Mangga situbondo jajal pasar daring

Majalah Agrina - Edisi 282
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 282

Saat musim panen, petani selalu kebagian harga murah. Solusinya, petani langsung jual ke konsumen tanpa lewat tengkulak.

Agrina
Fenomena harga murah komoditas pertanian saat musim panen memang selalu terjadi. Apalagi, kalau hasil panen petani dibeli oleh tengkulak. Harganya cenderung jauh dari harga jual ke konsumen. Pembina petani mangga asal Probo linggo, Jatim, Mas Muhlisinalahuddin, mengaku prihatin dengan murahnya harga mangga Arumanis petani yang dibeli tengkulak.

“Petani dikasih harga Rp5.000-Rp6.000/kg, sedangkan konsumen beli biasanya Rp10 ribu-Rp15 ribu/kg. Itu kan lumayan selisihnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Mus itu saat dihubungi AGRINA (29/11).

Pasar Daring. Masyarakat perkotaan merupakan pangsa pasar terbesar karena tingkat konsumsinya tinggi. Untuk menjangkau masyarakat perkotaan sekarang bisa melalui toko daring (dalam jaringan atau online). Banyak dari mereka yang telah memanfaatkan layanan daring untuk mendapatkan barang dan jasa.

Melihat fenomena ini, sudah seharusnya petani ikut memanfaatkan fasilitas yang mempermudah transaksi jual beli tersebut. Gus Mus pun melihat ini sebagai kesempatan yang bagus bagi para petani. “Saya coba menyambungkan petani dengan pembeli langsung. Salah satu caranya, saya ajak petani kerja sama dengan TaniHub,” jelasnya.

TaniHub merupakan wahana daring yang khusus memperjualbelikan komo ditas pertanian. Tugasnya, menghubung kan langsung petani dengan konsumen akhir. TaniHub dapat diakses langsung melalui situsnya. Di samping itu, TaniHub juga sudah bekerja sama dengan toko daring seperti tokopedia, lazada, dan gojek.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI