Buku Al Mawardi Prima hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Karamah Ibu Mengagumkan: Ibu Adalah Agen Rahmat Allah Penjaga Dunia Agar Tidak Cepat Kiamat

Karamah Ibu Mengagumkan

Kisah kebesaran ibu tidak pernah habis untuk dituliskan. Silakan Anda membaca buku ini, KARAMAH IBU MENGAGUMKAN, yang ditulis oleh Ustadz Saifuddin Aman dan Sulaiman Shaqir. Anda akan merasakan betapa beruntungnya menjadi anak yang dilahirkan oleh ibu Anda. Anda akan menangis saat membaca kisah nyata penulis yang ibunya meminta tambah umur satu tahun saja. Anda akan terharu dan meneteskan air mata saat meresapi kisah seorang ibu yang mendonorkan mata untuk anaknya, sementara anak baru tahu itu setelah kematian ibunya. Anda akan mendapati kisah seorang ibu yang menginggal dunia demi anaknya saat terjadi gempa di China, di mana sebelumnya sempat menulis kata-kata dalam HP: “Jika Kamu Ditakdirkan Hidup, Ketahuilah Bahwa Ibu Selalu Menyayangi Kamu.” Dan banyak kisah-kisah inspiratif yang menggugah Anda.

Kita semua adalah anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibu. Tetapi pernahkah kita membayangkan bagaimana dulu ibu berjibaku melawan kematian? Kita sudah banyak mengabaikan ibu karena kita sangat sibuk. Kita sibuk berbisnis, sibuk mencari uang, sibuk memimpin rapat, sibuk menjadi anggota dewan, sibuk menjadi pejabat, sibuk mengurus ini dan itu. Ibu kita tidak menuntut kita untuk selalu hadir di hadapannya, cukuplah suara kita menjadi obat bagi kerinduannya. Ibu kita tidak menuntut kita membalas budi atas jasajasanya, cukuplah berita baik membuatnya bergembira ria. Ibu kita tidak minta dibelikan ini dan itu, cukuplah perhatian kita membuatnya terharu. Ibu kita tidak minta kiriman uang, cukuplah doa kita membuatnya berbangga hati.

Tahukah Anda, dari mana Anda mendapatkan semua anugrah Allah? Anugrah Allah dibuka untuk Anda karena Karamah Ibu. “Karamah Ibu Sungguh Luar Biasa.” Ibu kita adalah agen rahmat Allah. Ibu kita adalah vendor kasih sayang Allah. Maka berbaktilah kepada ibu, keajaiban akan segera datang kepada Anda. Ada 150 cara berbakti kepada ibu. Pulanglah dan meminta kasih sayang Ibu, Allah akan tambahkan kasih sayang- Nya yang lebih banyak lagi! Kembalilah ke pangkuan ibu dan meminta ridhanya, Allah akan membuka jalan menuju syurga. Hidup tanpa rahmat dan kasih sayang ibu akan terasa kering dan gersang, sungguh pun Anda menjadi orang hebat di mata banyak orang. Datangilah ibu atau bicaralah kepada ibu dan dan meminta doanya, karena doanya dikabulkan Allah.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Saifuddin Aman, H / Sulaiman Shaqir
Editor: Al-Mawardi Prima

Penerbit: Al Mawardi Prima
ISBN: 9786029247121
Terbit: Maret 2012, 172 Halaman

Ikhtisar

Kisah kebesaran ibu tidak pernah habis untuk dituliskan. Silakan Anda membaca buku ini, KARAMAH IBU MENGAGUMKAN, yang ditulis oleh Ustadz Saifuddin Aman dan Sulaiman Shaqir. Anda akan merasakan betapa beruntungnya menjadi anak yang dilahirkan oleh ibu Anda. Anda akan menangis saat membaca kisah nyata penulis yang ibunya meminta tambah umur satu tahun saja. Anda akan terharu dan meneteskan air mata saat meresapi kisah seorang ibu yang mendonorkan mata untuk anaknya, sementara anak baru tahu itu setelah kematian ibunya. Anda akan mendapati kisah seorang ibu yang menginggal dunia demi anaknya saat terjadi gempa di China, di mana sebelumnya sempat menulis kata-kata dalam HP: “Jika Kamu Ditakdirkan Hidup, Ketahuilah Bahwa Ibu Selalu Menyayangi Kamu.” Dan banyak kisah-kisah inspiratif yang menggugah Anda.

Kita semua adalah anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibu. Tetapi pernahkah kita membayangkan bagaimana dulu ibu berjibaku melawan kematian? Kita sudah banyak mengabaikan ibu karena kita sangat sibuk. Kita sibuk berbisnis, sibuk mencari uang, sibuk memimpin rapat, sibuk menjadi anggota dewan, sibuk menjadi pejabat, sibuk mengurus ini dan itu. Ibu kita tidak menuntut kita untuk selalu hadir di hadapannya, cukuplah suara kita menjadi obat bagi kerinduannya. Ibu kita tidak menuntut kita membalas budi atas jasajasanya, cukuplah berita baik membuatnya bergembira ria. Ibu kita tidak minta dibelikan ini dan itu, cukuplah perhatian kita membuatnya terharu. Ibu kita tidak minta kiriman uang, cukuplah doa kita membuatnya berbangga hati.

Tahukah Anda, dari mana Anda mendapatkan semua anugrah Allah? Anugrah Allah dibuka untuk Anda karena Karamah Ibu. “Karamah Ibu Sungguh Luar Biasa.” Ibu kita adalah agen rahmat Allah. Ibu kita adalah vendor kasih sayang Allah. Maka berbaktilah kepada ibu, keajaiban akan segera datang kepada Anda. Ada 150 cara berbakti kepada ibu. Pulanglah dan meminta kasih sayang Ibu, Allah akan tambahkan kasih sayang- Nya yang lebih banyak lagi! Kembalilah ke pangkuan ibu dan meminta ridhanya, Allah akan membuka jalan menuju syurga. Hidup tanpa rahmat dan kasih sayang ibu akan terasa kering dan gersang, sungguh pun Anda menjadi orang hebat di mata banyak orang. Datangilah ibu atau bicaralah kepada ibu dan dan meminta doanya, karena doanya dikabulkan Allah.

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Karamah adalah kejadian mengagumkan yang muncul dari orang-orang istimewa. Siapakah mereka? Mereka itu ialah para Wali Allah dan orang-orang yang dicintai dan dikasihi Allah. Dan ibu sejati termasuk orang yang sangat dicintai dan dikasihi Allah.

Ibu sejati adalah ibu yang melahirkan anaknya, yang kasih sayangnya terus mengalir kepada anaknya hingga tidak terbatas, yang peranannya melampaui batas-batas kebiasaan. Demi anak, ibu rela menahan lapar, sakit, dan tidak tidur. Seluruh jiwa dan raganya dipertaruhkan untuk anak. Ibu mau melakukan apa saja demi anak. Panasnya matahari tidak membuatnya surut ke belakang, dinginnya angin malam tidak membuatnya patah semangat, lebatnya hujan tidak mengurungkan niatnya, lelahnya fisi tidak membuatnya mengeluh dan berhenti melangkahkan kaki. Terpaan demi terpaan, derita demi derita tidak dianggapnya sebagai hambatan.

Ibu sejati hanya punya satu niat yang tulus, yaitu ingin membahagiakan anaknya. Demi anaknya, Ibu rela membiarkan dirinya tidak menikmati hasil jerih payahnya, yang penting anaknya bisa tertawa bahagia. Ibu membiarkan dirinya tidak terurus, yang penting anaknya bisa diam dan tidur nyenyak. Ibu rela menanggung malu, asalkan anknya tidak minder dengan teman-temannya.

Ibu sejati hanya punya satu tujuan yang tidak pernah berhenti untuk diperjuangkan, yaitu mengantarkan anak meraih mimpi-mimpinya. Dirinya direlakan untuk menjadi “batu pijakan” agar anaknya bisa meraih bintang. Dirinya direlakan untuk menjadi “tumbal” asalkan anaknya sampai pada cita-citanya. Dalam hati, Ibu berkata: “Biarlah aku bodoh, asal kelak anakku menjadi orang pandai. Biarlah aku menderita, asal kelak anakku bahagia. Biarlah aku sakit, asal anakku sehat.”

Itulah ibu kita, seorang wanita yang sungguh luar biasa. Semua yang dilakukannya melampaui batas-batas kemampuan manusia biasa, amruha amrun khariqun lil adah (semua urusannya melampaui batas kebiasaan). Karena itu Allah memberikan karamah secara khusus. Allah memberikan kemuliaan kepada seorang ibu, melebihi kemuliaan yang diberikan kepada seorang ayah. Kepada ibu, Allah turunkan rahmat-Nya yang berlimpah ruah. Maka kepada semua wanita, jadilah ibu sejati. Karena wanita hanya akan menjadi hiasan dan akan mengalami nasib seperti pepatah “habis manis sepah dibuang” manakala tidak bisa menjadi istri dan ibu, atau tidak mengambil peran sebagai ibu.

Ibu adalah agen rahmat dan kasih sayang Allah. Dari ibulah, semua makhluk mendapatkan rahmah dan kasih sayang. Dari ibulah, makhluk sedunia mengerti makna rahmat, mengerti arti cinta dan kasih sayang.

Dan ketika kita merasakan dunia sudah tidak nyaman dan damai, di mana banyak terjadi perkelahian, permusuhan, kekerasan, kemarahan, sulit mencari penghidupan, sulit mengembangkan usaha, sulit mencari pekerjaan, maka ketahuilah sesungguhnya penyebab utamanya adalah keringnya hati kita dari kasih sayang. Kita sudah hampir kehabisan atau tidak lagi punya rahmat dan kasih sayang. Hati kita sudah keras dan tidak peduli kepada orang lain. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang tidak mau menyayangi, dia tidak akan disayangi.” Maka kembalilah kepada ibu dan mintalah kasih sayangnya! Temuilah ibu dan meminta ridha dan restunya! Kembalilah kepada ibu dan berbaktilah kepadanya! Pasti rahmat Allah akan segera diturunkan kepada Anda.

Kepada semua pembaca, saya mengajak untuk merenungkan isi buku ini! Dengan membaca buku ini Anda tidak hanya tahu, tapi Anda akan menghayati dan merasakan betapa besarnya pengorbanan seorang ibu. Kemudian renungkan kisah-kisahnya! Berempatilah seakan yang dialami oleh seseorang dalam kisah itu adalah Anda, nanti Anda akan merasakan betapa beruntungnya menjadi anak dari seorang ibu. Lalu bersyukurlah kepada ibu dengan menunjukkan darma bakti sesuai dengan kemampuan Anda. Ada 150 cara berbakti kepada ibu yang masih hidup, dan ada banyak cara bakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia. Baca dan amalkan…! Berikan buku ini kepada ibu! Anda juga bisa memberikan buku ini kepada orangorang yang Anda kasihi sebagai hadiah. Dengan begitu, Anda seakan telah mengikrarkan diri, tahu kehebatan ibu, sekaligus memberikan penghargaan yang setinggitingginya kepada ibu. Ibu akan bersyukur dan merasa bangga karena anaknya menyadari tanggung jawabnya. Semoga doa ibu selalu menyertai kita semua. Amin.

Daftar Isi

Sampul
Persembahan
Daftar Isi
Pengantar Penerbit
Pengantar Penulis
Karamah Ibu
     Ibuku Luar Biasa
     Multi Peran Ibu
     Ibu Tidak Penah Berhenti Memberi
     Ibu Memiliki Indra Keenam
     Kata-kata Ibu Bisa Menjadi Kenyataan
     Doa Ibu Tidak Terhalang
     Ibu Adalah Penjaga Dunia Agar Tidak Cepat Kiamat
     Mengapa Ibu Mengemban Anaknya Dengan Tangan Kiri
     Mengapa Hak Ibu Tiga Kali Lipat Daripada Hak Ayah
Cara-cara Berbakti Kepada Ibu
     Siapakah Ibu Kita?
     150 Cara Berbakti Kepada Ibu Yang Masih Hidup
     Cara BerbaktiKepada Orang Tua Yang Sudah Wafat
     Tradisi Penghormatan Kepada Ibu
     Jangan Keterlaluan
     Semuanya Gratis Untuk Anak

Kutipan

Karamah Ibu
Ibuku Luar Biasa

Saya sudah membayangkan. Wow… betapa ibu telah menempuh perjalanan hidup yang berat. Saya sudah merenungkan bagaimana kondisi ibu saat hamil. Saya sudah membayangkan suasana detik-detik menjelang ibu melahirkan secara alami. Allah sudah memberitahu:

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Ibu mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orangorang yang berserah diri” (QS. Aurat Al-Ahqaf:15)

“Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu" (QS. Luqman: 14)

Oh… betapa ibu rela menderita demi aku. Tapi percayalah ibu, aku akan berbakti kepada ibu. Aku akan membuat ibu selalu tersenyum. Aku tidak ingin melihat ibu menangis. Aku ingin membahagikan ibu, dan aku tidak akan menyia-nyiakan pengobanan ibu. Aku tahu ibu telah menjalankan semua peran berat, dan semua itu ibu lakukan dengan penuh keikhlasan. Aku tahu ibu telah banyak menguras air mata, tetapi ibu sembunyikan itu di dapan aku. Percayalah ibu, tidak ada yang sia-sia apa yang sudah ibu lakukan. Allah pasti menyayangi dan mengasihi ibu di dunia dan di akhirat, seperti ibu selama ini dan sepanjang zaman menyayangi dan mengasihi aku. Bergembiralah ibu, karena Rasulullah Saw telah memberikan kabar gembira kepada ibu. Disebutkan dalam hadits riwayat Ath-Thabarani dalam kitab Al- Ausath:

Anas meriwayatkan bahwa wanita yang menyusui putra Rasulullah bernama Ibrahim (wafat masih kecil, pen) bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, engkau gembirakan kaum laki-laki dengan segala kebaikan dan engkau tidak menggembirakan kepada kaum wanita.” Rasulullah Saw menjawab: “Apakah tidak senang ketika wanita hamil dari suaminya dan suaminya juga senang? Kehamilan itu pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah. Jika wanita ditimpa musibah perceraian, penduduk langit dan penduduk bumi tidak tahu bahwa di dalam musibah itu ada sesuatu yang disembunyikan Allah dan itu sangat menyejukkan mata. Jika wanita hamil sudah melahirkan, maka tidak ada air susu yang mengalir kecuali setiap teguknya dan setiap tetesnya memperoleh pahala kebajikan. Sungguh ibu yang tidak tidur di malam hari karena anaknya, maka dalam setiap malamnya medapat pahala seperti membebaskan 70 budak di jalan Allah.”

Dalam hadits yang lain disebutkan:

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Wanita, di saat sedang hamil sampai melahirkan, hingga menjalankan tugas keibuannya, seperti orang yang selalu terikat terus dalam perjuangan di jalan Allah. Dan bila wanita meninggal di masa-masa menjalankan tugas keibuannya, maka dia mendapat pahala orang yang mati syahid” (HR. Ath-Thabarani).

Ibu, berapa pun usia ibu sakarang, saya beraharap ibu tetap optimis menghadapi kehidupan ini. Saya selalu berdoa semoga Allah memanjangkan umur ibu dalam keadaan sehat dan bisa beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Karena Rasulullah menyatakan, sebaikbaik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan banyak amalnya. Rasulullah Saw bersabda:

Dari Usman bin Affan ra, dari Nabi Saw bersabda: “Seorang hamba Muslim jika umurnya sampai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya. Jika umurnya sampai 60 tahun, Allah akan memberikan keteguhan kembali kepada Allah. Jika umurnya sampai 70 tahun, penduduk langit sangat menyayanginya. Jika umurnya sampai 80 tahun, Allah tetapkan seluruh kebaikannya dan Allah hapuskan seluruh keburukannya. Jika umurnya sampai 90 tahun, Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu dan yang akan datang, Allah menjadikannya bisa memberikan pertolongan (syafaat) kepada keluargnya, dan Allah menuliskan nama di langit bahwa dia adalah orang yang dijamin Allah di atas bumi- Nya.

