Fintech memudahkan akses pembiayaan

Majalah Agrina - Edisi 279
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 279

Melalui teknologi e-commerce, petani di pelosok desa lebih mudah memperoleh akses permodalan usaha.

Agrina
Selain akses pasar, permodalan menjadi kendala petani untuk mengembangkan usahanya. Lembaga pembiayaan konvensional hingga saat ini belum mampu mengatasi kesulitan utama petani itu lantaran kakunya syarat pembiayaan yang diajukan. Namun kini petani bisa bernapas lega dengan munculnya lembaga pembiayaan berbasis teknologi informasi digital.

E-commerce pembiayaan ini perlahan berhasil memberikan akses permodalan buat petani. TaniFund adalah Pamitra Wineka, Ivan Arie Sustiawan, dan William Setiawan, tiga pemuda yang sukses memenuhi kebutuhan permodalan petani menggunakan TaniFund. Pamitra Wineka yang akrab disapa Eka menjelaskan, awalnya mereka lebih dulu mendirikan startup e-commerce TaniHub pada Januari 2016 untuk membantu petani menjual hasil panen.

Ternyata, petani juga kesulitan mengakses modal. Karena itu setahun kemudian mereka mendirikan TaniFund sebagai perusahaan pinjam-meminjam berbasis digital (crowd lending) yang mempertemukan pemilik usaha pertanian, peternakan, dan perikanan dengan pemilik modal.

“Kami menggunakan inovasi terkini, fintech (financial technologi) crowdlending, sebagai platform yang menjembatani petani dan pemilik modal. Kami bukan saingan incumbent atau saingan untuk program pembiayaan pemerintah. Kami mau bersinergi dengan semua pihak.

Dengan ini perbankan menjadi lebih percaya diri menyalurkan kredit untuk petani. Dengan bersinergi, semua pihak bisa sama-sama sejahtera,” ujar Chairman & Co-Founder PT Tani Fund Madani Indonesia itu pada peluncuran TaniFund di Jakarta beberapa waktu lalu.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI