Mau produksi terjaga? Aplikasikan teknologi!

Majalah Agrina - Edisi 282
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 282

Perubahan iklim yang tak menentu, lahan pertanian yang kian menyempit, serta kendala lain yang menghampiri sektor pertanian. / Foto : PENI SARI PALUPI

Agrina
Situasi pertanian dan pangan di wilayah Asia Tenggara tengah menemui bermacam kendala. Di antaranya, rasio kehilangan lahan yang beralih fungsi menjadi lahan nonpertanian, persaingan dalam pemanfaatan ketersediaan air, serta kurang tertariknya generasi muda untuk berkecimpung di bidang pertanian.

Selain itu, Senior Advisor Centre for NonTraditional Security (NTS) Studies, S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, Prof. Paul PS Teng mengungkapkan, ketahanan dan keamanan pangan di banyak negara ASEAN juga masih kurang optimal. Ini yang menyebabkan kebergantungan terhadap impor dalam memenuhi kebutuhan pakan dan pangan.

Untuk itu, “Peran teknologi dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian dan pangan adalah hal yang sangat penting. Terutama untuk membantu petani dalam menjaga produksi, sekaligus menarik generasi muda untuk bertani,” terangnya dalam diskusi Plant Science Primer yang diinisiasi oleh CropLife Asia di Manila, Filipina, Selasa (14/11).

Tantangan Dalam Keberlanjutan. Keberlanjutan (sustaina - bility) di sektor pertanian merupakan hal yang sering dikampanyekan. Kendati begitu, keberlanjutan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Menurut Paul Teng, makna pertanian keberlanjutan adalah memaksimalkan produksi pertanian dengan tetap memperhatikan lingkungan. Poin penting dari keberlanjutan adalah dapat memenuhi kebu tuhan pangan saat ini tanpa mengesampingkan kebutuhan generasi berikutnya.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI