Menyambut cerahnya agribisnis

Majalah Agrina - Edisi 283
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 283

Tahun baru 2018 sudah kita masuki pertengahan bulan pertama. Rebut peluang yang kian terbentang. / Foto : Agrina

Agrina
Tahun baru 2018 sudah kita masuki pertengahan bulan pertama. Rebut peluang yang kian terbentang. Mengawali pandangannya tentang prospek agribisnis 2018, Prof. Bungaran Saragih mengungkap membaiknya perekonomian dunia yang mengalami resesi sejak 2008-2009. Tanda-tanda positif itu telah muncul di mana-mana. Tiga ekonomi besar dunia seperti China, Amerika Serikat, dan India menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik.

Sementara di dalam negeri, dua gelaran besar yakni pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan Asian Games akan berlangsung tahun ini. Dua-duanya akan mendatangkan permintaan produk-produk pertanian dalam arti luas. Sektor pertanian kita juga tengah digeber habis-habisan oleh pemerintah dengan anggaran yang masih sangat besar, Rp22,6 triliun.

Ini hanya untuk kenaikan produk pangan. Tentu saja belanja pemerintah ini akan mendorong pertumbuhan produksi dan permintaan. Contoh yang paling terlihat adalah berbagai benih tanaman dan bibit ternak akan banyak diminta untuk memberikan bantuan kepada petani dan peternak. Demikian pula alat dan mesin pertanian masih digelontorkan untuk mendongkrak produktivitas.

Karena itu, Bungaran berhipotesis, pertanian dan pangan pada 2018 akan bergerak ke arah positif. Namun pelaku usaha harus tetap berhati-hati karena faktor tak terduga dari internasional dan perubahan iklim sedang berlangsung.

Sementara Arief Daryanto, Direktur Sekolah Bisnis IPB berpendapat, dari sisi permintaan secara ekonomi makro sektor pertanian masih akan tumbuh dengan sangat baik karena mau tidak mau orang masih butuh makan. Perekonomian nasional akan tumbuh 5,2%-5,4%. Jadi, menurutnya, agribisnis tetap akan tumbuh dan berkembang.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI