak, penebaran benur, manajemen kualitas air, manajemen pakan, manajemen kesehatan udang, dan panen.

Persiapan hingga Panen Agus menjelaskan, pada tahap persiapan tambak pembudidaya harus melakukan pemeriksaan konstruksi tambak, pembersihan dasar tambak dan instalasi, perlengkapan tambak, pengeringan dasar tambak, pemberian kapur, pengisian dan sterilisasi air, serta penumbuhan plankton. Pada tahap penebaran benur, sebelum ditebar, benur harus diperiksa kualitasnya, baru ditebar dengan kepadatan yang disesuaikan daya dukung kolam dan sarana budidaya.

Selanjutnya pada tahap pembesaran udang, aktivitas pengelolaan yang menjadi pekerjaan utama meliputi manajemen air, pakan, sampling, dasar tambak, dan penyakit. “Jika pada tahapan mengelola pembesaran terjadi mismanagement, yang muncul adalah infeksi yang berujung penyakit dan kegagalan budidaya,” tutur Agus.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI