Padi Terancam, jangan Lengah!

Majalah Agrina - Edisi 273
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 273

Musim masih tidak jelas, hama dan penyakit terus mengancam tanaman padi.

Agrina
Cuaca memang sangat mempengaruhi kehadiran hama dan penyakit tanaman padi. Sederet organisme pengganggu tumbuhan (OPT) ternama datang silih berganti di berbagai daerah. Sebut saja wereng yang masih saja jadi lima besar OPT hampir setiap tahun. Belum lagi tikus yang masih merajai puncak hama sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

Datang pula “pencuri” padi lain, yaitu penyakit blas yang juga merajalela sepanjang 2016 hingga saat ini. Begitulah sekilas gambaran serangan OPT yang dipaparkan Budi Widodo, Technical & Marketing Manager PT Agricon Indonesia setahun belakangan. “Serangan wereng diperkirakan makin parah karena kondisi sangat mendukung. Musim hujan tapi ada panas, populasi cepat berkembang.

Apalagi sekarang memasuki generasi ketiga sehingga berpeluang outbreak yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen 75%,” prediksi Budi pertengahan Februari silam. Saat ini, sambung dia, serangan hama bernama ilmiah Nilaparvata lugens tersebut tersebar hampir merata di seluruh sentra produksi padi seperti pantai utara Jawa.

Menanggapi ancaman tersebut, alumnus IPB Jurusan Budidaya Pertanian ini menganjurkan petani untuk mengambil tindakan perlindungan. Langkah pertama, lanjut Budi, bisa dengan kultur teknis. Petani sebaiknya memperhatikan takaran pemupukan secara berimbang, memilih varietas yang tahan wereng, tindakan terakhir pengendalian menggunakan kimia.

Untuk mengatasi serangan wereng, Agricon memiliki insektisida Tenchu 20 SG yang bekerja sangat cepat tanpa membunuh musuh alami. Insektisida berbahan aktif dinetofuran ini berspektrum luas, bekerja sebagai racun kontak dan racun lambung. Bentuknya butiran (granul) tetapi cepat larut dalam air.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI