Paradigma baru pengendalian penyakit

Majalah Agrina - Edisi 280
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 280

Budi daya kakap putih di Indonesia juga dilakukan di tambak. / Foto : Indah Retno Palupi

Agrina
Industri perikanan terus berkembang. Namun, ada saja halangan dan rintangan untuk mencapai hasil panen maksimal. Salah satunya karena penyakit. Penyakit pada ikan masih menyedot perhatian pembudidaya. Begitu pula Industri perikanan laut yang tak luput dari isu penyakit. Berbagai cara dilakukan demi mendapat ikan yang sehat dan panen maksimal.

Alain Michel, konsultan akuakultur asal Perancis mengatakan, “Industri akuakultur yang sudah memanfaatkan teknologi pun masih gagal karena belum bisa mengendalikan bibit penyakit (patogen),” ujarnya pada acara The Aquaculture Roundtable Series (TARS) 2017 di Conrad Hotel, Bali (17/8). Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Kendalikan. Dalam mengendalikan patogen, Michel menyampaikan paradigma baru, yaitu manajemen berkelanjutan dengan pathosystem. “Jangan coba bunuh bakteri atau virusnya. Cukup dengan mempelajari cara hidup dan mengontrolnya,” jelas Magister Oseanografi dari Jussie University, Paris, Perancis itu.

Dia berpendapat, para pembudidaya bisa mempertahankan populasi bakteri patogen pada level yang paling rendah dalam lingkungan budidaya. Tujuannya untuk merangsang ikan membentuk kekebalan alami seperti halnya vaksinasi yang akan memberi perlindungan terbaik pada ikan budidaya.

Karena itu pembudidaya perlu mempelajari dan mengenali patogen agar bisa mengetahui kekhasan penyakit, waktu-waktu penyakit menyerang, dan dinamika kematian. Selain itu juga bisa mengetahui sinergi antarpatogen dan gejala-gejala saat penyakit menyerang.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI