Kentang, gelita pembenih muda di Dieng

Majalah Agrina - Edisi 277
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 277

Sekitar 60% kebutuhan benih kentang di kawasan Dieng, Jawa Tengah, dipasok dari luar daerah. Ini memicu kreativitas anak muda untuk memproduksi benih sendiri. / Foto : Isman

Agrina
Kawasan dataran tinggi Dieng yang terhampar di dua kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara kondang sebagai destinasi wisata pegunungan. Selain itu, daerah berketinggian 1.500 – 2.000 m di atas permukaan laut (dpl) ini juga salah sentra produksi utama kentang di Jawa Tengah. Untuk satu musim tanam kentang, para petani di sana membutuhkan sekitar 6.000 ton benih.

Sayang, 60%-nya harus didatangkan dari luar daerah. Anggap saja harga benih Rp20 ribu per kg, maka ada potensi Rp72 miliar yang terbang dari Dieng. Kondisi tersebut memantik keprihatinan dan kepedulian Adhi Nurcholis, M.Sc. Lajang alumnus Fakultas Biologi, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo ini bertekad mewujudkan Dieng mampu mencukupi kebutuhan benih kentangnya sendiri alias swasembada.

Tahun ini pemuda 26 tahun yang menyelesaikan pendidikan pascasarjana UGM dengan minat kultur jaringan tersebut membeli rumah sederhana yang berdempetan dengan lahan kentang di Kejajar, Wonosobo. Di dalam rumah tersebut Adhi membangun laboratorium mini untuk mengeksplorasi varietas-varietas kentang lokal yang hidup di dataran tinggi Dieng.

Ia sadar, perjalanan untuk meraih impiannya masih begitu panjang dan akan banyak menguras dana, tenaga, serta pikiran. Apa lagi riset-risetnya harus dibiayai se - cara mandiri. Namun, di tengah semua ke terbatasan sarana dan prasarana itu perjalanan tetap harus dimulai. “Mumpung saya masih muda,” tekadnya saat AGRINA menyambangi laboratorium produksinya di Gataksari RT 03/02 Desa Serang, Kec, Kejajar, Wonosobo.

Adhi memilih tinggal di tengah petani dan mengadu nasib bersama mereka. Enggan melirik profesi menjadi pegawai negeri sipil atau pekerjaan kantoran lain - nya sebagaimana disarankan orang tuanya. “Tapi orang tua saya sudah rela dan membantu saya,” tegasnya.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI