Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Seni Budaya

Seni Budaya : SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI - Semester 2 - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017

Seni Budaya

Pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia muda pada dasarnya merupakan aktivitas menyiapkan kehidupan baik perorangan, masyarakat, maupun suatu bangsa menuju kehidupan yang lebih baik. Untuk menuju kehidupan yang lebih baik di era globalisasi dan menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2040, pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal sebagai penanaman nilai dan ketahanan budaya bangsa sangat diperlukan. Penanaman nilai di kalangan generasi muda saat ini dipandang penting mengingat tantangan yang dihadapi mereka di masa depan sangat berat, terutama berkaitan dengan pergeseran nilai yang akan, sedang, dan sudah terjadi baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

Terkait hal tersebut, kiranya diperlukan materi bahan ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi generasi muda yang sedang mengarungi masa globalisasi, agar memiliki pegangan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara dalam lingkungan lokal maupun global. Buku ini menawarkan berbagai contoh metode dan pendekatan pendidikan seni (rupa, musik, tari, teater) Indonesia berbasis Kurtilas. Walaupun belum sempurna, harapan kami semoga buku ini menjadi pelita di tengah gulita.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tati Narawati / Sem Cornelius / Siswandi / Jose Rizal Manua
Editor: Dyah Tri Palupi

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786024271428
Terbit: Januari 2017, 129 Halaman

Ikhtisar

Pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia muda pada dasarnya merupakan aktivitas menyiapkan kehidupan baik perorangan, masyarakat, maupun suatu bangsa menuju kehidupan yang lebih baik. Untuk menuju kehidupan yang lebih baik di era globalisasi dan menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2040, pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal sebagai penanaman nilai dan ketahanan budaya bangsa sangat diperlukan. Penanaman nilai di kalangan generasi muda saat ini dipandang penting mengingat tantangan yang dihadapi mereka di masa depan sangat berat, terutama berkaitan dengan pergeseran nilai yang akan, sedang, dan sudah terjadi baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

Terkait hal tersebut, kiranya diperlukan materi bahan ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi generasi muda yang sedang mengarungi masa globalisasi, agar memiliki pegangan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara dalam lingkungan lokal maupun global. Buku ini menawarkan berbagai contoh metode dan pendekatan pendidikan seni (rupa, musik, tari, teater) Indonesia berbasis Kurtilas. Walaupun belum sempurna, harapan kami semoga buku ini menjadi pelita di tengah gulita.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Proses globalisasi yang sedang dan sudah berlangsung dewasa ini secara faktual telah menjangkau kawasan budaya di seluruh dunia sebagai satu kesatuan wilayah hunian manusia dengan kriteria dan ukuran yang relatif sama dan satu. Budaya global yang relatif telah menjadi ukuran dan menandai konstelasi dunia dewasa ini, yaitu karakteristik budaya yang berorientasi pada nilai-nilai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bersumber dari pemikiran rasional silogistis Barat.

Proses tersebut mengakibatkan terjadinya tarik menarik antara kekuatan global disatu sisi dan pertahanan lokal di sisi lainnya. Dalam hal ini antara proses globalisasi yang berorientasi dan tunduk pada sistem dan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi Barat versus pelokalan yang pada umumnya justru sebaliknya. Batas antara keduanya memang tidak pernah dapat diambil secara tegas hitam-putih. Roberston (1990) menggambarkannya sebagai the global instutuationalization of life-world and the lokalization of globality.

Berbagai upaya kompromistis dilakukan agar masyarakat memiliki kekuatan untuk berada di kedua posisi sekaligus untuk berada pada titik keseimbangan antara kedua posisi tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan dan memberdayakan system indigenous knowledge, indigenous technology, indigenous art, indigenous wisdom, yang biasanya kurang atau tidak ilmiah tetapi justru kaya atau kental kandungan nilai etika dan estetika yang berakar pada budaya masyarakat pendukungnya.

Pengkajian terhadap pengetahuan lokal secara ilmiah akan memperkaya pengetahuan dengan derajat kandungan nilai-nilai humanitas yang relatif tinggi. Di tengah pusaran pengaruh hegemoni global tersebut, fenomena di bidang pendidikan yang terjadi juga telah membuat lembaga pendidikan serasa kehilangan ruang gerak. Selain itu, juga membuat semakin menipisnya pemahaman siswa tentang sejarah lokal serta tradisi budaya di lingkungannya. Padahal, dari perspektif kultural tidak dapat disangkal Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang luar biasa.

Junus Melalatoa (1995) telah mencatat, sekurang-kurangnya 540 suku bangsa di Indonesia yang masingmasing memiliki dan mengembangkan tradisi atau pola kebudayaan lokal yang saling berbeda. Dalam pada itu pola-pola kebudayaan tersebut juga berubah sebagai reaksi terhadap dominannya pengaruh budaya global. Reaksi balik tersebut bukan untuk melawan tetapi mencari titik temu dalam rangka menjaga eksistensi dan identitas kelompok dan kebudayaan lokal mereka.

Salah satu upaya untuk menjaga eksistensi dan penguatan budaya, dilaksanakan melalui pendidikan seni yang syarat dengan muatan nilai kearifan lokal dan penguatan karakter bangsa. Sudah tentu sebagai suatu proses pendidikan dilaksanakan secara sistemik yang berlangsung secara bertahap berkesinambungan dalam situasi dan kondisi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh sebab itu, tidaklah salah jika pendidikan merupakan salah satu arah dari Millennium Development Goals (MDGs). (www.unmillenniumproject.org/goals & https://id.wikipedia.org/wiki/Tujuan_Pembangunan) Pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia muda pada dasarnya merupakan aktivitas menyiapkan kehidupan baik perorangan, masyarakat, maupun suatu bangsa menuju kehidupan yang lebih baik.

Untuk menuju kehidupan yang lebih baik di era globalisasi dan menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2040, pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal sebagai penanaman nilai dan ketahanan budaya bangsa sangat diperlukan. Penanaman nilai di kalangan generasi muda saat ini dipandang penting mengingat tantangan yang dihadapi mereka di masa depan sangat berat, terutama berkaitan dengan pergeseran nilai yang akan, sedang, dan sudah terjadi baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

Terkait hal tersebut, kiranya diperlukan materi bahan ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi generasi muda yang sedang mengarungi masa globalisasi, agar memiliki pegangan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara dalam lingkungan lokal maupun global. Buku ini menawarkan berbagai contoh metode dan pendekatan pendidikan seni (rupa, musik, tari, teater) Indonesia berbasis Kurtilas. Walaupun belum sempurna, harapan kami semoga buku ini menjadi pelita di tengah gulita.

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 : Pemeran seni rupa
     A. Panitia pameran
     B. Proposal pameran
     C. Materi pameran
     D. Kurasi pameran
     E. Aktivitas diskusi
     F. Nilai pameran
Bab 2 : Menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pameran karya seni rupa
     A. Perencanaan
     B. Pelaksanaan
     C. Pasca pameran
     D. Rangkuman
     E. Refleksi
     F. Uji kompetensi
Bab 3 : Menganalisis konsep, prosedur, fungsi, tokoh, dan nilai estetis karya seni rupa
     A. Konsep
     B. Prosedur
     C. Fungsi
     D. Tokoh
     E. Nilai estetis
Bab 4 : Memamerkan karya seni rupa dua dan tiga dimensi hasil modifikasi
     A. Klasifikasi materi pameran
     B. Seleksi materi pameran
     C. Kurasi pameran
     D. Pemajangan
     E. Pembukaan pameran
Bab 5 : Menganalisis karya seni rupa berdasarkan jenis, fungsi, tema dan tokoh dalam bentuk lisan dan tulisan
     A. Jenis
     B. Fungsi
     C. Tema
     D. Tokoh
     E. Tugas pengkajian karya seni rupa
Bab 6 : Fenomena seni rupa
     A. Seni rupa pramodern
     B. Seni rupa modern
     C. Seni rupa posmodern
Bab 7 : Memainkan alat musik barat
     A. Memainkan alat musik barat
Bab 8 : Membuat tulisan tentang musik barat
     A. Membuat tulisan tentang musik barat
     B. Mempresentasikan hasil analisis musik barat
     C. Mengkomunikasikan
Bab 9 : Evaluasi gerak tari kreasi berdasarkan teknik tata pentas
     A. teknik tata pentas tari kreasi
     B. Mendeskripsikan karya tari kreasi baru berdasarkan teknik tata pentas
     C. Uji kompetensi
Bab 10 : Mengevaluasi bentuk, jenis, nilai estetis, fungsi dan tata pentas dalam karya tari kreasi
     A. Konsep evaluasi tari
     C. Cara menulis evaluasi
Bab 11 : Merancang pementasan
     B. Pengertian drama
     C. Sejarah teater dunia
     D. Teater modern
Bab 12 : Pementasan teater
     A. Konsep pementasan
     B. Teknik pementasan
     C. Prosedur pementasan
     D. Uji kompetensi
Glosarium
Daftar pustaka
Profil penulis