Menumbuhkan produsen benih perkebunan melalui Desa Mandiri Benih

Majalah Agrina - Edisi 302
8 Agustus 2019

Majalah Agrina - Edisi 302

Desa Mandiri Benih bertujuan menyediakan sarana pembibitan, transfer pengetahuan, fasilitas legalitas perusahaan, dan membangun kemitraan

Agrina
Menuju kejayaan perkebunan sebagai pendukung perekonomian bangsa, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program mandiri benih melalui strategi BUN500. Bagaimana strategi Penyediaan Benih Unggul 500 juta (BUN500) benih dalam 5 tahun ini berjalan? BUN500 Hasil panen yang baik bermula dari benih unggul berkualitas. Sayangnya, ketersediaan benih unggul menjadi salah satu kendala utama bagi para pekebun. Ditambah kondisi tanaman yang sebagian besar sudah tua dan rusak, produksi perkebunan nasional belum sesuai harapan. Padahal, perkebunan menyumbang devisa besar bagi perekonomian Indonesia, mengungguli devisa minyak, gas, dan panas bumi.

Melalui Anggaran pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 dan 2018, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementan menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. Terobosan untuk memenuhi kebutuhan benih dengan meluncurkan BUN500. Program ini menyediakan benih unggul bermutu perkebunan sebanyak 500 juta benih dalam kurun 2019-2024.

Menurut Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, setiap tahun akan ada pembagian 100 juta benih unggul berkualitas sehingga dalam lima tahun tercapai 500 juta benih. Amran optimis program BUN500 akan meningkatkan produksi perkebunan nasional karena benih unggul bermutu akan mengangkat hasil panen sebanyak 2-3 kali lipat daripada benih biasa. “Contohnya kopi saat ini (produksi) hanya 700 kg/ha per tahun. Tetapi dengan bibit ini nilai produksi bisa mencapai 3,5-4 ton per tahun yang artinya bisa naik 400%,” ulas Amran.

Keberadaan benih bermutu tanaman perkebunan, imbuh Kasdi Subagyono, Dirjen Perkebunan Kementan, sangat diperlukan untuk mendukung produktivitas, kualitas hasil, dan ketahanan terhadap cekaman hama penyakit atau pun kelangkaan air. “Penggunaan benih yang tidak bermutu akan menghasilkan kerugian baik materi maupun waktu karena tanaman perkebunan umumnya memiliki periode tanam yang cukup lama (long term period),” jelasnya.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI