Cermat memilih imbuhan pakan

Majalah Agrina - Edisi 288
25 Juni 2018

Majalah Agrina - Edisi 288

Dalam mencari imbuhan pakan pengganti AGP, pilihlah produk berkualitas yang terbukti serta bermanfaat dari segi ekonomi maupun risiko. / Foto : DOK. AGRINA

Agrina
Terhitung sejak Januari 2018, peternak unggas di Indonesia sudah tidak lagi diizinkan menggunakan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan atau antibiotic growth promoter (AGP). Larangan atas dasar kesehatan dan harga diri bangsa tersebut mau tidak mau dipatuhi oleh peternak. Kenyataan di lapangan, keberadaan antibiotik masih sangat dibutuhkan lantaran lebih dari 80% kandang di dalam negeri masih bersifat terbuka.

Ahli pakan dan nutrisi ternak, Budi Tangendjaja mengungkapkan, dengan kondisi kandang terbuka. sanitasi dan ventilasi kurang diperhatikan. Apalagi air minum yang terkontaminasi, akan semakin mendorong menurunnya performa ayam.

Padahal, menurut dia, air minum dan ventilasi turut menentukan kesehatan ayam. “Bakteri yang tidak diinginkan (patogen) menyebabkan rusaknya dinding usus sehingga penyerapan gizi terhambat. Selama ini AGP dimasukkan ke dalam pakan untuk menekan bakteri yang tidak dikehendaki dalam saluran pencernaan,” ujar Profesor Peneliti Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor ini.

1. Antisipasi Membengkaknya FCR. Budi melanjutkan, bukan hanya biaya produksi yang naik, tapi peternak pun dirisaukan dengan waktu panen yang mundur. Hal ini dibenarkan Herry Dermawan, tokoh peternak Priangan Timur. Herry yang juga Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) membeberkan, ada sedikit hambatan dalam berbudidaya tanpa AGP.

Ia mencontohkan, pertumbuhan ayam menjadi terlambat sehingga waktu panen mundur. Meskipun hanya mundur tiga hari, hal ini menjadi perhatian bagi peternak. “Itukan nambah biaya pakan. Tiga hari itu seperti sebentar, tapi bagi peternak itu lama. Karena tiga hari itu adalah 10% dari waktu panen yang biasanya 30 hari,” papar Herry.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI