Buku Al Mawardi Prima hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Jangan Abaikan Doa Ayah

Jangan Abaikan Doa Ayah

Saudara pembaca! Semoga kita berbahagia selalu. Marilah kita renungkan firman Allah berikut ini. “Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada- Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).

Sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua. Kita berterima kasih kepada ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita. Kita juga harus berterima kasih kepada ayah yang telah membuahi dan menghamili ibu. Terima kasih kepada keduanya tidak boleh dibedakan, ketaatan kepada keduanya harus disamakan dan penghormatan kepada keduanya harus disejajarkan. Kita hanya boleh membedakan dalam hal kedekatan dan hubungan pergaulan. Dalam hal kedekatan dan pergaulan kita memang diperintah oleh agama agar mengutamakan kepada ibu. Rasulullah Saw ditanya, “siapa yang paling utama menjadi shuhbah?” beliau menjawab: “ibumu, ibumu, ibumu.” Arti shuhbah adalah persahabatan, maksudnya adalah hubungan yang paling dekat dan istimewa.

Ibu memang harus diperlakukan secara khusus, tetapi bapak juga tidak boleh diabaikan. Bahkan Rasulullah Saw pernah menasihati seorang anak yang mengadu karena bapaknya suka minta uang. Kepada anak yang mengadukan bapaknya itu Rasulullah berkata: “Kamu dan hartamu adalah milik bapakmu.” Doa ibu memang sangat mustajab karena keikhlasannya, tetapi doa bapak juga tidak kalah maqbulnya karena perjuangannya. Doa ayah tidak kalah dahsyatnya. Karena itu jangan abaikan! Mintalah kepada ayah untuk mendoakan Anda, karena doanya sama dengan doa nabi untuk umatnya. Bukalah mata lebar-lebar dan bacalah sejarah, betapa mukjizat Allah Swt keluar dari tangan-tangan para pejuang, dan mereka adalah kaum bapak. Anda akan mendapatkan fakta yang lebih banyak lagi jika Anda secara seksama membaca buku ini.

Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada Bapak KH. Muhammad Rusli Amin yang memberikan pencerahan melalui buku ini, yang berjudul “Jangan Abaikan Doa Ayah.” Semoga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat kita semua, khusunya para pembaca.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Muhammad Rusli Amin, KH, MA
Editor: Saefuddin Aman al-Damawy H.

Penerbit: Al Mawardi Prima
ISBN: 9789793862644
Terbit: Februari 2016, 209 Halaman

Ikhtisar

Saudara pembaca! Semoga kita berbahagia selalu. Marilah kita renungkan firman Allah berikut ini. “Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada- Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).

Sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua. Kita berterima kasih kepada ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita. Kita juga harus berterima kasih kepada ayah yang telah membuahi dan menghamili ibu. Terima kasih kepada keduanya tidak boleh dibedakan, ketaatan kepada keduanya harus disamakan dan penghormatan kepada keduanya harus disejajarkan. Kita hanya boleh membedakan dalam hal kedekatan dan hubungan pergaulan. Dalam hal kedekatan dan pergaulan kita memang diperintah oleh agama agar mengutamakan kepada ibu. Rasulullah Saw ditanya, “siapa yang paling utama menjadi shuhbah?” beliau menjawab: “ibumu, ibumu, ibumu.” Arti shuhbah adalah persahabatan, maksudnya adalah hubungan yang paling dekat dan istimewa.

Ibu memang harus diperlakukan secara khusus, tetapi bapak juga tidak boleh diabaikan. Bahkan Rasulullah Saw pernah menasihati seorang anak yang mengadu karena bapaknya suka minta uang. Kepada anak yang mengadukan bapaknya itu Rasulullah berkata: “Kamu dan hartamu adalah milik bapakmu.” Doa ibu memang sangat mustajab karena keikhlasannya, tetapi doa bapak juga tidak kalah maqbulnya karena perjuangannya. Doa ayah tidak kalah dahsyatnya. Karena itu jangan abaikan! Mintalah kepada ayah untuk mendoakan Anda, karena doanya sama dengan doa nabi untuk umatnya. Bukalah mata lebar-lebar dan bacalah sejarah, betapa mukjizat Allah Swt keluar dari tangan-tangan para pejuang, dan mereka adalah kaum bapak. Anda akan mendapatkan fakta yang lebih banyak lagi jika Anda secara seksama membaca buku ini.

Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada Bapak KH. Muhammad Rusli Amin yang memberikan pencerahan melalui buku ini, yang berjudul “Jangan Abaikan Doa Ayah.” Semoga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat kita semua, khusunya para pembaca.

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Bismillahirrahmanirrahim.

Segala Puji bagi Allah. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Saw. Dengan izin dan pertolongan Allah Swt, saya telah menyelesaikan penulisan buku “Jangan Abaikan Doa Ayah”. Sesungguhnya kehadiran buku ini antara lain dimaksudkan untuk mendampingi buku laris “Dahsyatnya Doa Ibu” yang sebelumnya juga telah diterbitkan oleh Penerbit Al-Mawardi Prima.

Boleh jadi ada yang bertanya-tanya di dalam hati, apakah hanya doa Ibu yang dahsyat? Apakah doa Ayah tidak sedahsyat doa Ibu? Apakah ada bukti-bukti Al-Qur’an tentang kedahsyatan doa Ayah? Apakah ada kisah-kisah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang menunjukkan bahwa kedahsyatan doa Ayah tidak kalah bila dibandingkan dengan dahsyatnya doa ibu?

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itulah, penulis bersama Penerbit Al-Mawardi Prima menerbitkan buku ini, dengan maksud untuk memberikan informasi, penjelasan sekaligus pencerahan kepada para pembaca bahwa tidak hanya doa Ibu yang dahsyat, akan tetapi doa Ayah juga sangat dahsyat.

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa penulisan buku ini bisa berjalan dengan baik hingga selesai, selain karena pertolongan Allah, juga karena bantuan dari berbagai pihak, seperti dukungan keluarga penulis, kebaikan hati pimpinan penerbit Al-Mawardi Prima, Bapak H. Evi Afrizal Sinaro, juga teman-teman di Al-Mawardi, serta berbagai pihak lain yang telah membantu demi terbitnya buku ini. Untuk itu, penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Khususnya, terima kasih tak terhingga kepada para pembaca yang bersedia membeli buku ini dan membacanya, semoga menjadi amal shaleh dan menambah ilmu.

Hanya kepada Allah penulis berserah diri. Amin.

Daftar Isi

Sampul
Pengantar PENERBIT
Pengantar Penulis
Daftar Isi
Kedudukan Ayah Dan Ibu Sama-Sama Mulia Di Sisi Allah SWT
     Allah Memerintahkan Agar Berbakti Kepada Ayah dan Ibu, Tidak Hanya Berbakti Kepada Ibu
     Salah Satu Doa Yang Cepat Terkabul Adalah Doa Ayah dan Ibu, bukan hanya Doa Ibu.
Jadilah Ayah Yang Selalu Berdoa
     Wahai Ayah, Iringkanlah Kerjamu dengan Doa
     Hubungan Antara Doa dengan Usaha
     Doa dan Usaha, Dua Kunci Rahmat Allah
Kesaksian Al-Qura'an Tentang Dahsyatnya Doa Ayah
     Dahsyatnya Doa Nabi Ibrahim As.
     Dahsyatnya Doa Nabi Zakariya As
Doa Ayah Untuk Anaknya Seperti Doa Nabi Untuk Umatnya
     Jika Sang Ayah, Nabi Ibrahim As Berdoa
     Jika Sang Ayah, Suami, Nabi Luth As Berdoa
     Jika Sang Ayah, Nabi Syuaib As Berdoa
     Jika Sang Ayah, Nabi Muhammad Saw Berdoa
Doa Dan Tawakal
     Doa Orang Beriman Dikabulkan
     Kekuatan Tawakkal
     Beberapa Doa untuk Kesembuhan Penyakit
Keistimewaan Doa Dan Shalat Seorang Ayah
     Allah Memberi Rezeki Tak Terduga
     Usaha, Shalat dan Doa
Seorang Anak Terkena Laknat Akibat Kikir Dan Mengusir Ayahnya
     Jangan Durhaka Pada Ayah
     Jangan Kikir
Akibat Ketidaksukaan Sang Ayah, Penyakit Tak Kunjung Sembuh
     Dosa Kepada Orang Tua Menjadi Penyebab Sakit
     Menyenangkan Orang Tua Bisa Menyehatkan Diri dan Menghadirkan Kebahagiaan.
     Jadilah Pemaaf
Akibat Tidak Sempat Menziarahi Kuburan Ayahnya
     Anjuran Ziarah Kubur
     Menyampaikan Salam dan Doa untuk Orang yang telah Wafat
     Orang yang telah Wafat Mengetahui Ziarah dan Ucapan Salam Orang Hidup
     Beberapa Amalan dari Anak yang Pahalanya Tetap Diperoleh Orang tua yang telah Wafat
Ikhlas Merawat Ayah Mendatangkan Keberkahan
     Ikhlas Menambah Hidup Menjadi Kaya
     Ikhlas Membuahkan Kelezatan
     Ikhlas Mendatangkan Keberkahan Rezeki
Keajaiban Datang Lewat Tangan Ayah
     Jika Sang Ayah, Ali Bin Abi Thalib Berdoa
     Jika Sang Ayah, Ali bin Abi Thalib Memberikan Nasihat
     Kedermawanan Seorang Ayah
Akibat Durhaka Pada Ayah, Separuh Tubuh Seseorang Pemuda Mengering, Mati Rasa Dan Tidak Bisa Bergerak
     Doa Ayah Maqbul dan Laknatnya pun Manjur
     Kekuatan Berdoa Dengan Asma al-Husna
Balasan Untuk Seseorang Suami Beriman, Yang Bekerja Pada Allah 29 Hari
     Orang Beriman Pasti Diuji Allah
     Istri Sebagai Hiasan Hidup dan Ujian bagi Suami
     Jadilah Istri Beriman Yang Menopang Iman Suami
     Allah Pasti Membalas Ibadah Hamba-Nya
Transaksi Ayah Dengan Allah
     Ayah Meminjamkan 2 Dirham Mendapat Balasan 14.000Dirham
     Meminjamkan Kepada Allah
Akhlak Anak Terhadap Ayah
     Pertama: Berbuat Ihsan
     Kedua: Menyayangi Ayah
     Ketiga: Memberi Nafkah kepada Ayah
     Keempat: Mendoakan Ayah
     Kelima: Jangan Berkata Kasar pada Ayah
     Keenam: Janganlah Memanggil Ayah, dengan menyebut namanya
     Ketujuh: Janganlah berjalan Mendahului Ayah
     Kedelapan: Janganlah duduk Sebelum Ayah duduk
     Kesembilan: Memandang Ayah dengan Penuh Kasih-Sayang
     Kesepuluh: Bersedekah Atas Nama Ayah
     Kesebelas : Menghormati Teman Ayah
Menjadi Ayah Sukses Dengan Kekuatan Doa
     Kunci Sukses Mendidik Anak Agar Rajin Shalat
     Kunci Sukses Menjadi Ayah Yang Berilmu Pengetahuan
     Kunci Sukses Menjadi Ayah Berkualitas
     Kunci Sukses Menjadi Ayah Berkepribadian Simpatik
Penutup
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Kutipan

Jadilah Ayah Yang Selalu Berdoa
Jika Allah telah mempermaklumkan bahwa setiap hamba yang berdoa akan dikabulkan doanya, sebab memang segala perbendaharaan kebutuhan hidup manusia seperti makan, minum, rezeki, sehat, kekuatan, kekuasaan, kemuliaan, keselamatan, jodoh, anak, petunjuk dan sebagainya, semuanya ada di sisi Allah Swt. Lalu mengapa kita tidak meminta kepada Allah? Bukankah kita sangat memerlukan semua keberuntungan dan kenikmatan sebagai faktor yang membawa kita kepada kesuksesan dan kebahagiaan dunia dan akhirat? Dan semua yang kita perlukan itu ada di dalam perbendaharaan Allah Swt yang tidak terbatas?

Dan bukankah untuk meraih semua yang kita inginkan itu tidak mudah kita lakukan, karena kemampuan kita yang sangat terbatas? Ketika kita menginginkan sejumlah uang, kita tidak bisa segera mengadakannya secepat membalik telapak tangan. Sedangkan jika Allah berkehendak, maka Dia hanya berfirman, “Kun fa yakun.” Jadi, maka jadilah apa yang di kehendaki Allah itu. Allah-lah yang meluaskan dan menyempitkan rezeki. Allah-lah yang memberi rezeki secara tidak disangka-sangka. Demikian juga, ketika kita menderita suatu penyakit, dan kita ingin segera sembuh dari sakit itu, tentu kita tidak mampu secepatnya menghilangkan penyakit itu sesuai keinginan kita, karena kita tidak mampu untuk itu. Sedangkan Allah, Dia-lah Maha Penyembuh atas setiap penyakit, seberat apapun penyakit itu.

Lalu mengapa kita tidak berdoa kepada Allah, memohon apa saja yang kita butuhkan bagi kepentingan kebaikan dunia dan akhirat kita? Adalah sebuah sikap kesombongan bagi orang yang tidak mau berdoa kepada Allah karena merasa mampu memenuhi setiap yang dibutuhkannya, padahal sebenarnya ia tidak mampu. Karena itu, jadilah ayah yang selalu berdoa kepada Allah.

Haruslah diingat, bahwa kalaupun apa yang dimohon-kan tidak sepenuhnya tercapai, namun dengan doa tersebut seseorang telah hidup dalam suasana optimistis, dengan harapan, dan tidak diragukan lagi, hal tersebut akan mem-berikan dampak yang sangat baik dalam kehidupannya. Karena itu, jika doa tidak menghasilkan apa yang diminta, maka paling tidak manfaatnya adalah lahirnya ketenangan hati orang yang berdoa, karena ia telah hidup dalam harapan.”

Ketahuilah, bahwa pada mulanya, kata “Doa” itu ber-arti permintaan yang ditujukan kepada siapa yang dinilai oleh si peminta (pemohon), yang mempunyai kedudukan dan kemampuan melebihi kedudukan dan kemampuan yang memohon. Karena itu, doa bukanlah permintaan yang ditujukan kepada siapa yang berada setingkat dengan si pemohon. Dan karena itu pula, doa berbeda dengan perintah. Sebab, meskipun hakikat perintah adalah permintaan, namun biasanya perintah adalah suatu yang berasal dari yang kedudukannya lebih tinggi dan ditujukan kepada siapa yang kedudukannya lebih rendah dari yang meminta.