Buku Al Mawardi Prima hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Dahsyatnya Al-Qur'an: Al-Qur'anul Karim Menjadi Petunjuk dan Solusi Bagi Umat Manusia Dalam Mengarungi Samudera Kehidupan

Dahsyatnya Al-Qur'an

Segala Puji Bagi Allah, Rabb seluruh alam yang berfirman: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti kamilah (pula) yang memeliharanya.“ (QS. Al-Hijr: 9)

Tujuan yang paling tinggi hendak diraih oleh se-seorang mukmin adalah mendapatkan kemuliaan dan keutamaan di sisi Rabbnya serta memperoleh pahala yang besar, agar kelak ia termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Allah Swt telah menunjukkan kepada kita jalan-jalan kebaikan dan memotivasi kita agar berlomba-lomba dalam ketaatan salah satu sarana terbesar untuk meraih tujuan itu adalah dengan mengambil bagian yang banyak dari Al-Qur’an baik dalam bentuk membaca, menghafal, menghayati, maupun mengamalkannya.

Membaca atau menghafal Al-Qur’an merupakan amal perbuatan yang sangat mulia, terlebih Allah dan Rasul-Nya menjanjikan kebaikan bagi pelakunya di dunia dan di akhirat. Kebaikan di dunia sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut: 49 yang artinya “Sebenarnya, (Al-Qur’an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu.

Ayat ini benar-benar jelas. Ia menjelaskan betapa mulianya dada orang-orang yang menghafal Al-Qur’an. Ayat ini juga menjelaskan karakter para penghafal Al-Qur’an, bahwasannya merekalah orang-orang yang di beri ilmu. Adakah ilmu lain (yang lebih bermanfaat) setelah kitab suci Al-Qur’an?

Dalam sebuah Hadits dari Utsman Bin ‘Affan Radiyallahu, ia berkata bahwasannya Rasulullah Bersabda: “Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Adam Cholil, Al Ustadz
Editor: Al-Mawardi Prima

Penerbit: Al Mawardi Prima
ISBN: 9786029247329
Terbit: Maret 2014, 234 Halaman

Ikhtisar

Segala Puji Bagi Allah, Rabb seluruh alam yang berfirman: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti kamilah (pula) yang memeliharanya.“ (QS. Al-Hijr: 9)

Tujuan yang paling tinggi hendak diraih oleh se-seorang mukmin adalah mendapatkan kemuliaan dan keutamaan di sisi Rabbnya serta memperoleh pahala yang besar, agar kelak ia termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Allah Swt telah menunjukkan kepada kita jalan-jalan kebaikan dan memotivasi kita agar berlomba-lomba dalam ketaatan salah satu sarana terbesar untuk meraih tujuan itu adalah dengan mengambil bagian yang banyak dari Al-Qur’an baik dalam bentuk membaca, menghafal, menghayati, maupun mengamalkannya.

Membaca atau menghafal Al-Qur’an merupakan amal perbuatan yang sangat mulia, terlebih Allah dan Rasul-Nya menjanjikan kebaikan bagi pelakunya di dunia dan di akhirat. Kebaikan di dunia sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut: 49 yang artinya “Sebenarnya, (Al-Qur’an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu.

Ayat ini benar-benar jelas. Ia menjelaskan betapa mulianya dada orang-orang yang menghafal Al-Qur’an. Ayat ini juga menjelaskan karakter para penghafal Al-Qur’an, bahwasannya merekalah orang-orang yang di beri ilmu. Adakah ilmu lain (yang lebih bermanfaat) setelah kitab suci Al-Qur’an?

Dalam sebuah Hadits dari Utsman Bin ‘Affan Radiyallahu, ia berkata bahwasannya Rasulullah Bersabda: “Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah Swt. Rabb yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk ke jalan yang lurus. Zat yang menjaga kitab-Nya dengan penjagaan istimewa, sehingga kemurnian dan keotentikan Al-Qur’an terjaga sampai akhir jaman. Dengan kitab yang mulia ini Dia memberikan petunjuk hidup kepada manusia untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Siapa saja yang mengambil petunjuk darinya maka ia mendapat keuntungan yang besar. Dan siapa saja yang tidak mengambilnya maka dia akan mendapat kerugian.

Shalawat dan salam semoga tercurah keharibaan baginda Rasulullah Muhammad Saw yang telah diturunkan kepadanya Al-Qur’an, yang dengannya beliau mengajarkan kepada umatnya cara hidup yang benar dalam ridha Allah Swt. Juga kepada keluarganya, para Sahabatnya, Tabi’in, dan kita semua semoga termasuk di dalamnya.

Atas rahmat, karunia, dan pertolongan Allah Swt. Alhamdulillah penulis bisa menyelesaikan sebuah buku yang menggambarkan tentang kehebatan kitab suci umat Islam, kitab suci yang paling fenomenal sepanjang sejarah. Buku ini diberi judul “Dahsyatnya Al-Qur’an”. Buku ini dipersembahkan bagi kaum Muslimin yang ingin mengetahui kehebatan Al-Qur’an sebagai kitab sucidan mukjizat, yang membacanya akan mendapatkan pahala yang besar dan mengamalkan petunjuknya akan mengantarkan pada keselamatan, ketenteraman, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah Swt berfirman: Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menjuluki mereka ke jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 15-16)

Al-Qur’an adalah bekal bagi setiap muslim dan sebaik-baiknya bekal. Dengan Al-Qur’an hati akan menjadi lapang. Orang yang rajin membaca dan mengamalkan Al-Qur’an akan memiliki jiwa yang kokoh laksana gunung; dunia pun akan menjadi hina baginya ketika berada di jalan Allah Swt. Ia akan senantiasa mengatakan yang hak dan tidak takut celaan, di jalan Allah, dari orang-orang yang suka mencela. Orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an lebih berat timbangannya di sisi Allah daripada gunung Uhud. Karena dengan membaca Al-Qur’an lisannya menjadi basah, dan jari-jemarinya akan menjadi saksi.

Membaca Al-Qur’an adalah sebaik-baik zikir yang pahalanya dilipatgandakan. Karena di dalamnya mengandung perintah dan hukum-hukum Allah, serta mengajak kita untuk beribadah kepada-Nya. Di samping itu Al-Qur’an adalah kitab yang dapat menjadi penawar hati penentram jiwa bagi orang yang membacanya. Jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan dalam hidup hendaknya kita rajin dan sungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an. Karena di dalamnya terdapat berbagai petunjuk yang benar tentang hidup dari Allah Swt. Sang Pencipta Manusia dan alam semesta. Al-Qur’an diturunkan bukan untuk menyulitkan kehidupan manusia seperti disangkakan oleh sebagian orang, tapi justru ia akan menunjukkan kepada manusia jalan menuju kebahagiaan yang hakiki.

Buku ini mengulas tentang kehebatan, kemukjizatan dan keagungan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang paling otentik sepanjang jaman. Dijelaskan pula tentang sejarah diturunkannya Al-Qur’an, kehebatan petunjuknya, dan keutamaan membacanya, serta adab-adab berinteraksi dengannya. Di samping itu buku ini juga menjelaskan bagaimana seharusnya kita mengimani Al-Qur’an agar ia tidak hanya sekadar menjadi bacaan tetapi dipraktekkan dalam kehidupan.

Hal lain yang penting pula bagi pembaca, dalam buku ini penulis menyuguhkan doa-doa para Nabi yang terpilih dari Al-Qur’an yang tentunya mustajabah. Sehingga pembaca bisa menjadikannya sebagai bacaan doa sehari-hari untuk berbagai keperluan.

Daftar Isi

Pengantar Penulis
Sambutan
Daftar Isi
BAB I - Al-Qur’an; Mukjizat Terdahsyat
     Al-Qur’an; Bacaan yang Indah
     Kemukjizatan Al-Qur’an
     Sisi-sisi Kemukjizatan Al-Qur’an
     Keistimewaan Lafazh Al-Qur’an
     Fakta-Fakta Kemukjizatan Al-Qur’an Yang Dibuktikan Di Zaman Modern
     Pengaruh Bacaan Al-Qur’an Terhadap Kesehatan Jiwa
     Kemukjizatan Al-Qur’an Dalam Ilmu Pengetahuan
BAB II - Al-Qur’an; Petunjuk yang Dahsyat
     Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
     Al-Qur’an Sumber Solusi
     Al-Qur’an Sumber Kebahagiaan
     Al-Qur’an Sumber Kemaslahatan
     Meraih Sukses Bersama Al-Qur’an
          Jangan Menunda-nunda suatu Pekerjaan!
          Bersyukurlah saat diberi nikmat
          Teruslah beramal!
          Berusahalah dan bertawakkallah!
          Bersabarlah dalam menghadapi setiap cobaan
          Pertolongan Allah pasti datang
          Jangan Pernah Menyerah!
          Ridha Atas Pemberian Allah
          Tantangan adalah Hidangan Allah
          Hindari Putus Asa
          Jangan Terlena dengan Kehidupan Dunia
          Pasti Ada Jalan Kemudahan
          Larangan Berbuat Curang
          Hidup Hina Karena Rakus
          Jauhi sifat malas!
          Istiqamah
BAB III - Dahsyatnya Pahala Membaca Al-Qur’an
     Berinteraksi Dengan Al-Qur’an
     Akhlak Di Hadapan Al-Qur’an
     Tata Cara Sujud Tilawah
     Ayat dan Surat yang Utama dibaca Pada Waktu-waktu Tertentu
     Keutamaan dan Keuntungan Membaca Al-Qur’an
     Ayat dan Surat yang Utama dibaca Pada WaktuwaktuTertentu
     Waktu-waktu Utama Membaca Al-Qur’an
     Adab-adab dalam Mengkhatamkan Al-Qur’an
     Doa-doa saat Mengkhatamkan Al-Qur’an
     Kisah Ummu Zayyid; Seorang Ibu Penghafal Al-Qur’an
     Kisah Anak Ajaib dari Afrika
     Kisah Orang yang Penuh Rasa Kecintaan Terhadap Al-Qur’an
     Husnul Khatimahnya Seorang Pembaca Al-Qur’an
     Doa-doa para Nabi dalam Al-Qur’an
          Doa Nabi Adam As
          Doa Nabi Nuh As agar mendapat perlindungan dan ampunan Allah
          Doa Nabi Ibrahim As
          Doa Nabi Ibrahim As agar diberi anugerah untuk senantiasa beribadah kepada Allah Swt serta diampuni dosa diri dan orang tua
          Doa Nabi Ibrahim As untuk kemakmuran negeri, keturunan yang taat beribadah, dan diterima taubat
          Doa Nabi Luth As
          Doa Nabi Ayub As
          Doa Nabi Syu’aib As
          Doa Nabi Sulaiman As
          Doa Nabi Yunus As
          Doa Nabi Zakariya As agar diberi keturunan yang baik
          Doa Nabi Musa As
          Doa Nabi Musa As agar diberi kelapangan dada
          Doa Nabi Musa As agar diampuni dosa dirinya dan saudaranya
          Doa Nabi Isa As agar diberi kelimpahan rezeki
          Doa Nabi Muhammad Saw untuk kebaikan dunia akhirat
          Doa Nabi Muhammad Saw agar diberi tempat terbaik
          Doa Nabi Muhammad Saw agar dimudahkan membayar hutang
          Doa Nabi Muhammad Saw agar Husnul Khatimah (akhir yang baik)
          Doa Nabi Muhammad Saw agar terlindung dari godaan setan
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Kutipan

Al-Qur’an; Mukjizat Terdahsyat
Al-Qur’an; Bacaan yang Indah

Mengenai bukti bahwa Al-Qur’an itu datang dari Allah Swt dapat dilihat dari kenyataan bahwa Al-Qur’an adalah sebuah kitab berbahasa Arab yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw. Dalam menentukan dari mana asal Al-Qur’an, akan kita dapatkan tiga kemungkinan. Pertama, kitab itu adalah karangan orang Arab. Kedua, karangan Muhammad Saw. Ketiga, berasal dari Allah Swt. Tidak ada lagi kemungkinan selain dari yang tiga ini. Sebab, Al-Qur’an adalah berciri khas Arab, baik dari segi bahasa maupun gayanya. Kemungkinan pertama yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah karangan orang Arab, tidak dapat diterima. Sebab, Al-Qur’an sendiri telah menantang mereka untuk membuat karya yang serupa, dan mereka tidak mampu. Sebagaimana tertera dalam ayat 13, Surat Hud dan Surat Yunus, ayat 38;

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (QS. Hud: 13)

Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (QS. Yunus: 38)

Orang-orang Arab telah berusaha keras mencobanya,akan tetapi tidak berhasil. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari perkataan mereka. Mereka tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, kendati ada tantangan dari Al-Qur’an dan mereka telah berusaha menjawab tantangan itu. Kemungkinan kedua yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu karangan Muhammad Saw, juga tidak dapat diterima oleh akal. Sebab, Muhammad Saw adalah orang Arab juga. Bagaimanapun jeniusnya, tetap ia sebagai seorang manusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya. Selama seluruh bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, maka masuk akal pula apabila Muhammad —yang juga termasuk salah seorang dari bangsa arab— tidak mampu menghasilkan karya yang serupa. Karena itu, jelas bahwa Al-Qur’an itu bukan karangannya. Terlebih lagi dengan adanya banyak hadits-hadits shahih yang berasal dari Nabi Muhammad Saw-yang sebagian malah diriwayatkan lewat cara yang tawatur-yang kebenarannya tidak diragukan lagi. Apabila setiap hadits ini dibandingkan dengan ayat manapun dalam Al-Qur’an, maka tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segi gaya bahasanya. Padahal Nabi Muhammad Saw, disamping selalu membacakan setiap ayat-ayat yang diterimanya, dalam waktu yang bersamaan juga mengeluarkan hadits. Namun, ternyata keduanya tetap berbeda dari segi gaya bahasanya. Bagaimanapun kerasnya usaha seseorang untuk menciptakan berbagai macam gaya bahasa dalam pembicaraannya, tetap saja akan terdapat kemiripan antara gaya yang satu dengan yang lain, karena merupakan bagian dari ciri khasnya dalam berbicara. Karena tidak ada kemiripan antara gaya bahasa Al-Qur’an dengan gaya bahasa hadits, berarti Al-Qur’an itu bukan perkataan Nabi Muhammad Saw. Masing-masing dari keduanya terdapat perbedaan yang tegas dan jelas. Itulah sebabnya tidak seorang pun dari bangsa Arab —orang-orang yang paling tahu gaya dan sastra bahasa arab— pernah menuduh bahwa Al-Qur’an itu perkataan Muhammad Saw, atau mirip dengan gaya bicaranya. Satu-satunya tuduhan yang mereka lontarkan adalah bahwa Al-Qur’an itu disadur Muhammad Saw dari seorang pemuda Nasrani yang bernama Jabr. Tuduhan ini telah ditolak keras oleh Allah Swt dalam firman-Nya:

(Dan) Sesungguhnya Kami mengetahui mereka berkata: ‘Bahwasannya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (adalah) bahasa ‘ajami (non-Arab), sedangkan Al-Qur’an itu dalam bahasa arab yang jelas. (QS. An-Nahl: 103).

Apabila telah terbukti bahwa Al-Qur’an itu bukan karangan bangsa Arab, bukan pula karangan Muhammad Saw, berarti Al-Qur’an itu adalah kalamullah, yang menjadi mukjizat bagi orang yang membawanya. Dan karena Nabi Muhammad Saw adalah orang yang membawa Al-Qur’an —yang merupakan tercabutnya air yang bisa menenggelamkan pada orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa as.

Al-Qur’an; Petunjuk yang Dahsyat
Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia dan firman Allah Swt yang agung. Kita diperintahkan memahami dan memperhatikannya serta mengamalkannya. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah, Muhammad Saw, melalui wahyu yang dibawa oleh malaikat Jibril, baik lafazh maupun maknanya; membacanya merupakan ibadah. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang sampai kepada kita secara mutawatir. Allah Swt berfirman:

Tidak datang padanya kebatilan dari sebelum dan sesudahnya, diturunkan dari Dzat yang Maha Bijak dan Terpuji.. (QS. Fushshilat: 42)

Allah Swt telah menjamin kesucian dan kemurnian Al- Qur’an. Karena itu kita tidak perlu ragu untuk mengamalkannya. Saat kita bersedih, bahagia, susah, senang, maka Al-Qur’an akan memberikan tuntunan. Tak seperti perkataan manusia, Al-Qur’an dijamin terbebas dari berbagai macam kebatilan, kekeliruan, dusta dan lain sebagainya hal-hal yang akan merusak kehidupan manusia.

Al-Qur’an adalah kitab yang dijaga dengan penjagaan Allah sendiri. Allah Swt berfirman:

Sesunguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan Kami pasti akan menjaganya. (QS. Al-Hijr: 9)

Dahsyatnya Pahala Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia. Di dalamnya terdapat petunjuk, nasehat, dan contoh bagi orang-orang yang berpikir. Setiap Muslim hendaknya menjaga kedekatan dengan Al- Qur’an, dengan membacanya; mentadabburinya; memahaminya; serta terus berinteraksi dengannya. Tak ada waktu yang terlewat kecuali Al-Qur’an selalu bersamanya. Dengan cara seperti itu ia akan mendapatkan petunjuk dan nasehat dari Al-Qur’an. Nabi Saw bersabda:

Agama itu nasihat. Kami berkata, ‘Untuk siapa? Nabi Saw menjawab, ‘Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awam mereka. (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, mengatakan: “Para ulama rahimahullah berkata, nasihat untuk Kitab Allah Swt adalah, “Beriman bahwa ia adalah kalam Allah dan wahyu-Nya, tidak ada sesuatupun dari makhluk yang menyerupainya dan seluruh makhluk tidak ada yang mampu berbuat seperti itu.” Kemudian mengagungkan dan membacanya dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Bersikap khusyuk ketika membacanya, seperti makhraj huruf-hurufnya yang tepat, membelanya dari penakwilan orang-orang yang menyelewengkannya dan gangguan orang-orang yang melampaui batas, membenarkan isinya, menjalankan hukum-hukumnya, memahami ilmu-ilmu dan perumpamaan-perumpamaannya, memperhatikan nasihat-nasihatnya, memikirkan keajaibankeajaiban dan mengamalkan ayat-ayatnya yang muhkam (jelas) dan menerima ayat-ayatnya yang mutasyabih (samar) mencari keumuman dan kekhususan, nasikh dan mansukhnya, menyebarkan keumuman dan kekhususan ilmu-ilmunya, dan menyeru kepadanya.”