Performa lebih apik tanpa antibiotik

Majalah Agrina - Edisi 291
17 September 2018

Majalah Agrina - Edisi 291

Produktivitas unggas bisa lebih baik dengan produk organik. / Foto : DOK. AGRINA

Agrina
Penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan (antibiotic growth promoter AGP) tidak lagi diizinkan pada industri peternakan di Indonesia. Baik sebagai imbuhan pakan (feed additive) ataupun melalui air minum. Selain sebagai pemacu pertumbuhan, antibiotik sebelumnya banyak digunakan untuk program pencegahan infeksi bakteri patogen.

Pemakaian antibiotik yang tidak bijak dan digunakan selain untuk pengobatan akan mengakibatkan super bugs atau kejadian antimicrobial resistance (AMR). Hal tersebut dibenarkan Wayan Wiryawan, Direktur PT Farma Sevaka Nusantara, saat wawancara dengan AGRINA di kantornya di kawasan Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Wayan mengutarakan, apli kasi antibiotik yang tidak terkontrol atau tidak bijak akan menimbulkan efek resistensi.

Hal tersebut akan berimbas terhadap kesehatan saluran pencernaan unggas yang kemudian berdampak pada performa atau produktivitasnya. Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ini mengulas, ayam bisa berproduksi dengan baik meskipun tak lagi menggunakan antibiotik. “Ketika ayam sudah sehat, peternak tidak perlu lagi khawatir akan kebutuhan antibiotik.

Menjaga kesehatan dan performa ayam tanpa AGP itu sangat bisa,” tandas Wayan meyakinkan. Beberapa produk non-antibiotik, seperti produk fitogenik (essential oil/minyak asiri) dan asam organik dapat juga menggantikan antibiotik, baik sebagai pemacu pertumbuhan maupun program pencegahan (flushing atau cleaning) melalui air minum.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI