“Hot-nya” bisnis sambal kemasan

Majalah Agrina - Edisi 302
8 Agustus 2019

Majalah Agrina - Edisi 302

Pasar lokal dan internasional memburu sambal kemasan khas Indonesia / Foto : SELO SUMARSONO

Agrina
Sambal kemasan menjadi bisnis yang sangat memikat para pelaku bisnis baik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kebanyakan dilakukan oleh ibu rumah tangga, maupun industri besar. Kondisi ini mengingat tingginya minat orang Indonesia mengonsumsi makanan pedas, khususnya sambal. Sambal seolah menjadi pelengkap yang “wajib” ada di setiap menu makanan.

Jika berbelanja di pasar tradisional atau supermarket, kita akan mudah menemui berbagai macam merek dan varian sambal kemasan dari berbagai daerah yang diproduksi UMKM dan perusahaan besar, seperti Indofood, Heinz ABC, hingga DelMonte, perusahaan makanan berinduk di Amerika. Kepraktisannya untuk dibawa ke mana saja dan daya tahannya yang cukup lama, membuat sambal kemasan juga menjadi alternatif buah tangan khas daerah. Hampir setiap daerah di Indonesia menghasilkan sambal yang memiliki ciri khas masing-masing dalam varian rasa, komposisi, dan warna.

Tren Bisnis Sambal Kemasan Ir. Sri Yunianti, M.Si, Direktur Industri Kecil Menengah, Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian menjelaskan, peningkatan sambal kemasan dapat dilihat dari banyaknya varian produk sambal khas Nusantara. Aneka sambal ini dapat dijumpai di toko oleh-oleh, supermarket, marketplace (toko online), bahkan diekspor ke luar negeri.

Sri menyebut Sambal Bu Rudy dari Jatim yang sudah dikenal luas. Tidak hanya warga Surabaya yang mengonsumsinya. Warga Jakarta, Sumatera, hingga Aceh juga membeli sambal kemasan ini melalui sosial media dan marketplace. “Indonesia kaya sekali, berbagai macam sambal olahan dapat ditemui dan setiap daerah memiliki khasnya masing-masing.

Tren ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya kepada AGRINA. Apalagi, sambung wanita ke lahiran 1962 itu, sambal kemasan tidak hanya dinikmati oleh orang tua melainkan anak muda. Keter tarikan rasa, kemasan, mutu menjadi daya tarik pelanggan, contohnya sambal berbagai macam level mulai dari level 1 hingga 5.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI