Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Konstruksi Reaktor Biogas

Konstruksi Reaktor Biogas: SMK Kelas XI - Kurikulum 2013

Konstruksi Reaktor Biogas

Buku ini menggunakan system pelatihan berdasarkan pendekatan kompetensi, yakni salah satu cara untuk menyampaikan atau menga-jarkan pengetahuan, penyelesaian soal-soal dan melakukan pekerjaan yang dibutuhkan dalam pemba-ngunan reaktor biogas. Buku Konstruksi Reaktor Biogas ini meliputi Survei Lokasi, Pemilihan ukuran Reaktor Biogas yang sesuai, Penggalian Lubang Biodigester, Pemasangan Lantai Kerja, Penge-coran Lantai Dasar (Pondasi), Pekerjaan DindingTangki Pencerna (Digester),Pembuatan Cetakan Kubah, Pengecoran Kubah, Penge-coran Plat Penutup Outlet, Pekerjaan Inlet, Pekerjaan Turret, Pekerjaan Outlet, Pekerjaan Instalasi Pipa, Pekerjaan Slurry pit, Pekerjaan Instalasi Manometer dan Kompor dan Finishing Kubah. Penekanan utama yang dapat dilakukan setelah mempelajari modul ini adalahpara siswamampu membangun reaktor Biogas yang sesuai dengan standar yang terdapat pada RSNI3 7826:2012 Unit Penghasil Biogas Dengan Tangki Pencerna (Digester) Tipe Kubah Tetap dari Beton.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim BSE

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Terbit: Desember 2013, 233 Halaman

Ikhtisar

Buku ini menggunakan system pelatihan berdasarkan pendekatan kompetensi, yakni salah satu cara untuk menyampaikan atau menga-jarkan pengetahuan, penyelesaian soal-soal dan melakukan pekerjaan yang dibutuhkan dalam pemba-ngunan reaktor biogas. Buku Konstruksi Reaktor Biogas ini meliputi Survei Lokasi, Pemilihan ukuran Reaktor Biogas yang sesuai, Penggalian Lubang Biodigester, Pemasangan Lantai Kerja, Penge-coran Lantai Dasar (Pondasi), Pekerjaan DindingTangki Pencerna (Digester),Pembuatan Cetakan Kubah, Pengecoran Kubah, Penge-coran Plat Penutup Outlet, Pekerjaan Inlet, Pekerjaan Turret, Pekerjaan Outlet, Pekerjaan Instalasi Pipa, Pekerjaan Slurry pit, Pekerjaan Instalasi Manometer dan Kompor dan Finishing Kubah. Penekanan utama yang dapat dilakukan setelah mempelajari modul ini adalahpara siswamampu membangun reaktor Biogas yang sesuai dengan standar yang terdapat pada RSNI3 7826:2012 Unit Penghasil Biogas Dengan Tangki Pencerna (Digester) Tipe Kubah Tetap dari Beton.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Ketahanan dan ketersedian energi nasional merupakan salah satu pilar terpenting dalam pembangunan suatu negara. Indonesia sebagai sebuah negara yang sedang berkembang pesat memerlukan banyak energi. Sayangnya energi yang digunakan berasal dari energi fosil yaitu minyak bumi, batu bara dan gas. Seiring dengan eksploitasi energi fosil yang berlebihan, baik sebagai pilar teknologi maupun komoditas, cadangan energi fosil Indonesia hanya bertahan dalam hitungan belasan tahun saja, jika eksplorasi terhadap sumber-sumber energi fosil tidak berhasil menemukan sumber-sumber minyak bumi, gas dan batu bara yang baru. Untuk itulah Indonesia kini sedang berlomab dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam mengembangkan dan menggunakan semaksimal mungkin energi terbarukan di dalam perencanaan energi baurannya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan energi, pemerintah telah mengundangkan Undang-undang No 30 tahun 2007 tentang Energi, dimana dalam implementasinya pemerintah telah menetapkan Ketahanan Energi sebagai salah satu dari sebelas prioritas pembangunan nasional Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2009-2014. Prioritas program Ketahanan Energi ini pun akan tetap menjadi prioritas pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Selain itu melalui Peraturan Pemerintah no 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemerintah menetapkan bahwa 17% energi bauran berasal dari sumber energi terbarukan. Bahkan seiring dengan peningkatan konsumsi energi nasional yang begitu banyak menghabiskan devisa negara untuk mensubsidinya, pemerintah pun sedang merancang peraturan, bahwa 25% energi bauran berasal dari energi terbarukan.

Target pemerintah ini tidaklah berlebihan, mengingat Indonesia sangat kaya dengan sumber-sumber energi terbarukan yang bersumber dari panas bumi, angin, bioenergy/ biomassa, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut. Target pembangunan energi terabrukan sebanyak 25% dari energi bauran itu hanya akan berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia apabila didukung dengan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dalam penyediaan, pemanfaatan dan pengusahaan energi terbarukan. Salah satu sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah teknisi tingkat menengah bidang energi terbarukan yang dihasilkan oleh SMK-SMK yang tersebar luas di seluruh penjuru negara.

Untuk itulah Direktorat Pembinaan SMK pada tahun 2013 ini telah melakukan review terhadap Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan, dimana salah satu rekomendasinya memasukan Teknik Energi Terbarukan sebagai salah satu Program Keahlian di dalam Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan memiliki tiga Paket Keahlian yaitu: 1) Paket Keahlian Teknik Energi Hidro (no. Kode 060) 2) Paket Keahlian Teknik Energi Surya dan Energi Angin(no. Kode 061) 3) Paket Keahlian Teknik Energi Biomassa (no. Kode 062) Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan meiliki tujuan umum yaitu menghasilkan lulusan teknisi tingkat menengah yang memiliki kompetensi untuk bekerja dalam bidang penyediaan, pengusahaan dan pemanfaatan energi dari sumber energi terbarukan. Sedangkan tujuan khsusu yang ingin dicapai adalah mengembangkan kompetensi siswa agar mampu:

1) Membentuk sikap profesional, yakni bekerja cepat, tepat, produktif, kreatif, inovatif dan kompetitif serta mengikuti prosedur atau kode etik yang berlaku.
2) Memupuk kemampuan interaksi sosial, yaitu berkomunikasi, jujur dan memiliki integritas, inisiatif, beradaptasi, dan dapat bekerjasama dengan orang lain baik secara formal maupun informal.
3) Memasang, mengoperasikan, memelihara instalasi sistem energi terbarukan.
4) Merencanakan dan mengorganisasikan pekerjaan serta memecahkan masalah sesuai tanggung jawabnya sebagai teknisi bidang energi terbarukan 5) Memilih dan membuat komponen dan peralatan sistem pemanfaatan energi terbarukan.
6) Melakukan studi kelayakan pemanfaatan energi terbarukan, baik untuk pembangkit listrik, mekanik maupun panas.
7) Mengelola instalasi pemanfaatan energi terbarukan, baik untuk pembangkit listrik, mekanik, maupun panas.

Setiap paket keahlian terdiri dari sejumlah mata pelajaran untuk dasar bidang keahlian, dasar program keahlian maupun mata-mata pelajaran untuk paket keahlian. Paket Keahlian Teknik Energi Biomassa memiliki sejumlah mata pelajaran diantaranya mata pelajaran Biogas. Untuk melaksanakan kompetensi-kompetensi dasar di dalam mata pelajaran ini, Direktorat Pembinaan SMK mengembangkan tiga buku teks, yaitu Teknik Pemasangan Bata dan Plesteran, Konstruksi reaktor Biogas, dan Pengelolaan Biogas. Dengan mempelajari buku teks Konstruksi Reaktor Biogas ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam dalam mebuat reaktor biogas skala rumah tangga hingga 18 m3, sehingga pemanfaatan energi biogas dari kotoran ternak dapat menyebar di seluruh Indonesia dan memberikan manfaatn bagi masyarakat dan negara.

Penulis

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar gambar
Daftar tabel
Glosarium
Peta kedudukan bahan ajar
Bab 1 : Pendahuluan
     A. Deskripsi
     B. Prasyarat
     C. Petunjuk penggunaan
     D. Tujuan akhir
     F. Cek kemampuan awal
Bab 2 : Pembelajaran
     A. Deskripsi
     B. Kegiatan belajar
          1. Pengertian biogas
          2. Pengenalan konstruksi reaktor biogas
          3. Pemilihan ukuran reaktor biogas
          4. Pemasangan lantai kerja
          5. Pengecoran lantai dasar
          6. Pekerjaan tangki pencerna (digester)
          7. Pembuatan cetakan kubah
          9. Pengecoran plat penutup outlet
          10. Pekerjaan turret
          11. Pekerjaan outlet
          12. Pekerjaan inlet
          13. Pekerjaan instalasi pipa
          14. Pekerjaan slurry pit
          15. Pekerjaan instalasi manometer & kompor gas
          16. Finishing kubah
          17. Penggalian lubang biodigester
Bab 3 : Evaluasi
Bab 4 : Penutup
Daftar pustaka
Lampiran
Index