Untung rugi masuknya maskapai asing

Majalah airmagz - Edisi 53
8 Juli 2019

Majalah airmagz - Edisi 53

AirAsia terkenal dengan tiketnya yang murah.

airmagz
Enam bulan sudah lamanya harga t iket pesawat terus merangkak naik. Kenaikan ini telah memaksa pemerintah memutar otak untuk mencari cara menurunkan tarif. Sejumlah jurus sudah dikeluarkan oleh regulator guna meredam melambungnya harga tiket, khususnya pesawat rute domestik.

Namun tampaknya sampai saat ini pemerintah terlihat masih gamang mencari solusi agar harga tiket bisa ditekan. Salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintan dengan mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia. Wacana ini pertama kali dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden berharap masuknya operator asing bisa memperkaya kompetisi pemain maskapai yang selama ini didominasi oleh dua grup maskapai domestik, yakni, Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air) dan Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wings Air).

Sehingga permasalahan harga tiket pesawat bisa segera rampung. Kedua perusahaan ini hampir menguasai seluruh rute penerbangan domestik hingga yang lebih kompetitif. Dengan demikian, harga tiket pesawat yang selama ini memberatkan konsumen menjadi ringan. Masyarakat pun memiliki alternatif lain untuk memilih maskapai penerbangan.

Namun oleh sebagian kalangan kebijakan ini justru dianggap akan mengancam maskapai dalam negeri. Kehadiran mereka juga tak serta dianggap sebagai solusi bagi permasalahan mahalnya biaya dan tarif penerbangan.

Terkait persoalan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setidaknya sudah ada tiga maskapai asing yang siap membuka rute domestik di Indonesia. Meski tidak tak mau menyebut keseluruhan, ia mengatakan beberapa diantaranya adalah perluasan operasi Indonesia AirAsia (AirAsia) serta Scoot.

Majalah airmagz dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI