Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti: SMA/SMK Kelas XI - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

Ada baiknya bila kalian merenungkan kembali bahwa çraddha (keyakinan atau kepercayaan) dan peraktik kehidupan manusia beragama di bumi Nusantara ini telah menapak perjalanan yang sangat panjang. Diawali dengan çraddha, pemahaman, dan peraktik beragama manusia purba yang belum mengenal sejarah (masa pra-sejarah). Çraddha, pemahaman, dan peraktik beragama manusia purba berproses dari fase yang sangat klasik hingga modern. Tidak sedikit fenomena yang dapat kita maknai ketika mempelajari kehidupan manusia yang ada di Kepulauan Indonesia. Diantaranya adalah akulturasi nilai keharifan lokal dengan era-global terutama dalam pemanfaatan alam.

Kemajuan sistem kepercayaan dan peradaban manusia di Kepulauan Indonesia terus mengalami perkembangan. Berawal dari pemujaan roh nenek moyang sampai pada pemujaan Brahman yang diwujudkan pada batu-batu seperti patung hyang (di Sumatra), menhir, dan pemujaan lainnya. Masuknya kebudayaan Hindu telah membuat kehidupan manusia di Kepulauan Indonesia menjadi lebih dinamis dan terbuka. Keterbukaan itu mengantarkan pada kejayaan Hindu – Buddha di Indonesia yang ditandai dengan berdirinya Yupa, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pura Besakih dan sebagainya.

Masuknya pengaruh Hindu menjadi katalisator penting dalam proses integrasi bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu yang secara tidak langsung menjadi jembatan dari proses akulturasi antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan setempat yang kemudian menciptakan berbagai unsur budaya baru.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: I Nengah Mudana / I Gusti Ngurah Dwaja

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786024270667
Terbit: Januari 2017, 425 Halaman

Ikhtisar

Ada baiknya bila kalian merenungkan kembali bahwa çraddha (keyakinan atau kepercayaan) dan peraktik kehidupan manusia beragama di bumi Nusantara ini telah menapak perjalanan yang sangat panjang. Diawali dengan çraddha, pemahaman, dan peraktik beragama manusia purba yang belum mengenal sejarah (masa pra-sejarah). Çraddha, pemahaman, dan peraktik beragama manusia purba berproses dari fase yang sangat klasik hingga modern. Tidak sedikit fenomena yang dapat kita maknai ketika mempelajari kehidupan manusia yang ada di Kepulauan Indonesia. Diantaranya adalah akulturasi nilai keharifan lokal dengan era-global terutama dalam pemanfaatan alam.

Kemajuan sistem kepercayaan dan peradaban manusia di Kepulauan Indonesia terus mengalami perkembangan. Berawal dari pemujaan roh nenek moyang sampai pada pemujaan Brahman yang diwujudkan pada batu-batu seperti patung hyang (di Sumatra), menhir, dan pemujaan lainnya. Masuknya kebudayaan Hindu telah membuat kehidupan manusia di Kepulauan Indonesia menjadi lebih dinamis dan terbuka. Keterbukaan itu mengantarkan pada kejayaan Hindu – Buddha di Indonesia yang ditandai dengan berdirinya Yupa, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pura Besakih dan sebagainya.

Masuknya pengaruh Hindu menjadi katalisator penting dalam proses integrasi bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu yang secara tidak langsung menjadi jembatan dari proses akulturasi antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan setempat yang kemudian menciptakan berbagai unsur budaya baru.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Kurikulum 2013 dirancang agar peserta didik tak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi juga meningkat keterampilannya dan semakin mulia kepribadiannya. Ada kesatuan utuh antara kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Keutuhan ini perlu tercermin dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Melalui pembelajaran pengetahuan agama diharapkan dapat terbentuk keterampilan beragama dan terwujud sikap beragama siswa. Tentu saja sikap beragama yang berimbang, mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dan hubungan manusia dengan lingkungan/alam sekitarnya. Untuk memastikan keseimbangan ini, pembelajaran pendidikan agama Hindu perlu diberi penekanan khusus terkait dengan budi pekerti. Hakikat budi pekerti adalah sikap atau perilaku seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa, serta lingkungan/alam sekitar. Jadi, pendidikan budi pekerti adalah usaha menanamkan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku generasi bangsa agar mereka memiliki kesantunan dalam berinteraksi.

Nilai-nilai moral/karakter yang ingin kita bangun antara lain adalah sikap jujur, disiplin, bersih, penuh kasih sayang, punya kepenasaran intelektual, dan kreatif. Di sini pengetahuan agama Hindu yang dipelajari para siswa menjadi sumber nilai dan penggerak perilaku mereka. Sekadar contoh, di antara nilai budi pekerti dalam Hindu dikenal dengan Tri Marga (bakti kepada Tuhan, orangtua, dan guru; karma, bekerja sebaik-baiknya untuk dipersembahkan kepada orang lain dan Tuhan; Jnana, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup dan penuntun hidup) dan Tri Warga (dharma, berbuat berdasarkan atas kebenaran; artha, memenuhi harta benda kebutuhan hidup berdasarkan kebenaran, dan kama, memenuhi keinginan sesuai dengan norma-norma yang berlaku). Kata kuncinya, budi pekerti adalah tindakan, bukan sekedar pengetahuan yang harus diingat oleh para siswa, maka proses pembelajarannya mesti mengantar mereka dari pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan.

Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan para siswa guna mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya.

Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2015/2016 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 : Yogasanas dalam susastra hindu
     A. Pengertian dan hakikat Yogãsanas
     B. Sejarah Yoga dalam ajaran hindu
     C. Mengenal dan manfaat ajaran Yogãsanas
     D. Yogãsana dan etika
     E. Sang Hyang Widhi (Tuhan) dalam ajaran Yogãsanas
     F. Mempraktikkan sikap-sikap Yogãsana
Bab 2 : Yajna dalam Mahabharata
     A. Pengertian dan hakikat Yajña
     B. Yajña dalam Mahabharata dan masa kini
     C. Syarat-syarat dan aturan dalam pelaksanaan Yajña
     D. Mempraktikan Yajña menurut kitab Mahabharata dalam kehidupan
Bab 3 : Moskha
     A. Ajaran Moksha
     B. Jalan menuju Moksha
     C. Mewujudkan tujuan hidup manusia dan tujuan agama hindu
     D. Tantangan dan hambatan dalam mencapai Moksha sesuai dengan zamannya “Globalisasi”
     E. Upaya-upaya dalam mengatasi hambatan dan tantangan untuk mencapai Moksha menurut zamannya “Globalisasi”
     F. Contoh-contoh orang yang dipandang mampu mencapai moksha
Bab 4 : Bhakti sejati dalam Ramayana
     A. Ajaran Bhakti Sejati
     B. Bagian-bagian ajaran Bhakti Sejati
     C. Çloka ajaran Bhakti Sejati dalam Ramayana
     D. Bentuk penerapan bhakti sejati dalam kehidupan
     E. Ajaran Bhakti Sejati sebagai dasar pembentukan  budi pekerti yang luhur dalam zaman global
Bab 5 : Keluarga Sukhinah
     A. Pengertian dan hakikat Keluarga Sukhinah
     B. Keluarga Sukhinah dalam agama hindu
     C. Tujuan Wiwaha menurut hindu
     D. Sistem pawiwahan dalam agama hindu
     E. Syarat sah suatu Pawiwahan menurut hindu
     F. Kewajiban suami, istri, dan anak dalam keluarga
     G. Membina keharmonisan dalam keluarga
     H. Lima pilar keluarga Sukhinah
Daftar pustaka
Glosarium
Indeks
Profil penulis
Profil penelaah
Profil editor