Adjani

Eceran Digital
Rp. 46,200
Pratinjau

Adjani

Hidup adalah kumplan peristiwa dan kejadian. Setiap orang punya cerita sendiri. Kamu punya cerita, teman kamu punya cerita, papa dan mama juga punya cerita. Cobalah kamu rangkai cerita kamu, pasti akan menjadi sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat menarik untuk dibaca teman-teman yang lain.

ADJANI NAMAKU adalah kumpulan peristiwa dan kejadian yang ditulis oleh Ibu Niken Wulandari, seorang ibu yang sangat memperhatikan apa yang dilakukan oleh buah hatinya. Kalau saja Allah tidak terlalu sayang kepada ADJANI, mungkin saja Adjani punya banyak kisah. Kini Adjani sudah kembali ke hadirat Allah Yang Maha Penyayang, tetapi apa yang pernah dilakukannya tidak bisa dilupakan oleh orang-orang yang pernah dekat dengannya. Adjani punya kelucuan, punya kepedulian, punya kasih sayang, punya kisah unik saat ibadah umrah, dan bahkan punya perhatian yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Maka sebagai tanda cinta seorang Ibu kepada anak, dan demi sayangnya kepada kamu semua anak-anak Indonesia, Ibu Niken Wulandari menceritakannya kepada kamu semua. Harapannya, semoga kamu semua menjadi anak-anak yang hebat, yang akan mengelola negeri Indonesia tercinta. Belajarlah yang rajin, dan banyaklah membaca! Kamu pasti bisa…!

Terima kasih banyak buat Ibu Niken Wulandari. Mudah-mudahan buku ini memberikan inspirasi kepada anak-anak untuk selalu menjadi yang terbaik dan melakukan yang paling disukai oleh papa dan mamanya. Begitu juga papa dan mamanya, mereka akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Niken Wulandari

Penerbit: Al Mawardi Prima
ISBN: 9789793862613
Terbit: Februari 2016, 170 Halaman
Edisi digital buku ini hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Ikhtisar

Hidup adalah kumplan peristiwa dan kejadian. Setiap orang punya cerita sendiri. Kamu punya cerita, teman kamu punya cerita, papa dan mama juga punya cerita. Cobalah kamu rangkai cerita kamu, pasti akan menjadi sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat menarik untuk dibaca teman-teman yang lain.

ADJANI NAMAKU adalah kumpulan peristiwa dan kejadian yang ditulis oleh Ibu Niken Wulandari, seorang ibu yang sangat memperhatikan apa yang dilakukan oleh buah hatinya. Kalau saja Allah tidak terlalu sayang kepada ADJANI, mungkin saja Adjani punya banyak kisah. Kini Adjani sudah kembali ke hadirat Allah Yang Maha Penyayang, tetapi apa yang pernah dilakukannya tidak bisa dilupakan oleh orang-orang yang pernah dekat dengannya. Adjani punya kelucuan, punya kepedulian, punya kasih sayang, punya kisah unik saat ibadah umrah, dan bahkan punya perhatian yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Maka sebagai tanda cinta seorang Ibu kepada anak, dan demi sayangnya kepada kamu semua anak-anak Indonesia, Ibu Niken Wulandari menceritakannya kepada kamu semua. Harapannya, semoga kamu semua menjadi anak-anak yang hebat, yang akan mengelola negeri Indonesia tercinta. Belajarlah yang rajin, dan banyaklah membaca! Kamu pasti bisa…!

Terima kasih banyak buat Ibu Niken Wulandari. Mudah-mudahan buku ini memberikan inspirasi kepada anak-anak untuk selalu menjadi yang terbaik dan melakukan yang paling disukai oleh papa dan mamanya. Begitu juga papa dan mamanya, mereka akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Bismillahirrahmanirrahim

Anak-Anakku, Bunda Niken mengajak kamu semua untuk sama-sama memanjatkan segala puji hanya kepada Allah. Shalawat serta salam, kita haturkan kepada Junjungan dan Teladan Utama hidup kita, Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan para sahabat beliau, juga semua pengikut beliau. Mudah-mudahan kita semua selalu berada di jalan yang telah beliau lalui.