Sungguh luar biasa. Itulah ibuku. Ibu adalah teladan hidupku. Ibulah yang mengasuh aku. Ibu selalu membesarkan hatiku. Ibu selalu menyemangati aku. Ibu selalu berbaik hati padaku. Ibu selalu berhusnuzh zhon. Ibu selalu optimis. Ibu tidak pernah menyerah. Ibu terus berjuang. Ibu selalu patuh kepada ayah. Ibu adalah lampu yang tak pernah padam. Ibu selalu membimbing. Ibu terus memberi nasihat. Ibu tidak pernah berkatakata kasar. Ibu terus berdoa untukku. Ibu pengarah jalanku. Dan semuanya ibu lalukan untuk aku. Karena itulah aku yakin, ibuku dikasihi dan disayangi Allah. Dedikasi ibu sungguh sangat mengagumkan, maka Allah memberikan karamah.

Karamah menurut Kamus Bahasa Arab “Al-Ma’ani” yaitu kejadian yang melampaui batas kebiasaan, yang lahir dari orang-orang yang dikasihi Allah, tapi bukan nabi.

Multi Peran Ibu

Ibu bagi kita adalah pahlawan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Ibu kita tidak dikenal oleh nagara, tetapi dialah yang menyiapkan orang-orang yang mengelola negara. Ibu kita tidak dikenal oleh sejarah, tetapi dialah yang melahirkan manusia-manusia yang mengisi sejarah. Biarkan orang-orang tidak mengetahui ibu kita, tetapi kita harus membanggakannya. Ibu kita adalah segalanya buat kita. Tidak ada tokoh bagi kita yang lebih hebat dari ibu kita. Tidak ada orang yang paling berjasa bagi kita kecuali ibu kita. Ibu kita telah memerankan semua peran yang ada di dunia ini untuk kita. Ibu kita telah menjalankan semua fungsi yang ada di dunia ini untuk kita. Di hadapannya kita diperlakukan seperti raja atau ratu yang selalu dilayaninya. Ibu kitalah yang membanggakan kita di saat tidak ada orang yang bangga dengan kita.

Seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab dan berkata: “Wahai Amirul Mukminin, ibu saya sudah sangat tua. Saya menggendongnya dan saya menyuapinya dengan tangan saya, apakah saya termasuk orang yang bersyukur kepadanya?” Umar menjawab: “Tidak.” Laki-laki itu bertanya: “Mengapa?” Umar berkata: “Kamu melakukan itu, dengan berharap ibu kamu cepat meninggal supaya kamu bisa istirahat, sedangkan ibu kamu melakukan seperti itu kepada kamu, dia selalu mengharap agar kamu panjang umur.”

Ibu kita adalah desainer masa depan kita.
Ibu kita adalah insinyur bagi kita.
Ibu kita adalah dokter bagi kita.
Ibu kita adalah guru bagi kita.
Ibu kita adalah perawat/suster bagi kita.
Ibu kita adalah manajer bagi kita.
Ibu kita adalah pengacara bagi kita.
Ibu kita, maaf, adalah pembantu bagi kita.
Ibu kita adalah penghibur bagi kita.
Ibu kita adalah mentor bagi kita.
Ibu kita adalah motivator bagi kita.
Ibu kita adalah pelabuhan segala rasa bagi kita.
Ibu kita adalah tempat paling damai dan aman di dunia.

Di sisi Allah, ibu kita adalah makhluk yang bermatabat mulia. Ibu kita laksana seorang wali yang diberikan karamah dan keajaiban oleh Allah untuk menyiapkan anaknya. Allah berikan karamah agar anakanaknya merasa bangga dan berbakti kepadanya. Allah menjadikan bakti kepada ibu sebagai jalan untuk meraih pahala, meraih keselamatan, meraih kesuksesan dalam hidup.