Tampilkan di aplikasi

Buku Ananta Vidya hanya dapat dibaca di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.

Spasi Senja di Tepian Kota

1 Pembaca
Rp 57.000 56%
Rp 25.160

Patungan hingga 5 orang pembaca
Hemat beli buku bersama 2 atau dengan 4 teman lainnya. Pelajari pembelian patungan disini

3 Pembaca
Rp 75.480 13%
Rp 21.805 /orang
Rp 65.416

5 Pembaca
Rp 125.800 20%
Rp 20.128 /orang
Rp 100.640

Pembelian grup
Pembelian buku digital dilayani oleh penerbit untuk mendapatkan harga khusus.
Hubungi

Perpustakaan digital
Buku ini dapat dibeli sebagai koleksi perpustakaan digital. Perpustakaan

Bahuku tercipta memang hanya untuk kaujadikan tempat bersandar, di kala datang resah, tatkala risau menghampiri dan kauingin melumuri diriku dengan kisah-kisah pilu.

Aku selalu saja merajut harap, kenyamanan bisa merasuk dalam, menyempurnakan letih yang makin menjauh hingga kesedihan itu pergi tanpa meninggalkan jejak.

Senja pada beribu musim di kota tepian serta purnamanya adalah bagian yang mendewasakan, memberikan beragam warna dan menjadi sebuah lukisan terindah pada buku gambar yang pernah kita miliki. Akan tiba waktunya setiap hal yang kita genggam akan terlepaskan, yang abadi hanyalah rasa, ketika mati kubawa serta.

Salam dalam kasih: Marjiyanti Djoyo Utomo

Ikhtisar Lengkap   

Penulis: Marjiyanti Djoyo Utomo

Penerbit: Ananta Vidya
ISBN: 9786235634517
Terbit: Mei 2022 , 95 Halaman

BUKU SERUPA













Ikhtisar

Bahuku tercipta memang hanya untuk kaujadikan tempat bersandar, di kala datang resah, tatkala risau menghampiri dan kauingin melumuri diriku dengan kisah-kisah pilu.

Aku selalu saja merajut harap, kenyamanan bisa merasuk dalam, menyempurnakan letih yang makin menjauh hingga kesedihan itu pergi tanpa meninggalkan jejak.

Senja pada beribu musim di kota tepian serta purnamanya adalah bagian yang mendewasakan, memberikan beragam warna dan menjadi sebuah lukisan terindah pada buku gambar yang pernah kita miliki. Akan tiba waktunya setiap hal yang kita genggam akan terlepaskan, yang abadi hanyalah rasa, ketika mati kubawa serta.

Salam dalam kasih: Marjiyanti Djoyo Utomo

Pendahuluan / Prolog

Spasi Senja di Tepian Kota
Puji syukur, pada-Mu sang pemilik hati yang senantiasa menjaga, selalu melindungi, memberikan segala yang aku perlu dan menurunkan sang pembimbing, engkaulah nabiku, rasul utusan-Mu, hingga aku mampu melangkah, hingga hari ini.

Bersyukur tak terkira telah pula Kau anugerahkan padaku, ibuku, bapakku, anak-anakku yang tak pernah henti meniupkan napas semangat dalam jiwa sanubari.

Tak terlupakan pada kalian yang selalu memberikan doa serta dukungan, sahabat-sahabatku yang menjadi motivator utamaku hingga aku bisa menuliskan kata-kata yang demikian panjang, melelahkan sekaligus menyenangkan juga melegakan, melapangkan, that is my self healing, saat beban batin menindih dan tak ada yang mampu membantu meringankannya.

Spasi Senja di Tepian Kota adalah rangkaian kata-kata, menjadi sesuatu yang mampu mengurangi kegelisahan yang begitu banyak terjadi dalam kehidupan, bukan sebagai obat sayat yang melukai namun setidaknya menyusutkan bulatan-bulatan kecewa yang bertumpuk menggelembung dalam dada, hingga jauh dari ledakan tiba-tiba, yang dentumannya mungkin akan membawa korban kian meluka.

Bagi kaum perempuan, khususnya saya pribadi, memendam rasa kecewa itu lebih berharga dari pada bicara namun tak pernah menemukan harga dan salah satu cara mengurangi beban adalah menuangkannya dalam susunan kata.

Spasi Senja di Tepian Kota adalah satu caraku mengurai luka yang menjerat di jiwa, bukan untuk menghujat, hanya sekadar sebagai curahan hasrat yang makin penuh berbalut karat.

Spasi Senja di Tepian Kota adalah jejak-jejak pencarian, mendalami lautan syukur menjelajahi samudra sabar yang selama ini masih jauh dari ketercapaian, baru sekadar pelipur lara yang masih sangat mudah ditaklukan resah.

Spasi Senja di Tepian Kota adalah mimpi menghidupkan harapan, sedikit mentertawakan kebodohan disusul dengan kilasan senyum yang mampu membarakan semangat untuk memperbaiki kehidupan.

Salam dalam kasih: Marjiyanti Djoyo Utomo

Penulis

Marjiyanti Djoyo Utomo - Menulis, bagi seorang Marjiyanti Djoyo Utomo adalah obsesi yang terpendam, menjadi mimpi panjang tak berujung, menghantui setiap bagian dari malam-malam penuh angan. Tak bertuan, tanpa ibu-bapa, menulis melesatkan asa dan harapan untuk mengurai kepedihan, luka dan air mata, menemukan muara kala jalan tanpa sengaja terbuka, tanpa batas, tanpa penghalang

Daftar Isi

Sampul
Hak Cipta
Ucapan Syukur
Daftar Isi
Merelakanmu Pergi
Purnama Kemarin Sore
Belajar Merawat Luka
Batas Langit Senja
Berbincang Tentang Sebuah Pilu
Aku Menjadikan Diriku
Belenggu Kebebasanmu
Dirimu Seakan Rimba ,Menyesatkan
Di Persinggahan Sepi
Aku Ingin Beranjak
Denganmu Padà¶-Nya
Yang Fana Adalah Waktu Sementara Rasa Akan Selalu dan Abadi
Kepada Sebuah Nama
Di Dermaga Penuh Pindu
Semua Perlu Waktu
Kisah Tersembunyi di Balik Pagi
Surat Untukmu di Surga
Sampul Belakang