Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Konversi Energi 1

Konversi Energi 1: SMK Kelas X - Semester 1 - Kurikulum 2013

Konversi Energi 1

Sejak tahun 2005 pemerintah mulai memfokuskan lebih sistematis pada energi terbarukan. Aplikasi energi terbarukan di Indonesia saat ini berlangsung di bidang tenaga air, energi panas bumi, bio-energi, energi angin, energi surya, dan energi pasang surut. Dalam Cetak Biru Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025 (2005) menunjukkan bahwa ada pemanfaatan yang belum jelas dari sumber energi terbarukan: kapasitas terpasang hanya sebagian kecil dari potensi sumber energi terbarukan yang berbeda.

Untuk Micro Hydro Power (MHP) ini adalah 18%, tetapi untuk energi terbarukan lain bahkan jauh lebih rendah, Untuk aplikasi biomassa ini hanya 0,6%.UU Energi Nomor 30 Tahun 2007 merupakan dasar hukum energi kebijakan pasokan Indonesia untuk melayani kebutuhan energi nasional, prioritas kebijakan pengembangan energi, kebijakan pemanfaatan sumber daya energi nasional dan saham energi nasional.

Hukum menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengakses sumber-sumber energi modern. Dalam Visi Energi 25/25 arah kebijakan energi nasional diuraikan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan menjadi 25% dari total pasokan energi pada tahun 2025. Visi menunjukkan pergeseran dari konsentrasi pada pasokan energi fosil ke energi terbarukan, setidaknya di mana harga biaya energi fosil yang lebih tinggi.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim BSE

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Terbit: Desember 2013, 206 Halaman

Ikhtisar

Sejak tahun 2005 pemerintah mulai memfokuskan lebih sistematis pada energi terbarukan. Aplikasi energi terbarukan di Indonesia saat ini berlangsung di bidang tenaga air, energi panas bumi, bio-energi, energi angin, energi surya, dan energi pasang surut. Dalam Cetak Biru Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025 (2005) menunjukkan bahwa ada pemanfaatan yang belum jelas dari sumber energi terbarukan: kapasitas terpasang hanya sebagian kecil dari potensi sumber energi terbarukan yang berbeda.

Untuk Micro Hydro Power (MHP) ini adalah 18%, tetapi untuk energi terbarukan lain bahkan jauh lebih rendah, Untuk aplikasi biomassa ini hanya 0,6%.UU Energi Nomor 30 Tahun 2007 merupakan dasar hukum energi kebijakan pasokan Indonesia untuk melayani kebutuhan energi nasional, prioritas kebijakan pengembangan energi, kebijakan pemanfaatan sumber daya energi nasional dan saham energi nasional.

Hukum menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengakses sumber-sumber energi modern. Dalam Visi Energi 25/25 arah kebijakan energi nasional diuraikan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan menjadi 25% dari total pasokan energi pada tahun 2025. Visi menunjukkan pergeseran dari konsentrasi pada pasokan energi fosil ke energi terbarukan, setidaknya di mana harga biaya energi fosil yang lebih tinggi.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Sejak tahun 2005 pemerintah mulai memfokuskan lebih sistematis pada energi terbarukan. Aplikasi energi terbarukan di Indonesia saat ini berlangsung di bidang tenaga air, energi panas bumi, bio-energi, energi angin, energi surya, dan energi pasang surut. Dalam Cetak Biru Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025 (2005) menunjukkan bahwa ada pemanfaatan yang belum jelas dari sumber energi terbarukan: kapasitas terpasang hanya sebagian kecil dari potensi sumber energi terbarukan yang berbeda.

Untuk Micro Hydro Power (MHP) ini adalah 18%, tetapi untuk energi terbarukan lain bahkan jauh lebih rendah, Untuk aplikasi biomassa ini hanya 0,6%.UU Energi Nomor 30 Tahun 2007 merupakan dasar hukum energi kebijakan pasokan Indonesia untuk melayani kebutuhan energi nasional, prioritas kebijakan pengembangan energi, kebijakan pemanfaatan sumber daya energi nasional dan saham energi nasional. Hukum menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengakses sumber-sumber energi modern.

Dalam Visi Energi 25/25 arah kebijakan energi nasional diuraikan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan menjadi 25% dari total pasokan energi pada tahun 2025. Visi menunjukkan pergeseran dari konsentrasi pada pasokan energi fosil ke energi terbarukan, setidaknya di mana harga biaya energi fosil yang lebih tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan konversi energi terbarukan untuk pemenuhan dan pemerataan energi di Indonesia. Modul konversi energi I ini akan memberi wawasan mengenai hal tersebut.

Modul ini memuat secara menyeluruh mengenai konversi energi. Dengan demikian pengetahuan yang komprehensif mengenai konversi dapat dicapai. Modul pembelajaran konservasi energi I ini dirancang agar siswa mampu mampu memahami konversi energi yang bersumber pada sumber daya alam yang dapat diperbaharui yang ramah lingkungan.

Daftar Isi

Sampul
Daftar isi
Bab 1 : Pendahuluan
     1.1. Latar belakang
     1.2. Deskripsi
     1.3. Petunjuk penggunaan modul
     1.4. Tujuan pembelajaran
     1.5. Kompetensi dasar dan sub kompetensi dasar
Bab 2 : Konversi energi air ke listrik dan mekanik
     2.1. Pembangkit listrik tenaga air
Bab 3 : Potensi daya air, daya turbin dan daya generator
     3.1. Pendataan PLTMH di suatu wilayah
Bab 4 : Perhitungan hidrolika dan hidrodinamika
     4.1. Dasar-dasar hidrolika
     4.2. Dasar hidrodinamika
     4.3. Prinsip-prinsip aliran air
     4.4. Pengaliran air dalam pipa
     4.5. Pengaliran air dalam permukaan bebas
Bab 5 : Model peralatan kontrol hidrolika
     5.1. Macam-macam energi
     5.2. Konversi energi
     5.3. Komponen
     5.4. Debit air maksimum dan minimum
     5.5. Debit air rata-rata pertahun
     5.6. Besaran debit, ketinggian jatuh air (head) dan energi potensial air
Bab 6 : Konversi energi surya ke listrik dan panas
     6.1. Sejarah perkembangan pemanfaatan energi matahari untuk kehidupan sehari-hari
     6.2. Prinsip perpindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi
     6.3. Prinsip konversi energi matahari menjadi panas pada peralatan pemanas
     6.4. Prinsip konversi energi matahari menjadi listrik
Bab 7 : Radiasi dan panas matahari
     7.1. Pendataan pemanfaatan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari
     7.2. Pengukuran potensi energi matahari suatu wilayah
     7.3. Penentuan spesifikasi pemanas air tenaga matahari
     7.4. Penentuan spesifikasi pembangkit listrik tenaga surya
     7.5. Modul surya
Daftar pustaka