Beberapa temanmu, meskipun masih kecil, sudah nerbitin buku lho. Mereka menulis cerpen, juga novel. Semuanya bagus-bagus, bagus banget. Dengan bahasa yang khas anak-anak, mereka mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka melalui cerita-cerita fiksi. Mereka adalah pengarang-pengarang cilik yang hebat. Mudah-mudahan suatu saat mereka juga akan menjadi sastrawan atau sastrawati yang jempolan di negeri ini. Bunda jadi iri, ingin sekali mengarang atau menulis cerpen seperti teman-temanmu itu. Akhirnya, di tengah-tengah kesibukan bekerja di sebuah perusahaan, Bunda mencoba menulis cerpen. Hasilnya, yaaa… cerpen-cerpen yang ada dalam buku ini.

Anak-Anakku, Sejujurnya cerpen-cerpen yang Bunda sajikan dalam buku ini semua terinspirasi oleh Putri Bunda satu-satunya, Adjani Zaafira Briliantine, yang telah Allah panggil kembali ke haribaan-Nya pada Jumat, 30 Januari 2009 lalu. Bunda sangat sedih dan terpukul, tapi Bunda–juga Ayah Adjani—yakin bahwa Allah pasti mempunyai rencana yang paling baik buat kami berdua. Bunda mencoba bangkit, seraya tetap berharap, Allah akan memberi kami momongan pengganti yang lebih baik lagi dari yang sudah Dia ambil.

Salah satu hikmah yang Bunda rasakan, setelah kepergian Adjani, adalah Bunda mulai rajin menulis. Mulanya di buku Yaasiin untuk peringatan 40 hari wafatnya Putri Bunda itu. Lalu Bunda beranikan diri mengarang cerpen yang kemudian Bunda kumpulkan ke dalam satu buku. Jadilah itu buku kumpulan cerpen pertama Bunda. Buku kumpulan cerpen yang berisi kenangan manis Bunda, Ayah dan Adjani.

Mudah-mudahan buku kumpulan cerpen ADJANI NAMAKU ini bisa menjadi pengobat rindu Bunda dan Ayah pada Adjani, almarhumah. Kumpulan cerpen ini seperti album berisi foto kami sekeluarga. Mohon maaf kalau Bunda memakai nama kalian atau teman-teman kalian untuk tokoh-tokoh dalam kumpulan cerpen ini. Itu semata-mata agar Bunda merasa tetap dekat dengan Adjani dan semua teman yang mengenal dan menyayanginya. Semoga kamu juga suatu saat akan mempunyai karya, baik cerpen maupun novel.

Kemudian sebelum kamu baca cerpen-cerpen yang ada dalam buku ini, ijinkan Bunda mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah ikut andil dalam menerbitkan buku ini. Tentu saja yang pertama Bunda bersyukur kepada Allah, karena atas perkenan-Nya, buku ini bisa diterbitkan. Lalu kepada kedua orangtua Bunda, kedua Mertua dan Suami Bunda, Ayah Adjani, DR. Briliantono M. Soewarno, Bunda ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan semangat kepada Bunda.

Buat Kakak-Kakak dan Adik-Adik Bunda, terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam, telah menjadi penopang di saat-saat Bunda merasakan kesedihan yang sangat atas berpulangnya Adjani. I love you all…. Terima kasih juga kepada Ibu Dewi Motik Pramono, atas semua kebaikan dan perhatian Ibu selama Adjani sekolah di SD Ar-Rahman Motik sampai Adjani meninggal dunia. Juga kepada Guru-Guru, Staf, teman-teman dan murid-murid SD Ar-Rahman Motik, makasih banyak atas simpati dan empati kepada keluarga kami. Teman-teman Bunda di Telkomsel, juga keluarga besar Halimun Medical Centre, Jakarta; Bu Juju, Pak Kosim, Neni, Deny, Idris, Shara, Rahmah dan semuanya deh, terima kasih atas dukungan dan doa yang telah anda diberikan kepada keluarga kami.

