ICOPE 2018 solusi untuk sawit berkelanjutan

Majalah Agrina - Edisi 287
16 Mei 2018

Majalah Agrina - Edisi 287

Produksi minyak sawit secara berkelanjutan kian menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia dan mengatasi hambatan perdagangan di pasar internasional. / Foto : PENI SARI PALUPI

Agrina
Konferensi internasional tentang kelapa sawit dan lingkungan atau International Conference on Palm Oil and Environment (ICOPE) 2018 digelar untuk keenam kali pada 25-27 April 2018 di Westin Resort, Nusa Dua, Bali. ICOPE 2018 yang dihadiri 400 orang dari 30 negara ini mengusung tema “Embracing Sustainable Palm Oil: Solutions for Local Pro duction and Global Change”.

Menurut Jean Pierre Caliman, Ketua Penyelenggara, ICOPE merupakan kolaborasi tiga pihak yang menjadi pemimpin di bidang masing-masing, yakni WWFIndonesia, CIRAD-lembaga riset Perancis, dan PT Sinar Mas Agri business and Food. WWF berperan meng identifikasi isu-isu lingkungan dan meng advokasi solusi. CIRAD berperan memvalidasi relevansi ilmiah dan keta hanan solusi.

Sementara Sinar Mas menguji kelayakan operasional solusi itu di lapangan. “Ketiga mitra tersebut berbagi nilai yang sama untuk tujuan mencapai keberlanjutan industri kelapa sawit, bersemangat untuk bekerja dalam kolaborasi, dan merengkuh kepercayaan dalam dunia sains,” ujar Caliman yang juga Direktur SMART Research Institute ini.

Dalam laporannya, ia menyatakan, selama 11 tahun ICOPE telah menmembahas prospek pasar sawit berkelanjutan dan konsensus global tentang standar keberlanjutan kelapa sawit dengan menghadirkan pembicara dari Eropa. Perang Dagang. Pada ICOPE kali ini, menghangatnya hubungan dagang minyak sawit antara Indonesia dengan Uni Eropa mendapat perhatian yang besar. Pasalnya, Parlemen Uni Eropa mengaitkan resolusinya menghilangkan minyak sawit dari sumber bahan bakar nabati mereka pada 2021 dengan isu deforestasi dan kerusakan lingkungan.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI