Budidaya tepat agar produktivitas meningkat

Majalah Agrina - Edisi 285
12 Maret 2018

Majalah Agrina - Edisi 285

Dalam meningkatkan produktivitas, selain menjaga kesehatan tanah, pemilihan dan imunisasi benih perlu diperhatikan.

Agrina
Rerata produktivitas jagung di Indonesia hanya mencapai 4,1 ton pipilan kering/ha. Masih lebih rendah ketimbang negara tetangga, Thailand sebesar 4,3 ton/ha dan Vietnam 4,4 ton/ha. Padahal dinilai dari sumber daya alam dan teknologi, Indonesia memiliki potensi untuk mencukupi kebutuhan industri pakan ternak dan lainnya serta berswasembada.

Peluang untuk ekstensifikasi lahan di daerah-daerah sentra seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur memang sudah tidak mungkin lagi untuk diadakan. Namun, menurut Sutriono, “Banyak daerah dengan lahan marjinal yang masih bisa diberdayakan.” Berbicara tentang produktivitas, Field Crop Manager PT Bina Guna Kimia (FMC) tersebut mengungkapkan, faktor teknik budidaya yang dipraktikkan petani berandil besar dalam meningkatkannya.

Petani tidak bisa mengubah harga yang tercipta di pasar, tetapi mereka masih bisa mendongkrak pendapatan melalui pening katan hasil panen. “Dengan produktivitas per hektar yang naik, keuntungan mereka ‘kan juga bertambah,” tandas pria yang akrab disapa Tri ini kepada AGRINA. Sehatkan tanah lebih dulu Supaya produksi “emas pipilan” ini meningkat, sistem budidaya harus lebih baik. Mulai dari menjaga kesehatan tanah, pemilihan benih unggul dan perlakuan benih.

Selama bercocok tanam, pernahkah terpikir untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah atau mungkin mengembalikan kesuburan tanah? Jangan-jangan sering terlupakan bahwa tanah juga membutuhkan asupan bahan organik. Tri yang alumnus Jurusan Budidaya Pertanian, Faperta Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, tanah harus disehatkan agar unsur hara tetap tersedia.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI