Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Kimia Analitik

Kimia Analitik: SMK Kelas XII - KTSP 2006

Kimia Analitik

Kimia Analitik merupakan salah satu cabang Ilmu Kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Dalam melakukan pemisahan atau pengukuran unsur atau senyawa kimia, memerlukan atau menggunakan metode analisis kimia.

Kimia analitik mencakup kimia analisis kualitatif dan kimia analisis kuantitatif. Analisis kualitatif menyatakan keberadaan suatu unsur atau senyawa dalam sampel, sedangkan analisis kuantitatif menyatakan jumlah suatu unsur atau senyawa dalam sampel.

Kimia analitik tidak hanya digunakan di bidang kimia saja, tetapi digunakan juga secara luas di bidang ilmu lainnya. Penggunaan kimia analitik di berbagai bidang diantaranya :
a. Pengaruh komposisi kimia terhadap sifat fisik. Efisiensi suatu katalis, sifat mekanis dan elastisitas suatu logam, kinerja suatu bahan bakar sangat ditentukan oleh komposisi bahanbahan tersebut.
b. Uji kualitas.
Analisis kimia sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas udara di sekitar kita, air minum yang kita gunakan, makanan yang disajikan. Dibidang industri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan suatu bahan baku yang akan digunakan, produk setengah jadi dan produk jadi. Hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi yang ditetapkan. Bidang ini disebut pengawasan mutu atau quality controll.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Adam Wiryawan

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786028320405
Terbit: Juni 2008, 318 Halaman

Ikhtisar

Kimia Analitik merupakan salah satu cabang Ilmu Kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Dalam melakukan pemisahan atau pengukuran unsur atau senyawa kimia, memerlukan atau menggunakan metode analisis kimia.

Kimia analitik mencakup kimia analisis kualitatif dan kimia analisis kuantitatif. Analisis kualitatif menyatakan keberadaan suatu unsur atau senyawa dalam sampel, sedangkan analisis kuantitatif menyatakan jumlah suatu unsur atau senyawa dalam sampel.

Kimia analitik tidak hanya digunakan di bidang kimia saja, tetapi digunakan juga secara luas di bidang ilmu lainnya. Penggunaan kimia analitik di berbagai bidang diantaranya :
a. Pengaruh komposisi kimia terhadap sifat fisik. Efisiensi suatu katalis, sifat mekanis dan elastisitas suatu logam, kinerja suatu bahan bakar sangat ditentukan oleh komposisi bahanbahan tersebut.
b. Uji kualitas.
Analisis kimia sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas udara di sekitar kita, air minum yang kita gunakan, makanan yang disajikan. Dibidang industri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan suatu bahan baku yang akan digunakan, produk setengah jadi dan produk jadi. Hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi yang ditetapkan. Bidang ini disebut pengawasan mutu atau quality controll.

Pendahuluan / Prolog

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.

Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK

Kata Pengantar
Dengan rahmat Allah SWT kami dapat menyusun buku ajar dengan judul Kimia Analitik.

Buku ini mencakup poko bahasan : kegiatan di laboratorium dengan benar, keselamatan dan keshatan kerja di laboratotium, metode analisis kimia yaitu secara gravimetri, volumetri (titrasi), spektrofotometri, kromatografi.

Mudah-mudahan Buku ini bermanfaat bagi siswa Sekolah Menengah terutama siswa Sekolah Menengah Kejuruan.

Para siswa diharapkan melengkapinya dari literatur yang disarankan untuk kesempurnaan buku ini.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga tersusunnya buku ini

Penulis,

Daftar Isi

Kata Sambutan
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I Pendahuluan
     1.1. Pengertian Kimia Analitik
     1.2. Penggunaan Kimia Analitik
     1.3.Tahapan Dalam Analisis Kimia
     1.4. Metode Dalam Analisis Kimia
BAB II Perlakuan Data Hasil Analisis dan Kesalahan Pengukuran
     2.1. Pendahuluan
     2.2. Ketepatan dan Ketelitian
     2.3. Kesalahan Dalam Pengukuran
     2.4. Rambatan Kesalahan
     2.5. Batas Kepercayaan
     2.6. Uji Q
     2.7. Contoh Perhitungan Kesalahan pada Titrasi
     Soal Latihan
BAB III Kegiatan di Laboratorium
     3.1. Kegiatan yang Benar di Laboratorium
     3.2. Menyiapkan Laboratorium Untuk Analisis rutin
     3.3. Menyimpan Bahan Kimia dan Larutan
     3.4. Perawatan Alat Gelas
BAB IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium
     4.1. Hal-hal Penyebab Kecelakaan
     4.2. Sumber-sumber Kecelakaan Kerja
     4.3. Pengenalan Bahan Beracun dan Berbahaya
     4.4. Teknik Percobaan Berbahaya
BAB V Titrasi ( Volumetri )
     5.1. Prinsip Titrasi
     5.2. Konsentrasi Larutan
BAB VI Titrasi Asam Basa
     6.1. Prinsip Titrasi Asam Basa
     6.2. Kurva Titrasi Asam Basa
     6.3. Indikator Asam Basa
     6.4. Beberapa Prosedur Titrasi Asam Basa
BAB VII Argentometri
     Metode Mohir
          1. Standardisasi Larutan AgNO3 dengan Larutan Standar NaCl
          2. Penentuan Kadar NaCl dalam Garam Dapur
          3. Penentuan Kadar Klorida dalam Air Laut
     Metode Volhard
          1. Standarisasi Larutan Amonium Tiosianat (NH4SCN) dengan Larutan Standar AgNO3
          2. Penentuan Kadar NaCl dalam Garam Dapur
          3. Penentuan Konsentrasi Klorida dalam Air Laut
     Metode Fajans
          1. Standarisasi Larutan AgNO3 dengan Larutan Standar NaCl
          2. Penentuan Kadar NaCl dalam Garam Dapur
          3. Penentuan Konsentrasi Ion Klorida ( Cl ) dalam Air Laut
          4. Penentuan Kadar Sulfat
BAB VIII Titrasi Kompleksometri
     1. Standarisasi Larutan Edta dengan Larutan CaCl2
     2. Penentuan Total Kesadahan dalam Air Laut
BAB IX Titrasi Oksidasi Reduksi
     Penentuan Besi dalam Sampel Bijih Besi Secara Titrasi Oksidasi dengan Bikhromat
     Penentuan Kadar Tembaga ( Cu ) dalam Sampel Bijih Tembaga Secara Iodometri
BAB X Gravimetri
     10.1. Penentuan Klorida
     10.2. Penentuan Alumunium
     10.3. Penentuan Sulfat
     10.4. Penentuan Kalium
BAB XI Analisis Mikrobiologi
     Analisis Proksimat dan asam lemak pada beberapa komoditas kacang-kacanganN
BAB XII Analisis Proksimat
     Analisis Proksimat dan Asam Lemak pada beberapa Komoditas Kacang-kacangan
BAB XIII Analisis Secara Elektrokimia
     13.1. Menyiapkan standar
     13.2. Menguji sampel
     13.3. Kebijakan/Prosedur yang Tersedia
     13.4. Pengetahuan dan Keterampilan Penunjang
BAB XIV Uji Organoleptik
     14.1. Persiapan untuk melaksanakan uji organoleptik
     14.2. Melaksanakan uji organoleptik
     14.3. Mencatat dan melaporkan hasil
     14.4. Kebijakan/Prosedur yang Berkaitan
     14.5.. Peralatan dan Fasilitas yang Diperlukan
     14.6. Prosedur Penilaian
     14.7. Pengetahuan dan Keterampilan Penunjang
BAB XV Spektrofotometri UV-Tampak
     15.1 Radiasi Elektromagnetik
     15.2 Absorpsi Radiasi oleh Molekul
     15.3. Teori Spektrometri Absorpsi Molekul
     15.4 Analisis Kuntitatif
     15.5. Instrumen yang digunakan pada Spektrofotometer UV-Tampak
     15.6 Analisis Multikomponen
BAB XVI Spektrofotometri Infra Merah
     16.1. Teori Dasar Absorpsi Infra Merah
     16.2 Struktur Sempurna pada Absorpsi Infra Merah
     16.3. Transisi lain yang menghasilkan infra merah
     16.4 Kompleksitas spektrum infra merah
     16.5 Penyajian spektrum infra merah
     16.6. Aplikasi Spektrometri Absorpsi Infra Merah
     16.7. Bahan yang digunakan pada sel absorpsi spektrometer infra merah
     16.8. Instrumentasi
XVII Spektrofotometri Serapan Atom ( SSA )
     17.1. Pendahuluan
     17.2. Lebar pita spektra atom
     17.3. Spektrometer serapan atom
BAB XVIII Kromatografi
     18.1. Pendahuluan
     18.2. Klasifikasi kromatografi
     18.3. Teori dasar
     18.4. Kromatografi gas
     18.5. Kromatografi cair (liquid chromatography)
     18.6. Interaksi solven-solut dalam kromatografi
     18.7. Fase gerak untuk kromatografi cair
     18.8. Pemisahan dengan Kromatografi Lapis tipis dan Kromatografi kolom