MCP Modern, peternak semangat “nyetor”

Majalah Agrina - Edisi 285
12 Maret 2018

Majalah Agrina - Edisi 285

Beroperasinya fasilitas titik pengumpulan susu modern dengan sistem digital otomatis memantik semangat peternak untuk terus berproduksi.

Agrina
Selama ini peternak sapi perah mendapatkan harga susu segar berdasarkan kualitas rata-rata kelompok. Peternak dengan produksi susu berkualitas baik dan kurang baik memperoleh harga yang sama. Kini dengan adanya tempat pengumpulan susu (Milk Collection Point- MCP) modern, harga susu peternak tergantung hasil kerjanya sendiri. Makin bagus, harga makin tinggi sehingga pendapatannya pun makin banyak.

AGRINA berkesempatan melihat operasional MCP modern di salah satu area kerja Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung. Di tiga wilayah area kerja KPBS Pangalengan, yaitu Pangalengan, Pacet, dan Kertasari terdapat 33 MCP. Delapan di antaranya diperbarui menjadi lima MCP modern.

“Mudah-mudahan dengan penerapan teknologi baru, peternak jadi lebih mengerti dan berusaha supaya kualitas susu lebih bagus,” ujar Muhamad Nasrun, Ketua II KPBS Pangalengan pada pembukaan acara Peninjauan MCP Warnasari dan Citere di Pangalengan, Bandung Selatan (25/1).

Investasi MCP. KPBS Pangalengan bermitra dengan perusahaan susu asal Belanda menyediakan MCP dengan sistem digital otomatis pertama di Indonesia. Ada tiga MCP kecil dan dua MCP besar. Di MCP kecil, ada satu unit tangki pendingin. Sedangkan MCP besar terdiri dari dua unit tangki pendingin. Satu tangki pendingin yang dilengkapi dengan kemampuan mencuci sendiri itu bisa menampung susu segar hingga 6 ribu liter/hari.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI