Merawat tanaman lebih presisi

Majalah Agrina - Edisi 289
5 Juli 2018

Majalah Agrina - Edisi 289

DRONE bisa menyemprot 8 menit/ha. / Foto : Dok. DJI Enterprise

Agrina
Teknologi drone tidak hanya digunakan sebagai pemetaan, tetapi juga penyemprotan pestisida dan pupuk cair. Di perkebunan tebu, drone sangat membantu proses penyemprotan herbisida dari atas. Selain di perkebunan tebu, pertanian padi pun mulai mencoba teknologi pesawat tanpa awak itu. Sedangkan pa - da perkebunan sawit, penggunaan penyemprot pestisida atau pupuk cair masih kurang santer karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Untuk saat ini, aplikasi drone pada pertanian padi masih dalam tahap penelitian. Menurut Midzon Johannis, Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia, aplikasi perawatan tanaman dengan precision farming untuk padi mungkin akan masif 5-6 tahun ke depan. “Untuk sekarang masih sulit karena lahannya banyak yang kecil-kecil,” prediksinya. Penyemprotan. Perawatan tanaman secara manual berisiko terhadap kesehatan manusia. Di samping itu, tenaga manusia juga terbatas, terkadang tidak konsisten.

Saat menyemprot, tenaganya bisa lebih besar, bisa lebih kecil. Sehingga dosis penyemprotan juga tidak konsisten. Untuk pengerjaan, tenaga manusia hanya mampu menyelesaikan rata-rata 0,3 ha/hari. Drone pun lantas digadang menjadi salah satu alternatif solusi dalam penyemprotan. Penggunaannya, diklaim 40 kali lebih efisien dari penyemprotan tenaga manusia.

Salah satu drone yang bisa membawa tangki penyemprot adalah AGRAS MG-1S. Drone ini bisa membawa cairan dengan beban maksimal 10 liter. Penyemprotan bisa diselesaikan selama 8 menit/ha. Untuk dosis aplikasi yang tepat, tangki drone dilengkapi nozel yang bisa diatur jadi penyemprotan bisa berlangsung secara konsisten.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI