Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Pedalangan Jilid 2

Pedalangan Jilid 2: SMK Kelas XI - KTSP 2006

Pedalangan Jilid 2

Pedalangan merupakan salah satu rumpun Seni Pertunjukan yang “Multi Kompleks”, karena dalam Pedalangan memuat berbagai persoalan yang terkait dengan berbagai macam aspek cabang seni lain seperti: seni tari, sastra, tatah sungging, seni rupa, seni suara, seni karawitan, seni tata panggung dan filsafat.

Persoalan Pedalangan juga terkait dengan aspek-aspek pemahaman pengertian dalang, sifat dalang, modal menjadi seorang dalang, klasifikasi dalang, fungsi dan gaya dalam pedalangan seperti termuat dalam Bab I.

Adapun aspek yang terkait dengan Pewayangan meliputi: sejarah wayang, jenis wayang, wanda wayang, busana wayang, dan bentuk wayang, bisa dibaca dalam Bab II. Persoalan yang terkait dengan sastra pedalangan seperti sastra suluk, sastra lakon, sastra bentuk kakawin, sastra gending dan sastra anta wacana ada dalam Bab III.

Selanjutnya Silsilah Wayang seperti: Silsilah Mahabarata didalamnya memuat silsilah Wiratha, Pandawa, Kurawa, dan Abiyasa. Silsilah Ramayana memuat silsilah Lokapala, Ayodya, Ngalengkadiraja. Silsilah Maespati, silsilah Shinta, dan Resa Seputra untuk pedalangan Jawatimur termut dalam Bab IV Sumber Cerita seperti Mahabarata, Ramayana, Lakon Wayang, Sumber Cerita Menak, Tipe Lakon dan Lakon Ruwatan, ada dalam Bab V. Aspek yang terkait dengan masalah Cepengan Wayang, Teknik Menggerakkan Wayang, Tancepan Wayang dan Cara menyimping wayang termuat dalam Bab VI yakni masalah “Sabet” . Unsur-unsur pedalangan yang terkait persoalan Tata Panggung seperti : Kelir, Blencong, Gedebog, Gawang, Kotak tempat menyimpan wayang, Keprak dan Eblek ada dalam Bab VII. Tata Iringan Pedalangan yang didalamnya berbicara masalah persolan gending, penyajian gending, garap gending, dan intrumen gamelan yang digunakan untuk mengiringi Pedalangan dibahas dalam Bab VIII. Bagian akhir buku ini akan dibicarakan persoalan yang berkaitan dengan penulisan Naskah Pedalangan yang meliputi Naskah Pakeliran Padat dan Naskah Pakeliran Semalam Suntuk.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Supriyono

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786028320856
Terbit: Juni 2008, 175 Halaman

Ikhtisar

Pedalangan merupakan salah satu rumpun Seni Pertunjukan yang “Multi Kompleks”, karena dalam Pedalangan memuat berbagai persoalan yang terkait dengan berbagai macam aspek cabang seni lain seperti: seni tari, sastra, tatah sungging, seni rupa, seni suara, seni karawitan, seni tata panggung dan filsafat.

Persoalan Pedalangan juga terkait dengan aspek-aspek pemahaman pengertian dalang, sifat dalang, modal menjadi seorang dalang, klasifikasi dalang, fungsi dan gaya dalam pedalangan seperti termuat dalam Bab I.

Adapun aspek yang terkait dengan Pewayangan meliputi: sejarah wayang, jenis wayang, wanda wayang, busana wayang, dan bentuk wayang, bisa dibaca dalam Bab II. Persoalan yang terkait dengan sastra pedalangan seperti sastra suluk, sastra lakon, sastra bentuk kakawin, sastra gending dan sastra anta wacana ada dalam Bab III.

Selanjutnya Silsilah Wayang seperti: Silsilah Mahabarata didalamnya memuat silsilah Wiratha, Pandawa, Kurawa, dan Abiyasa. Silsilah Ramayana memuat silsilah Lokapala, Ayodya, Ngalengkadiraja. Silsilah Maespati, silsilah Shinta, dan Resa Seputra untuk pedalangan Jawatimur termut dalam Bab IV Sumber Cerita seperti Mahabarata, Ramayana, Lakon Wayang, Sumber Cerita Menak, Tipe Lakon dan Lakon Ruwatan, ada dalam Bab V. Aspek yang terkait dengan masalah Cepengan Wayang, Teknik Menggerakkan Wayang, Tancepan Wayang dan Cara menyimping wayang termuat dalam Bab VI yakni masalah “Sabet” . Unsur-unsur pedalangan yang terkait persoalan Tata Panggung seperti : Kelir, Blencong, Gedebog, Gawang, Kotak tempat menyimpan wayang, Keprak dan Eblek ada dalam Bab VII. Tata Iringan Pedalangan yang didalamnya berbicara masalah persolan gending, penyajian gending, garap gending, dan intrumen gamelan yang digunakan untuk mengiringi Pedalangan dibahas dalam Bab VIII. Bagian akhir buku ini akan dibicarakan persoalan yang berkaitan dengan penulisan Naskah Pedalangan yang meliputi Naskah Pakeliran Padat dan Naskah Pakeliran Semalam Suntuk.

Pendahuluan / Prolog

Kat Sambutan
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.

Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Lata Pengantar
Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Pedalangan” ini kepada para pembaca. Buku Pedalangan ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Melalui buku ini siswa diantarkan untuk dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada saat terjun di kalangan masyarakat luas dengan berbekal kemaun serta kemampuannya, dan untuk menghadapai era teknologi yang semakin maju. Bila kita perhatikan serta kita renungan secara mendalam, seni pedalangan tidak hanya merupakan satu ekspresi kebudayaan tetapi juga sekaligus merupakan media pendidikan, informasi, dan hiburan. Kita tidak dapat memungkiri, bahwa seni pedalangan merupakan perbendaharaan kebudayaan nasional yanng mempunyai kedudukan tersendiri di hati sanubari bangsa Indonesia. Sudah bertahun- tahun bahkan berabad-abad seni pedalangan berkembang sebagai suatu hasil karya para pujangga para empu kita dari berbagai generasi. Adanya berbagai macam jenis wayang yang ada di tanah air, seperti contoh: Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Klithik, Wayang Klithik, Wayang Golek, Wayang Menak, Wayang Suluh, Wayang Beber, hingga terciptanya Wayang Moderen, dan masih banyak lagi wayang-wayang lainnya merupakan pertanda adanya suatu proses perkembangan seni pedalangan itu dari masa ke masa baik isi maupun bentuknya. Semenjak permulaan tumbuhnya seni pedalangan, sudah dapat kita katakan bahwa seni pedalangan adalah suatu perpaduan yang serasi antara berbagai ekspresi kebudayaan, di antaranya seni karawitan, seni tari, seni sastra, seni drama, seni rupa, dan filsafat. Ditinjau dari isinya, seni pedalangan banyak memberikan ajaran- ajaran kepada kita tentang hakekat kehadiran manusia baik sebagi individu maupun kedudukannya sebagai anggota masyarakat dan terbukti banyak membantu di dalam pembinaan budi pekerti luhur. Oleh sebab itu seni pedalangan perlu dilestarikan dan dikembangkan terus-menerus sebagai sarana pendidikan di tangah-tengah masyarakat kita. Seni pedalangan dikatakan sebagai media informasi karena dari segi penampilan wayang sangat komunikatif dalam masyarakat. Sedikitnya dapat dipakai untuk memahami salah satu dari tradisi dan salah satu cara pendekatan terhadap kehidupan serta segala periv masalahan. Karena sifatnya yang komunikatif ini, kiranya dapat dijadikan sebagai sarana kominikasi dalam pembangunan pada sata sekarang ataupun yang akan datang.

Seni pedalangan jelas sebagai media hiburan, akan tetapi bukan merupakan media hiburan pengisi waktu santai belaka. Melalui hiburan seperti ini, kesenggangan manusia tidak hanya disegarkan dan dikeluarkan dari kelesuan, tetapi diperkaya secara spiritual.

Seni pedalangan merupakan kesenian tradisional yang adi luhung, benyak negara-negara maju yang sangat mengagumi seni pedalangan. Tidak salah kiranya UNESCO sebuah badan PBB yang menangani kebudayaan, pada tahun 2003 yang lalu telah memposisikan wayang sebagai pusaka budaya dunia. Keputusan UNESCO ini merupakan kristalisasi perjuangan kita dan para leluhur yang telah dengan gigih, telaten dan penuh kesabaran “ngeluri” warisan budaya bangsa yang adi luhung berupa wayang.

Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada.

Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Surabaya, 19 November 2007
Penulis

Daftar Isi

Cover
Kata sambutan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab VI Sabet Wayang
Bab VII tata panggung wayang
Bab VIII Tata iringan
Bab IX Naskah
Penutup