Pekerja langka, Agridrone siap bekerja

Majalah Agrina - Edisi 274
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 274

Demo agridrone melakukan penyemprotan di persawahan.

Agrina
PT Agri Inovasi Dirgantara tawarkan Agridrone untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja, kesulitan aplikasi oleh manusia, dan akurasi hasil aplikasi. Sudah saatnya pesawat udara nir awak (PUNA) sebagai asisten pertanian modern. Sejak 1969, PT Agricon Indonesia ber kecimpung di bidang sarana produksi pertanian seperti pestisida dan pupuk cair.

Kini melalui anak perusahaannya, PT Agri Inovasi Dirgan tara, mengembangkan alat untuk meng aplikasikan pestisida dan pupuk cair. Selain untuk penyemprotan, Agri drone dapat juga digunakan untuk pe metaan lahan, mendeteksi kesehatan tanaman, hingga pemantauan untuk panen.

Salah satu sebab berkembang nya penggunaan Agridrone untuk meng atasimasalah kelangkaan tenaga kerja pertanian. “Pelang gan kami di sektor perkebunan dan kehutanan mengeluhkan susahnya cari tenaga kerja,” kata Andy Gumala, Direktur Utama PT Agri Inovasi Dirgantara.

Selain itu, Andy mencontohkan kesulitan pekerjaan manusia di perkebunan tebu. Untuk meningkatkan rendemen, diperlukan aplikasi sugarcane ripener atau pemicu pematangan tebu dengan penyemprotan glifosat secara tepat dan benar. Namun, menyemprot di tengah tanaman tebu yang tinggi sangatlah sulit dilakukan oleh tenaga kerja manusia.

Di samping itu, tanaman tebu yang tinggi juga mempersulit peng awasan terhadap aplikator yang berada di bawah tajuk tanaman. Agridrone Jadi Asisten Modern. “Kita sudah melakukan serangkaian demo di perkebunan tebu, sawit, hutan tanaman industri (HTI), lapangan golf, dan tanaman pangan.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI