Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti : SMA/SMK Kelas XI - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017

Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Dalam kehidupan anak, pendidikan memiliki tempat dan peran yang amat strategis. Melalui pendidikan, anak dibantu dan distimulasikan agar dirinya berkembang menjadi pribadi yang dewasa secara utuh. Begitu juga dalam kehidupan beragama dan beriman, pendidikan iman mempunyai peran dan tempat yang utama. Meskipun perkembangan hidup beriman pertamatama merupakan karya Allah yang menyapa dan membimbing anak menuju kesempurnaan hidup berimannya, manusia bisa membantu perkembangan hidup beriman anak dengan menciptakan situasi yang memudahkan semakin erat dan mesranya hubungan anak dengan Allah.

Dengan demikian, pendidikan iman tidak dimaksudkan untuk mencampuri secara langsung perkembangan hidup beriman anak yang merupakan suatu misteri, tetapi untuk menciptakan situasi dan iklim kehidupan yang membantu serta memudahkan perkembangan hidup beriman anak. Pendidikan pada umumnya merupakan hak dan kewajiban utama dan pertama orangtua. Demikian pula dengan pendidikan iman, orang tualah yang memiliki hak dan kewajiban pertama dan utama dalam memberikan pendidikan iman kepada anak-anaknya.

Pendidikan iman pertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat dan lingkungan dimana anak mulai mengenal dan mengembangkan iman. Pendidikan iman yang dimulai di keluarga perlu diperkembangkan lebih lanjut dalam kebersamaan dengan jemaat yang lain. Perkembangan iman dilakukan pula dengan bantuan pastor, katekis, dan guru agama. Negara mempunyai kewajiban untuk menjaga dan memfasilitasi agar pendidikan iman bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan iman masing-masing.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Daniel Boli Kotan / P. Leo Sugiyono
Editor: Dra. Mariati Purba, M.Pd

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786024270629
Terbit: Januari 2017, 337 Halaman

Ikhtisar

Dalam kehidupan anak, pendidikan memiliki tempat dan peran yang amat strategis. Melalui pendidikan, anak dibantu dan distimulasikan agar dirinya berkembang menjadi pribadi yang dewasa secara utuh. Begitu juga dalam kehidupan beragama dan beriman, pendidikan iman mempunyai peran dan tempat yang utama. Meskipun perkembangan hidup beriman pertamatama merupakan karya Allah yang menyapa dan membimbing anak menuju kesempurnaan hidup berimannya, manusia bisa membantu perkembangan hidup beriman anak dengan menciptakan situasi yang memudahkan semakin erat dan mesranya hubungan anak dengan Allah.

Dengan demikian, pendidikan iman tidak dimaksudkan untuk mencampuri secara langsung perkembangan hidup beriman anak yang merupakan suatu misteri, tetapi untuk menciptakan situasi dan iklim kehidupan yang membantu serta memudahkan perkembangan hidup beriman anak. Pendidikan pada umumnya merupakan hak dan kewajiban utama dan pertama orangtua. Demikian pula dengan pendidikan iman, orang tualah yang memiliki hak dan kewajiban pertama dan utama dalam memberikan pendidikan iman kepada anak-anaknya.

Pendidikan iman pertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat dan lingkungan dimana anak mulai mengenal dan mengembangkan iman. Pendidikan iman yang dimulai di keluarga perlu diperkembangkan lebih lanjut dalam kebersamaan dengan jemaat yang lain. Perkembangan iman dilakukan pula dengan bantuan pastor, katekis, dan guru agama. Negara mempunyai kewajiban untuk menjaga dan memfasilitasi agar pendidikan iman bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan iman masing-masing.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Pantaslah kita semua bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa atas terbitnya buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang telah direvisi dan diselaraskan sesuai perkembangan Kurikulum 2013. Agama terutama bukanlah soal mengetahui mana yang benar atau yang salah. Tidak ada gunanya mengetahui, tetapi tidak melakukannya, seperti dikatakan oleh Santo Yakobus; “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Demikianlah, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah.

Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan siswa berkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan. Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasah keterampilan beragama serta mewujudkan sikap beragama peserta didik yang utuh dan berimbang yang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya.

Oleh karena itu pendidikan agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti yang luhur. Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta kasih, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, intelektual, dan kreativitas. Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari para siswa itu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan perilaku anak didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidup mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahirbatin, jasmani-rohani, material-spiritual, dan individu-sosial.

Selaras dengan itu, pendidikan agama Katolik secara khusus bertujuan membangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh dan berkembang mencapai kepribadian utuh yang semakin mencerminkan diri mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah, “Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia” (Kejadian 1:27). Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu mengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. [Sigit D.K: 2013] Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat itu.

Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi pengetahuan agama bukanlah hasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Oleh karena itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa.

Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran iman Katolik. Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa didorong untuk mempelajari agamanya melalui pengamatan terhadap sumber belajar yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Lebih-lebih untuk usia remaja perlu ditantang untuk kritis sekaligus peka dalam menyikapi fenomena alam, sosial, dan seni budaya.

Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan yang ada dalam buku ini. Penyesuaian ini antara lain dengan membuka kesempatan luas bagi kreativitas guru untuk memperkayanya dengan kegiatan kegiatan lain yang sesuai dan relevan dengan tempat di mana buku ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupun belajar langsung dari sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.

Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas ajaran iman Katolik berterima kasih kepada pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kerja sama yang baik selama ini mulai dari proses penyusunan kurikulum hingga penulisan buku teks pelajaran ini.

Jakarta, Medio Februari 2017
Salam,

Penulis

Daftar Isi

Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
     A. Latar belakang
     B. Hakikat pendidikan agama Katolik
     C. Tujuan Pendidikan Agama Katolik
     D. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Katolik
     E. Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik
     F. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Bab 1 : Arti dan makna gereja
     A. Gereja sebagai Umat Allah
     B. Gereja Sebagai Persekutuan Yang Terbuka
Bab 2 : Sifat-sifat gereja
     A. Gereja yang Satu
     B. Gereja yang Kudus
     C. Gereja yang Katolik
     D. Gereja yang Apostolik
Bab 3 : Peran hierarki dan kaum awam dalam gereja katolik
     A. Hierarki dalam Gereja Katolik
     B. Kaum Awam dalam Gereja Katolik
Bab 4 : Tugas-tugas gereja
     A. Gereja yang Menguduskan
     B. Gereja yang Mewartakan
     C. Gereja yang Menjadi Saksi Kristus
     D. Gereja yang Membangun Persekutuan
     E. Gereja yang Melayani
Bab 5 : Gereja dan dunia
     A. Permasalahan yang Dihadapi Dunia
     B. Hubungan Gereja dan Dunia
     C. Ajaran Sosial Gereja
Bab 6 : Hak asasi manusia
     A. Hak Asasi Manusia
     B. Hak Asasi Manusia dalam Terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja
     C. Budaya Kekerasan Versus Budaya Kasih
     D. Aborsi
     E. Bunuh Diri dan Euthanasia
     F. Hukuman Mati
     G. Bebas dari HIV/AIDS dan Obat Terlarang
Glosarium
Daftar pustaka
Profil penulis
Profil penelaah
Profil editor