Kepada Mas Bagus, Mbak Cica, dan Oling, yang telah ikut menyunting buku ini, juga kepada Mas Iyong, ilustrator buku ini, Bunda ucapkan terima kasih banyak. Tak lupa kepada Pak Efi Afrizal Sinaro dan staf penerbit Al-Mawardi Prima, terima kasih banyak telah membantu mewujudkan cerpen-cerpen ini menjadi buku. Terus, kepada teman-teman Adjani, yang Bunda cintai Aca, Zahra, Vashti, Nara, Gritha, dan semuanya, semoga kalian selalu menyebut nama Adjani dalam doa-doa kalian. Bunda sangat sayang pada kalian. Sampaikan salam Bunda dan Ayah Adjani pada Mama dan Papa kalian.

Dan masih banyak lagi orang-orang yang harus Bunda ucapkan terima kasih, tapi tentu saja tidak bisa Bunda sebutkan satu demi satu. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla senantiasa memberkati dan merahmati kita semua. Aamiin.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Daftar Isi

Sampul
Pengantar Penerbit
Pengantar Pengarang
Isi Buku
In Memoriam - Adjani
     Adjani Namaku
     Gara-Gara Topeng Monyet
     Lost In Taman Puring
     Facebook
     Intermezo
     Sepeda Ustadz Rozak
     My First Camping
     Sepatu Baruku Untuk Teman Baruku
     Liburan Asyik!

Kutipan

Adjani Namaku
Berkisah tentang perjalanan pertama Adjani ke Tanah Suci, Makkah. Di sana Adjani “memperkenalkan” dirinya kepada Allah, agar Allah “tidak lupa” atau meninggalkannya. Kisah yang lucu dan sekaligus mengharukan. Bagaimana seorang anak kecil berusaha memahami Tuhan dengan segala keluguannya.

Teras depan rumah, Ahad pagi. “Pagi Yah….” Adjani menyapa Ayahnya. “Pagi Djani….

Pagi begitu cerah. Baru pukul sepuluh lebih sedikit. Sinar matahari terasa hangat, ditingkahi semilir angin pagi nan sejuk, menjadikan suasana pagi sangat menyenangkan. Adjani duduk di sisi Ayah. Wajahnya tampak segar dan sumringah. Selepas shalat subuh, dia lari pagi bersama Acha, Zahra dan Alya, tiga orang sahabat karibnya. Adjani memang selalu menyempatkan diri lari pagi kalau sedang libur sekolah.

Intermezo
Belum lama rasanya kami membimbing Ananda berjalan, belajar membaca, menuntun beribadah, mengantarkan Ananda ke sekolah, menjalankan ibadah puasa bersama, shalat ‘Ied bersama, dan pergi umrah bersama, semua meninggalkan kesan manis untuk kami.

Ananda, Sakit yang kau tanggung saat malaikat maut membawa ruh-mu dari jasadmu ke surga Allah, tak terlihat karena tertutup oleh senyum yang kau pancarkan di saat-saat terakhir hidupmu. Kepergianmu kami ikhlaskan, tidak ada satu hal pun yang kami sesalkan, karena kami yakin, semua ini adalah Kuasa Allah.

Ananda, Tidurlah dengan tenang di pusaramu, tunggulah kami. Kelak kami akan juga menyusulmu. Begitu banyak pelajaran berharga yang kau berikan kepada kami, Ayah dan Ibumu, dan kepada semua orang yang mengenal dan menyayangimu, akan arti hidup dan kehidupan, bahwa semuanya akan kembali kepada Allah semata, semuanya akan berakhir dan tidak ada yang abadi. Kecuali Allah, Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Kekal.

Tanah merah menjadi saksi kepergianmu menghadap Ilahi. Air mata kami telah habis menetes karena kepergianmu…, namun kepergianmu telah kami relakan.Tiada bekal yang dapat kami berikan kepadamu, Ananda, selain doa kami senantiasa. Yang kami panjatkan, dalam keheningan malam, atau dalam hiruk-pikuknya siang.Biarlah rasa rindu kami padamu kami tumpahkan dalam doa kepada Allah.