Dapatkan majalah digital Autobild Rp. 30,000 atau berlangganan mulai Rp. 330,000
Baca halaman pratinjau melalui aplikasi myedisi reader
Edisi 380
105 Halaman, Terbit 15 November 2017
Majalah Dwi Mingguan

Seperti tren sebelumnya, 45th Tokyo Motor Show 2017 masih membawa semangat yang sama. Semangat memperkenalkan masa depan saat ini.

Publik dikejutkan dengan munculnya bensin baru berlabel Vivo. Ada 3 jenis bensin yang diluncurkan di SPBU Cilangkap, Jaktim. Yaitu Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92. Kejutan bukan karena sekadar merek baru di Indonesia, tapi Revvo 89 dengan nilai oktan 89 (RON) dijual lebih murah dari bensin Premium (RON 88) Pertamina. Bedanya Rp 350/liter (Premium 88 Rp 6.450/l VS Revvo 89 Rp 6.100/l).

Awalnya Revvo 89 dijual dengan nama Revvo 88 dengan nilai oktan 88, sama persis dengan Premium. Namun kemudian muncul polemik soal izin. Sehingga Vivo memutuskan mengganti nama dan oktannya jadi 89. Di sini saya tak mau membahas lebih banyak soal polemik tersebut. Begitupun soal kemampuan Vivo memproduksi bensin setara Premium lebih efisien tanpa subsidi pemerintah.

Justru yang menarik membahas mengapa Vivo masih berpikir menjual bensin dengan nilai oktan 88 atau 89 sekalipun. Padahal teknologi mesin-mesin modern, terutama mobil, sudah tidak cocok. Nyaris saat ini tidak ada satu mobilpun yang disarankan produsennya untuk meminum bensin oktan di bawah 90. Memang pasar bensin oktan rendah (baca: di bawah RON 90) masih besar.

Namun mesin-mesin modern mayoritas memiliki rasio kompresi ruang bakar tinggi (di atas 9:1) yang menuntut bensin minimal RON 90. Sejak tahun 2000-an, mesin modern muncul ditandai dengan teknologi katup variabel dan sekarang malah sudah memakai turbo.

Mesin dengan rasio kompresi tinggi (10:1) sudah jamak dipakai hampir di semua mobil baru saat ini. Ini bukan tanpa alasan. Penyebabnya karena efisiensi tenaga dan konsumsi BBM hanya bisa didapat dari mesin dengan rasio kompresi tinggi. Coba saja lihat di mesin Mazda Skyactiv yang memiliki rasio kompresi hingga 13:1 (versi Indonesia) dan 14:1 (versi Jepang). Lewat cara ini, performa mesin meningkat sekaligus hemat BBM.

Konsekuensinya perlu bensin oktan tinggi. Minimal RON 90. Akan lebih baik jika mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1 memakai RON 92 atau 95. Bahkan mesin-mesin turbo modern disarankan memakai RON 98. Lantas apa akibatnya jika kemudian mesin-mesin di mobil modern saat ini diisi bensin RON rendah? Efek instan memang sulit dirasakan buat pengemudi awam. Namun jika Anda sensitif terhadap performa mobil, akselerasi akan lebih lambat. Atau istilah umum, tarikan mesinnya jadi berkurang. Kemudian akan muncul detonasi atau gejala ngelitik dari mesin.

Suaranya mirip ketukan yang muncul saat mesin diajak berakselerasi. Jika terus dibiarkan hingga bertahun-tahun akan muncul kerak di ruang bakar akibat proses pembakaran yang tidak sempurna. Efeknya cukup fatal jika terus dibiarkan mesin lama-lama jebol. Semua hanya gara-gara pemakaian bensin beroktan rendah. Jika Pertamina masih menjual Premium karena pemerintah ingin tetap menyediakan bensin murah dari subsidi. Lantas saya tidak dapat mendugaduga apa alasan Vivo tetap menjual bensin oktan rendah.

Apakah ada alasan politis, peluang pasar atau apa, entahlah. Namun yang dapat saya sampaikan adalah Revvo 89 atau bahkan Premium 88 sudah tak layak lagi dikonsumsi mesin-mesin mobil saat ini. Pilihan ada di tangan Anda. Mau sekadar murah di depan tapi bikin jebol mesin di ujungnya? Silahkan saja
Sampul
Content
Capture
Top story : Honda CR-V Hybird, CR-V bermesin campuran
     Audi RS4 Avant, kombinasi tenaga besar dan utilitas keluarga
     SUV kompak baru Ford, tak lagi macho?
     Kia Stonic, terlalu manis untuk di jalan jelek
     BMW Concept X7, SUV terbongkar BMW
Mailbox
Top story : Lamborghini Aventador S Roadster, sepintas sama tapi lebih canggih
New car : Toyota TJ Cruiser, integrasi SUV dengan VAN
     Mitsubishi E-Evalution Concept, proyeksi masa depan Mitsubishi
     Suzuki Swift Sport, the next-Gen Swift
     Mazda CX -8, serupa tapi tak sama
     Sedan hidrogen Honda, unlike anything else
     Infiniti Q60, serigala berbulu domba
     Land Rover Discovery vs Volvo XC 90, dua raksasa dengan jantung kecil
     BMW 430I Cuope vs Audi A5 Coupe 2.0 TFSI Quattro, Perseteruan abadi duo Jerman
Auto focus : This is where the future lies
     Toyota, start your impossible
     Honda Sports EV Concept
     Mitsubishi, drive your ambition
     Mazda terus konsisten dengan filosofi desain
     Suzuki
How to buy : Meminang SUV Diesek BMW bekas, meminang si macho BMW
Best choice : Transporter negeri fashion
Price list
AUTOBILD hadir bagi seluruh pemilik dan calon pemilik mobil. Selain menyajikan berita-berita terbaru (update news) dan pengetesan berbagai mobil baru termasuk dalam bentuk audio visual, juga berisi berbagai panduan seputar kepemilikan kendaraan. Termasuk interaksi dan aktivitas komunitas otomotif dengan kanal yang melayani kebutuhan mereka.

Menjadi market leader lewat media cetak di Indonesia, AUTOBILD.CO.ID hadir di dunia maya untuk menjadi media yang sangat efektif dalam mempromosikan produk/jasa yang membidik insan otomotif sebagai sasarannya. Baik itu pemilik kendaraan secara umum maupun komunitas-komunitas dengan beragam pendekatan. Baik berupa ad placement, creative ad, atau community activation.
2017   2016   2015