Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti: SMP Kelas VII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia, peran pendidikan agama amat penting karena agama berkaitan dengan hampir seluruh bidang kehidupan. Oleh karena itu, melalui pendidikan agama, peserta didik yang mempelajari seluruh mata pelajaran dapat mengambil nilai-nilai etika dan moral dari pendidikan agama. Pendidikan agama hendaknya mewarnai output pendidikan di Indonesia sebagai Negara Pancasila.

Untuk itu, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, dan menjadi semakin dekat dengan Allah. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu”. Tidak sekedar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Pdt. Janse Belandina Non-Serrano
Editor: Fristalina, S.E., M.Pd.

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786022829201
Terbit: Januari 2017, 129 Halaman

Ikhtisar

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia, peran pendidikan agama amat penting karena agama berkaitan dengan hampir seluruh bidang kehidupan. Oleh karena itu, melalui pendidikan agama, peserta didik yang mempelajari seluruh mata pelajaran dapat mengambil nilai-nilai etika dan moral dari pendidikan agama. Pendidikan agama hendaknya mewarnai output pendidikan di Indonesia sebagai Negara Pancasila.

Untuk itu, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, dan menjadi semakin dekat dengan Allah. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu”. Tidak sekedar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Pendidikan menjadi sarana dalam mengubah masyarakat menuju masa kini dan masa depan yang lebih baik dan berpengharapan. Salah satu tugas pembaharuan yang dilakukan oleh Pendidikan adalah melalui Perubahan Kurikulum yang merupakan salah satu elemen pendidikan. Perubahan kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia.

Jadi, pengembangan kurikulum 2013 tidak hanya berkaitan dengan persoalan kualitas pendidikan saja, melainkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia secara umum agar tahapan pembelajaran memungkinkan peserta didik berkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia, peran pendidikan agama amat penting karena agama berkaitan dengan hampir seluruh bidang kehidupan. Oleh karena itu, melalui pendidikan agama, peserta didik yang mempelajari seluruh mata pelajaran dapat mengambil nilai-nilai etika dan moral dari pendidikan agama. Pendidikan agama hendaknya mewarnai output pendidikan di Indonesia sebagai Negara Pancasila.

Untuk itu, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, dan menjadi semakin dekat dengan Allah. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu”. Tidak sekedar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan.

Rancangan kurikulum yang dirangkai dalam Kompetensi Inti sebagai pengikat Kompetensi Dasar membantu peserta didik untuk bertumbuh dan berkembang secara utuh dan holistic dari segi pengatahuan, ketrampilan maupun sikap terhadap diri sendiri, terhadap sesama terlebih kepada Tuhan yang diimaninya. Kecerdasan tidak hanya diukur dari tingginya pengetahuan namun tingginya imanyang nampak melalui sikap terhadap sesama dan Tuhan.

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti diharapkan mampu menolong peserta didik untuk membangun solidaritas dan toleransi dalam pergaulan sehari-hari tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, agama maupun kelas sosial, pro aktif mewujudkan keadilan, kebenaran, demokrasi, HAM dan perdamaian; memelihara lingkungan hidup, mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam berpikir dan bertindak.

Sekaligus memiliki ciri khas sebagai anak dan remaja Kristen Indonesia yang cinta tanah air dan bangsa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti bukan sekadar menyampaikan pesan moral apalagi hanya sekadar mengetahui tata cara hubungan antara manusia dengan Tuhan, melainkan harus menyajikan isi kurikulum yang transformatif dan terinternalisasi dalam diri peserta didik. Artinya, mengubah serta membarui cara pandang dan sikap peserta didik serta mengarahkan peserta didik untuk memahami panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama dan dunia.

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti pada semua jenjang dan kelas disajikan dalam bentuk pemahaman konsep mengenai Allah Pencipta, pemelihara, penyelamat dan pembaharu yang diimplementasikan dalam bentuk pelaksanaan nilai-nilai kristiani dalam praktik kehidupan. Didalamnya tercantum berbagai aktivitas belajar yang dilakukan peserta didik dalam rangka mencapai kompetensi serta mengembangkan kreativitas dan inovasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Buku ini berisi sejumlah aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam rangka mencapai Kompetensi yang telah dirumuskan. Dalamn proses belajar diharapkan peserta didik memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang membantu dirinya bertumbuh secara utuh sebagai manusia makluk mulia ciptaan Allah yang bermartabat. Buku ini merupakan edisi ketiga sebagai penyempurnaan dari edisi kedua. Buku ini sangat terbuka untuk terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2016
Penulis

Pdt.Janse Belandina Non-Serrano

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
     Bab 1 : Indahnya mengampuni
          A. Pengantar
          B. Memahami Pengampunan
          C. Bagaimana Mengampuni?
     Bab 2 : Karya pengampunan Allah dalam Yesus Kristus
          A. Pengantar
          B. Makna Pengampunan
          C. Pengampunan Allah
     Bab 3 : Baptisan sebagai tanda menjadi milik kristus
          A. Pengantar
          B. Arti Baptisan
          C. Baptis Percik atau Selam
     Bab 4 : Dosa dan pertobatan
          A. Pengantar
          B. Hakikat Dosa
          C. Akibat Dosa
          D. Pertobatan
     Bab 5 : Allah memelihara ciptaan-nya
          A. Pengantar
          B. Allah Memelihara Ciptaan-Nya
     Bab 6 : Menjaga dan melestarikan alam
          A. Pengantar
          B. Kerusakan Alam
          C. Tanggung Jawab Memelihara Alam
     Bab 7 : Nilai-nilai kristiani menjadi pegangan hidupku
          A. Pengantar
          B. Nilai Kristiani
          C. Nilai Kristiani Menjadi Pegangan Hidup
     Bab 8 : Kerendahan hati
          A. Pengantar
          B. Makna Kerendahan Hati
          C. Ciri-ciri Kerendahan Hati
     Bab 9 : Solider terhadap teman dan sahabat
          A. Pengantar
          B. Makna Solidaritas dalam Pertemanan dan Persahabatan
          C. Membangun Solidaritas Sosial
     Bab 10 : Membangun solideritas sosial: belajar dari ajaran Yesus Kristus
          A. Pengantar
          B. Belajar dari Yesus
          C. Solidaritas di Tengah Kehidupan Jemaat Kristen Pertama
     Bab 11 : Membangun solideritas di tengah masyarakat majemuk
          A. Pengantar
          B. Masyarakat Indonesia yang Majemuk
          C. Solidaritas dalam Masyarakat Majemuk
     Bab 12 : Memilih yang benar
          A. Pengantar
          B. Peran Hati Nurani
     Bab 13 : Sekolah dan keluarga sebagai tempat melatih disiplin
          A. Pengantar
          B. Memahami Disiplin
          C. Apakah Disiplin Mempengaruhi Kehidupan Remaja
     Bab 14 : Remaja kristen yang disiplin
          A. Pengantar
          B. Makna Disiplin
          C. Mengapa Remaja Membutuhkan Disiplin Diri
Daftar pustaka
Profil penulis
Profil penelaah
Profil editor