Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Surveying 1

Surveying 1: SMK Kelas X - Semester 1 - Kurikulum 2013

Surveying 1

Metode sipat datar prinsipnya adalah Mengukur tinggi bidik alat sipat datar optis di lapangan menggunakan rambu ukur. Hingga saat ini, pengukuran beda tinggi dengan menggunakan metode sipat datar optis masih merupakan cara pengukuran beda tinggi yang paling teliti. Sehingga ketelitian kerangka dasar vertikal (KDV) dinyatakan sebagai batas harga terbesar perbedaan tinggi hasil pengukuran sipat datar pergi dan pulang.

Maksud pengukuran tinggi adalah menentukan beda tinggi antara dua titik. Beda tinggi h diketahui antara dua titik a dan b, sedang tinggi titik A diketahui sama dengan Ha dan titik B lebih tinggi dari titik A, maka tinggi titik B, Hb = Ha + h yang diartikan dengan beda tinggi antara titik A clan titik B adalah jarak antara dua bidang nivo yang melalui titik A dan B. Umumnya bidang nivo adalah bidang yang lengkung, tetapi bila jarak antara titik-titik A dan B dapat dianggap sebagai Bidang yang mendatar.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim BSE

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Terbit: Desember 2013, 163 Halaman

Ikhtisar

Metode sipat datar prinsipnya adalah Mengukur tinggi bidik alat sipat datar optis di lapangan menggunakan rambu ukur. Hingga saat ini, pengukuran beda tinggi dengan menggunakan metode sipat datar optis masih merupakan cara pengukuran beda tinggi yang paling teliti. Sehingga ketelitian kerangka dasar vertikal (KDV) dinyatakan sebagai batas harga terbesar perbedaan tinggi hasil pengukuran sipat datar pergi dan pulang.

Maksud pengukuran tinggi adalah menentukan beda tinggi antara dua titik. Beda tinggi h diketahui antara dua titik a dan b, sedang tinggi titik A diketahui sama dengan Ha dan titik B lebih tinggi dari titik A, maka tinggi titik B, Hb = Ha + h yang diartikan dengan beda tinggi antara titik A clan titik B adalah jarak antara dua bidang nivo yang melalui titik A dan B. Umumnya bidang nivo adalah bidang yang lengkung, tetapi bila jarak antara titik-titik A dan B dapat dianggap sebagai Bidang yang mendatar.

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Mengacu pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasinal dan penjelasan Pasal 15 yang menyebutkan bahwa lembaga pendidikan kejuruan merupakan lembaga pendidikan menengah untuk mempersiapkan peserta didik terutama untuk mampu bekerja dalam bidang tertentu.Dalam pembangunan banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan pemetaan suatu wilayah. Untuk dapat melakukan pemetaan suatu wilayah, maka diperlukan pengetahuan tentang Jenis Data dan Cara Pengambilan Data, Penentuan Posisi dan ketentuan teknis pengukuran dan cara pengolahan data.


Daftar Isi

Sampul
Daftar isi
Bab 1 : Pendahuluan
     A. Latar belakang
     B. Deskripsi singkat
     C. Tujuan pembelajaran
Bab 2 : Kegiatan pembelajaran
     Materi pokok 1 : Teknik pengoperasian alat sipat datar
     Materi pokok 2 : Teknik pengoperasian alat sipat ruang (theodolit)
     Materi pokok 3 : Metode/teknik pengambilan data
     Materi pokok 4 : Penentuan posisi
     Materi pokok 5 : Ketentuan teknis pengukuran dan cara pengolahan data
Bab 3 : Pengukuran dan pemetaan untuk pembuatan peta dasar peta pendaftaran
Bab 4 : Tetapan dan pemasangan tanda-tanda batas bidang tanah
Bab 5 : Pengukuran bidang tanah
Bab 6 : Pemetaan bidang tanah untuk pembuatan peta pendaftaran
Bab 7 : Pemeliharaan dan perbaikan peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran, dan gambar ukur
Daftar pustaka