Mencari solusi bila AGP diganti

Majalah Agrina - Edisi 275
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 275

Antibiotik digunakan sebagai obat dan pemicu pertumbuhan. / Foto : Dok. Agrina

Agrina
Wacana pelarangan penggunaan AGP akan diberlakukan Januari tahun depan. Siapkah penggantinya? Penggunaan obat-obatan dalam pe - ternakan hampir tidak bisa dihindarkan, salah satunya antibiotik. Selain untuk pengobatan penyakit, antibiotik juga berperan sebagai growth promoter (pemacu pertumbuhan) pada unggas.

Namun, penggunaan antibiotik secara terus-menerus dikhawatirkan menimbulkan resistensi terhadap mikroflora dalam tubuh unggas. Perlu Pengawasan. Arnold P. Sinurat mengungkap, peternak menggunakan antibiotic growth promo - ters (AGP) karena dinilai bermanfaat dan menguntungkan.

Antibiotik ini ditambahkan dalam pakan sebagai imbuhan. Peneliti Balai Penelitian Ternak (BPT), Kementerian Pertanian, itu menilai, imbuhan pakan dimanfaatkan untuk menaikkan produktivitas, efisiensi pakan, dan ujung-ujungnya untuk menekan biaya produksi.

Imbuhan pakan yang baik, tambahnya, harus efektif, efisien, serta aman buat ternak dan konsumen sekaligus lingkungan. Arif Karyadi Uswandi membeberkan, yang salah dalam penggunaan AGP selama ini adalah tidak adanya pengawasan.

Tanpa pengawasan, pemberian AGP ber lebih akan menyebabkan deposit tidak terkontrol di dalam tubuh unggas sehingga penggunaan antibiotik perlu pengawasan. Selain sebagai obat pelindung, AGP digunakan peternak untuk mengejar bobot lebih tinggi demi meraup margin yang lebih besar. Kejadian ini, menurut Arif, hampir sama seperti petani yang salah pengertian dalam menggunakan pupuk.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI