Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti

Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti : SMP Kelas VII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017

Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti

Pendidikan sangat menekankan adanya suatu pandangan bahwa watak sejati manusia itu pada dasarnya baik. Sekiranya sifat manusia itu jahat, maka pendidikan tidak akan terlaksana tanpa sebuah pemaksaan, dan pendidikan yang dilaksanakan dengan sebuah pemaksaan pasti tidak akan membuahkan hasil yang baik. Pendidikan, sebagaimana ditegaskan dalam kitab Liji adalah ‘membimbing berjalan dan bukan menyeret’. Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana, dan segalanya harus dilakukan dengan wajar, membukakan jalan lalu mengarahkan, memberi penguatan namun tidak mendikte.

Berdasarkan filosofi pendidikan ini, muncul peribahasa “Menanam pohon cukup sepuluh tahun, menanam manusia butuh seratus tahun.” Oleh karena itu perlu dipahami bahwa proses pendidikan membutuhkan waktu lama, kerja keras, konsistensi, dan komitmen yang tinggi (kesungguhan) dari para guru. Dalam Liji ditegaskan, “Di rumah, merawat tidak mendidik itu kesalahan orang tua. Di luar rumah, mendidik tidak sungguh-sungguh itu kemalasan guru.”

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Js. Gunadi / Js. Gunadi / Js. Hartono Hutomo / Js. Hartono Hutomo
Editor: Hartanti Suparlan, SE., M.Pd. / Hartanti Suparlan, SE., M.Pd.

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786022829560
Terbit: Januari 2017, 161 Halaman

Ikhtisar

Pendidikan sangat menekankan adanya suatu pandangan bahwa watak sejati manusia itu pada dasarnya baik. Sekiranya sifat manusia itu jahat, maka pendidikan tidak akan terlaksana tanpa sebuah pemaksaan, dan pendidikan yang dilaksanakan dengan sebuah pemaksaan pasti tidak akan membuahkan hasil yang baik. Pendidikan, sebagaimana ditegaskan dalam kitab Liji adalah ‘membimbing berjalan dan bukan menyeret’. Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana, dan segalanya harus dilakukan dengan wajar, membukakan jalan lalu mengarahkan, memberi penguatan namun tidak mendikte.

Berdasarkan filosofi pendidikan ini, muncul peribahasa “Menanam pohon cukup sepuluh tahun, menanam manusia butuh seratus tahun.” Oleh karena itu perlu dipahami bahwa proses pendidikan membutuhkan waktu lama, kerja keras, konsistensi, dan komitmen yang tinggi (kesungguhan) dari para guru. Dalam Liji ditegaskan, “Di rumah, merawat tidak mendidik itu kesalahan orang tua. Di luar rumah, mendidik tidak sungguh-sungguh itu kemalasan guru.”

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Hadirnya Kurikulum baru bukan berarti Kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum selalu baik dan cocok pad ajamannya. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karen aitu, Kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad XXI menjadi pijakan di dalam pengembangan Kurikulum 2013.

Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad XXI, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada Kurikulum 2013.

Sudah barang tentu untuk mencapai tema itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Itu sebabnya perlu merumuskan Kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba (observation based learning) untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Di samping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning.

Pengembangan Kurikulum 2013, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pada Kurikulum 2006, bertujuan juga untuk mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan (mempresentasikan), apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih baik. Mereka akan lebihk reatif, inovatif, dan lebih produktif. Sedikitnya ada lima entitas, masing-masing peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen satuan pendidikan, negara dan bangsa, serta masyarakatu mum, yang diharapkan mengalami perubahan.

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam keberhasilan Kurikulum 2013. Pertama, penentu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan Kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk Kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan (iii) penguatan manajemen dan budaya sekolah.

Seiring implementasi Kurikulum 2013 tersebut, guru (mau tidak mau) dipacu untuk terus meningkatkan kemampuan dalam segala hal terkait dengan bidang pekerjaan (mulia) nya ini. Kemampuan mengelola kelas, merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, serta melakukan penilaian. Oleh karen aitu, dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pembelajaran diperlukan Buku Panduan Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah yang sekaligus menjadi panduan implementasi Kurikulum 2013.

Panduan ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan atau referensi bagi para Pendidik dalam merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan proses pembelajaran serta menilai hasil pembelajaran sesuai dengan konsep Kurikulum 2013. Padadiri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus diberiperhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan Kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan.

Guru sebagai ujung tombak penerapan Kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Kesiapan guru lebih penting dari pada pengembangan Kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam Kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

Guru berperan besar di dalam proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013. Guru kedepan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan. Akhirnya, ijinkan kami menyitir satu nasihat bijak tentang siapa sebenarnya yang pantas dijadikan guru? Nabi Kongzi bersabda: “Orang yang memahami ajaran lama dan dapat menerapkannya pada yang baru, dia boleh dijadikan guru.”

Penulis

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 : Pendahuluan
     A. Hakikat Pendidikan
     B. Tujuan Pendidikan Agama Khonghucu
     C. Pentingnya Pendidikan
     D. Pendidikan yang Baik
     E. Guru yang Baik
Bab 2 : Prinsip dan pendekatan pembelajaran
     A. Prinsip Pembelajaran
     B. Pendekatan pembelajaran
Bab 3 : Desain dasar pembelajaran
     A. Rancangan Pembelajaran
     B. Perencanaan Pembelajaran
     C. Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Bab 4 : Model-model pembelajaran
     A. Cooperative Learning
     B. Field Trip
     C. Ibadah Bersama
     D. Kontekstual
     E. Pembelajaran Langsung
     F. Pembelajaran Berbasis Masalah
     G. Problem Solving
     H. Problem Posing
     I. Probing Prompting
     J. Pembelajaran Bersiklus
     K. Reciprocal Learning
Bab 5 : Media dan sumber belajar
     A. Media Pembelajaran
     B. Sumber Belajar
Bab 6 : Kompetensi inti dan kompetensi dasar
     A. Standar Kompetensi Lulusan
     B. Kompetensi Inti
     C. Kompetensi Dasar
Bab 7 : Standar penilaian
     A. Hakikat Penilaian
     B. Prinsip-Prinsip Penilaian
     C. Penilaian Otentik
     D. Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap
     E. Pengembangan Istrumen Penilaian Pengetahuan
Bab 1 : Definisi, makna dan fungsi agama
Bab 2 : Sejarah dan perkembangan agama khonghucu
Bab 3 : Hiyakat suci nabi kongzi
Bab 4 : Nabi kongzi sebagai tianzi duo
Bab 5 : Pengakuan iman yang pokok
Bab 6 : Tempat ibadah umat khonghucu
Daftar pustaka
Profil penulis