Rahasia mengendalikan si kerdil dan si vektor

Majalah Agrina - Edisi 278
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 278

Wereng si vektor virus kerdil hampa, kerdil rumput, dan tungro. / Foto : Windi Listianingsih

Agrina
Hasil pengamatan Klinik Tanaman IPB, Bogor, Jabar, lahan padi sepanjang Pandeglang, Banten hingga Banyuwangi, Jatim positif terserang wereng batang cokelat (WBC) dan terinfeksi virus kerdil rumput serta kerdil hampa. Virus yang beken disebut klowor dan mejen ini juga menyentuh padi di wilayah Lampung, Sumatera, hingga Kalimantan Utara.

Hal ini dibenarkan Surnoto, petani di Desa Citrajaya, Kec. Binong, Subang, Jabar. Tanaman padinya memunculkan tanda-tanda terinfeksi mejen pada umur 15, 30, dan 40 hari setelah tanam (HST), khususnya selepas pemupukan.

“Klowor dan mejen belum diketemukan penanganannya sampai sekarang,” kata Noto, sapaannya pada seminar bertajuk “Tiga Faktor Meningkatkan Produktivitas Padi: Nutrisi, Varietas, serta Pengendalian Hama dan Penyakit,” Kamis (20/7).

Bahkan, pengalaman H. Addin, tanaman padi di Cirebon barat yang menggunakan benih dari Subang, hampir semua terinfeksi klowor. “Benih dari Jatim ternyata tidak terkena virus klowor,” ungkap petani dari Cirebon, Jabar itu. Klowor bisa menyebabkan gagal panen hingga 80%.

Menilik maraknya fenomena tersebut, Agus Suryanto, Senior Crop Manager PT Bina Guna Kimia memperkirakan, produksi padi di Jabar bisa anjlok 50% karena intensitas serangan yang masif dan merata. Sedangkan produksi padi nasional kemungkinan jatuh sekitar 10%-15% dari capaian tahun lalu.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI