Buku Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Agribisnis Ternak Ruminansia

Agribisnis Ternak Ruminansia: SMK Kelas XII - KTSP 2006

Agribisnis Ternak Ruminansia

Hasil dari suatu peternakan sapi perah tergantung kepada keberhasilan program pembesaran anak-anak sapi dan sapi dara sebagai replacement stock untuk dapat mempertahankan ataupun menaikkan produksi susu dari perusahaan tersebut. Rata-rata persentase mortalitas anakanak sapi umur dibawah 3 bulan bisa sampai 20%.

Di beberapa peternakan, pada umumnya adalah lebih ekononis bagi seorang peternak membesarkan sendiri anak sapi untuk replacement, walaupun terdapat pula beberapa perkecualian, misalnya pada peternakan sapi perah yang terletak dekat pada kota-kota besar, kerap kali menjual anak sapinya yang baru dilahirkan berhubung tak adanya tanah untuk membesarkan anak-anak sapi tersebut, sehingga harus membeli sapi-sapi dara dari tempat lain.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Catur Priyo Nugroho

Penerbit: Buku Sekolah Elektronik (BSE)
ISBN: 9786028320009
Terbit: Juni 2008, 124 Halaman

Ikhtisar

Hasil dari suatu peternakan sapi perah tergantung kepada keberhasilan program pembesaran anak-anak sapi dan sapi dara sebagai replacement stock untuk dapat mempertahankan ataupun menaikkan produksi susu dari perusahaan tersebut. Rata-rata persentase mortalitas anakanak sapi umur dibawah 3 bulan bisa sampai 20%.

Di beberapa peternakan, pada umumnya adalah lebih ekononis bagi seorang peternak membesarkan sendiri anak sapi untuk replacement, walaupun terdapat pula beberapa perkecualian, misalnya pada peternakan sapi perah yang terletak dekat pada kota-kota besar, kerap kali menjual anak sapinya yang baru dilahirkan berhubung tak adanya tanah untuk membesarkan anak-anak sapi tersebut, sehingga harus membeli sapi-sapi dara dari tempat lain.

Pendahuluan / Prolog

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.

Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK

Kata Pengantar
Buku ini disusun sebagai salah satu buku teks pelajaran siswa SMK Pertanian, program keahlian Budidaya Ternak Ruminansia. Isi buku membahas aspek teknis budidaya ternak ruminansia besar , dan aspek manajemen. Aspek teknis budidaya meliputi potensi dan peran peternakan, dasar-dasar budidaya, kaidah dan aturan K3, memilih bibit, memberi makan, membuat kandang, merawat kesehatan, tatalaksana pemeliharaan, bangunan, dan alat mesin. Aspek manajemen meliputi analsis kelayakan usaha dan pemasaran. Diharapkan buku ini dapat membekali siswa dalam menguasai kompetensi yang ditetapkan pada kurikulum.

Tingkat konsumsi susu dan daging di Indonesia masih rendah, sedangkan kebutuhan tinggi sehingga terdapat peluang untuk usaha peternakan ruminansia. Ternak ruminansia besar yang utama adalah sapi perah, potong dan kerbau. Produk ternak ruminansia umumnya terdiri atas daging, susu, kulit, dan bulu. Kontribusi peternakan sebagai sumber protein hewani, sumber tenaga, pemanfaatan hasil limbah pertanian, hasil ikutan pertanian, dan menyerap tenaga kerja.

Untuk dapat mengelola usaha peternakan perlu menguasai dasar budidaya. Pengetahuan tentang identifikasi ternak, pemberian pakan, fasilitas, pemcegahan penyakit dan pengelolaan dengan peinsip good management practices .

Usaha peternakan perlu dilaksanakan dengan prosedur kesehatan, keselamatan kerja (K3). K3 perlukan untuk keselamatan peternak, ternak dan produknya. Keberhasilan agribisnis peternakan banyak ditentukan oleh kualitas bibit ternak. Bibit ternak yang tidak baik tidak memberikan hasil produksi yang maksimal. Untuk dapat memilih bibit yang baik sangat diperlukan pengetahuan tentang jenis-jenis ternak, asal-usul ternak dan performansi masing-masing ternak.

Sistem pemeliharaan ternak di Indonesia dilakukan secara intensif, yang ditunjukkan dengan semua kebutuhan ternak disediakan oleh peternak. Pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak harus dihitung secara cermat agar ternak menghasilkan daging dan susu secara optimal. Pakan yang diberikan berupa hijauan pakan ternak dan konsentrat. Pakan yang diberikan ternak harus semurah mungkin dengan tetap memperhatikan nutrisinya agar menguntungkan. Penyusunan pakan konsentrat menggunakan pendekatan least cost formula, yaitu formulasi dengan harga termurah.

Kandang berfungsi sebagai tempat hidup ternak, pelindung ternak dari iklim, dan keamanan. Pembuatan kandang disesuaikan dengan iklim di Indonesia. Peralatan merupakan alat bantu bagi peternak agar dapat mengelola ternak. Ketersediaan peralatan yang memadai akan meningkatkan produktifitas peternak.

Ternak yang sehat akan memberikan produksi yang baik. Peternak perlu menjaga kesehatan ternak, melakukan pengobatan jika ternak sakit. Biaya pengobatan ternak lebih mahal daripada biaya mencegah penyakit, sehingga moto mencegah lebih baik daripada mengobati diterapkan dibidang peternakan. Peternak perlu memahami faktor penyebab penyakit, menjaga kebersihan dan melakukan upaya - upaya pencegahan penyakit. Diagnosa penyakit dianalisa berdasarkan gejalagejala penyakit. Hasil diagnosa dijadikan dasar dalam pengobatan penyakit.

Kegiatan pemeliharaan ternak meliputi pemberian pakan, minum, membersihkan kandang, pemeliharaan kesehatan ternak, menangani ternak, mengawinkan ternak, membatu proses kelahiran, mengoperasikan perlatan budidaya, memerah, dll. Pada setiap jenis ternak memerlukan cara pemeliharaan yang khusus. Pemeliharaan pejantan, ternak muda, ternak induk, sapi kering, memerlukan penanganan yang berbeda.

Sebelum memasarkan suatu produk kita perlu menyusun suatu rencana pemasaran yang berisi strategi, taktik, analisa keuangan dan pengendalian pemasaran. Hari Raya Kurban merupakan saat dimana kebutuhan ternak kurban meningkat dengan harga yang tinggi. Saat tersebut membuka peluang yang baik untuk memasarkan ternak kurban.

Sistem pemeliharaan sapi perah dan potong mempunyai potensi ekonomi yang baik. Analisis usaha dilakukan untuk sapi perah. Investasi terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Analisa usaha dilakukan dengan perhitungan analisis laba/rugi, neraca, dan aliran dana (cashflow).

Pemerintah berupaya memberikan dukungan dalam pengembangan agribisnis peternakan melalui perbaikan regulasi, subsidi pembiayaan, inovasi teknologi dan pengembangan SDM.

Penggunaan buku ini sebaiknya dikombinasikan dengan modul yang berisi intrusksi kerja yang jelas. Selamat belajar, semoga sukses.

Penulis

Daftar Isi

Cover
Kata sambutan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 8 Tatalaksana pemeliharaan
1. Tatalaksana Pemeliharaan Sapi Perah
     1.1. Pembesaran Anak
     1.2. Pemberian Susu padaAnak Sapi
     1.3. Pemeliharaan Anak Sapidi Pasture
     1.4. Pemeliharaan KesehatanAnak Sapi
     1.5. Pemotongan Kuku
     1.6. Pemotongan Tanduk(Dehorning
     1.7. Pemberian Marka atauPenandaan(Marking/Branding)
     1.8. Supernumery Teat (Putingyang lebih)
     1.9. Freemartin
     1.10. Pemeliharaan Sapi Dara
     1.11. Pemeliharaan SapiBetina Dewasa
     1.12. Lokasi Pemerahan
     1.13. Peralatan
     1.14. Penanganan/PersiapanSapi Perah
     1.15. Pemerahan Awal
     1.16. Persiapan Puting
     1.17. Pemerahan
     1.18. Pasca Pemerahan
     1.19. Pemeliharaan SapiKering
     1.20. Masa Perkawinan SapiBetina
     1.21. Pemeliharaan Pejantan
     1.22. Faktor-Faktor yangMempengaruhiKualitas, Kuantitas danSusunan Susu
     1.23. Masa Kering(Dry Periode)
     1.24. Efisiensi Reproduksi
     1.25. Peremajaan dan Culling
     1.26. Pemakaian Tenaga Kerja
     1.27. Pemberian Pakan(Feeding)
2. Tatalaksana Penggemukan Sapi Potong
     2.1. Sistem Penggemukan
     2.2. Pemeliharaan SapiPenggemukan
     2.3. Pemberian Pakan danAir Minum
     2.4. Pemilihan danPembelian Sapi Potong
     2.5. Mengamati PenampilanFeedlot
3. Penanganan Ternak
     3.1. Simpul Mati(Tali Sambung)
     3.2. Simpul pangkal(Tali Patok)
     3.3. Simpul leher(Tali Leher)
     3.4. Tali Halter (Tali Muka)
     3.5. Penanganan (handling)Ternak Ruminansia Besar
Bab 9 Pemasaran hasil
1. Konsep Pemasaran
     1.1. Kebutuhan, Keinginandan Permintaan
     1.2. Nilai, Biaya dan Kepuasan
     1.3. Pertukaran dan Transaksi
     1.4. Hubungan dan Jaringan
     1.5. Pasar, Pemasar danPembeli
     1.6. Manajemen Pemasaran
     1.7. Konsep Produksi
2. Konsep Perilaku Konsumen
     2.1. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku
     2.2. Proses Pembelian
     2.3. Perilaku Pembelian
3. Konsep Strategi Bersaing
     3.1. Ancaman Pendatang Baru
     3.2. Persaingan Diantara Pengusaha Yang Ada
     3.3. Tekanan Dari Produk Pengganti
     3.4. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
     3.5. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok
4. Strategi Bersaing Generik Porter
     4.1. Keunggulan BiayaMenyeluruh
     4.2. Diferensiasi
     4.3. Fokus (Nice Market)
5. Pengembangan StrategiBersaing
6. Strategi Pemasaran
     6.1. Segmentasi
     6.2. Memilih Segmen Pasar
     6.3. Differensiasi
     6.4. Penentuan Posisi
7. Taktik Pemasaran
     7.1. Produk
     7.2. Harga
     7.3. Tempat
     7.4. Promosi
     7.5. Bukti Fisik
     7.6. Rancangan
     7.7. Peserta
     7.8. Usaha Eceran
8. Jalur Tata Niaga Ternak
     8.1. Tata Niaga Ternak Potong
     8.2. Tata Niaga Susu
9. Menyusun RencanaPemasaran Sapi Potong
     9.1. Strategi Pemasaran
     9.2. Taktik Pemasaran
     9.3. Aktifitas penunjangPemasaran
     9.4. Pengorganisasian
Bab 10 Analisis kelayakan usaha budidaya ruminansia besar
1. Pengantar
     1.1. Usaha Sapi Perah
     1.2. Usaha Sapi Potong
2. Data Teknis Sapi Perah
     2.1. Induk
     2..2. Pemberian Pakan
     2.3. Perkawinan
     2.4. Produksi Susu
     2.5. Pinjaman Modal
     2.6. Pemerahan
     2.7. Pemeliharaan Pedet
     2.8. Pupuk Kandang
     2.9. Pemeliharaan Induk
3. Biaya Produksi
     3.1. Biaya Tetap
     3.2. Biaya Variabel
     3.3 Total Biaya
4. Perhitungan Pendapatan
     4.1. Pendapatan Tahun 1
     4.2 Pendapatan Tahun Keduasampai Tahun Kelima
     4.3. Pendapatan Tahun 6
5. Akuntasi Keuangan
     5.1. Investasi
     5.2. Perhitungan Laba Rugi
     5.3. Neraca (Balance Sheet)
     5.4. Aliran Dana (Cash Flow)
     5.5. Break Event Point (BEP)
6. Aplikasi Konsep
7. Lembar PemecahanMasalah
Bab 11 Pengembangan agribisnis peternakan
1. Meningkatkan Koordinasi
2. Meningkatkan Kapasitasdan Pemberdayaan SDM
3. Peningkatan Sarana DanPrasarana
4. Peningkatan Inovasi DanDiseminasi
5. Peningkatan Pendidikan