Memanen keuntungan maksimal dengan irigasi presisi

Majalah Agrina - Edisi 290
14 Agustus 2018

Majalah Agrina - Edisi 290

Sistem irigasi tetes menjamin produktivitas dan kualitas yang lebih baik. / Foto : DOK. NETAFIM

Agrina
Tantangan paling besar di dunia pertanian adalah produktivitas yang tidak berbanding lurus dengan permintaan. Di sisi lain, kemampuan cetak sawah belum mampu mengejar luasan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi pemukiman atau usaha sekunder lainnya. Keberadaan infrastruktur seperti jaringan irigasi pun belum tertata dengan apik.

Alghienka Defaosandi, Commercial Manager Neta fim Indonesia mengatakan, pemanfaatan teknologi dibutuhkan sebagai cara baru dalam berbudidaya. Dengan adanya teknologi, proses produksi akan menjadi lebih efektif dan lebih efisien. Ia mengambil contoh pemanfaatan air untuk irigasi yang sejauh ini masih sangat tidak efisien.

Padahal di samping nutrisi, tumbuhan memerlukan air yang cukup. Air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tanaman, terutama untuk memperoleh hasil (yield) dan kualitas yang baik. Dari 100% total penggunaan air, pertanian memanfaatkan sebanyak 70% dan sisanya 30% untuk kebutuhan residensial atau industri lainnya.

“Namun dari total 70% itu, hanya 20% saja yang teririgasi dengan baik,” ungkap Algi, sapaannya, dalam seminar dengan tema “Precision Irrigation to Maximized Yield” di sela-sela gelaran Inagritech di JIExpo Jakarta, Kamis (26/7).

Lebih Efektif dan Efisien. Kebanyakan petani di dalam negeri, imbuh Algi, mengairi sawahnya dengan cara tradisional, misalnya penggenangan flooding. Irigasi dengan cara ini memang sangat mudah dan murah dilakukan ketika kondisi air mencukupi. Namun demikian, jumlah air yang diberikan ke tanaman tidak dapat dikendalikan. Dengan air yang berlebihan, justru tanaman akan dibuat layu akibat tergenang.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI