Buku Citra Aditya hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Merentang Waktu, Merawat Cinta

Merentang Waktu, Merawat Cinta

Seri Tulisan Psikolog (Seri Tulips). Seri Tulips pertama bertutur tentang psikologi positif dan relasi personal. Seri Tulips yang kedua merupakan kumpulan tulisannya mengenai psikologi perempuan, khususnya tentang gender dan kekerasan terhadap perempuan. Tujuan Ester menulis buku ini adalah menyebarluaskan pengetahuan psikologi positif dan psikologi perempuan berikut ulasannya tentang hal gender dan kekerasan pada perempuan untuk khalayak lebih luas . Ia ingin psikologi membumi dan tepat guna untuk mengurai persoalan hidup yang biasa kita alami.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Ester Lianawati
Editor: Retno Widiyani

Penerbit: Citra Aditya
ISBN: 9789794910337
Terbit: Februari 2013, 292 Halaman

Ikhtisar

Seri Tulisan Psikolog (Seri Tulips). Seri Tulips pertama bertutur tentang psikologi positif dan relasi personal. Seri Tulips yang kedua merupakan kumpulan tulisannya mengenai psikologi perempuan, khususnya tentang gender dan kekerasan terhadap perempuan. Tujuan Ester menulis buku ini adalah menyebarluaskan pengetahuan psikologi positif dan psikologi perempuan berikut ulasannya tentang hal gender dan kekerasan pada perempuan untuk khalayak lebih luas . Ia ingin psikologi membumi dan tepat guna untuk mengurai persoalan hidup yang biasa kita alami.

Ulasan Editorial

Pada buku ini, ilmu dan pemahaman Ester masuk ke aneka spektrum kehidupan. Soal persahabatan, soal perfeksionisme, ajakan untuk menjadi pemenang, memahami keindahan dan mencari kebahagiaan sejati, sikap toleransi dan penghargaan pada kehidupan, bahkan sampai soal liburan, puasa, dan orgasme. Ester juga menggali masalah hubungan personal lewat bahasan tentang pilihan menikah atau melajang, tentang pemilihan pasangan yang tepat, tentang pengkhianatan dan menyembuhkan diri setelah dikhianati, ajakan untuk merawat cinta, dan sebagainya

Mayong Suryo Laksono

Pendahuluan / Prolog

Pengantar oleh Johana E. Prawitasari, Ph.D.
Di negara maju, pelayanan psikologi ditujukan bagi mereka yang terpelajar dan punya uang untuk membayar apabila ingin memperoleh pelayanan tersebut. Di Indonesia pun demikian adanya. Dalam bukunya, Ester ingin menunjukkan bahwa psikologi tidak perlu semewah itu. la menyebarluaskan bacaannya dan pemahamannya tentang teori, konsep, metode, dan teknik dalam psikologi untuk diterapkan oleh orang biasa. Melalui tanya jawab setelah menguraikan tentang kasus yang ada dengan ulasan psikologisnya, Ester memberikan saran konkret yang sebaiknya dilakukan oleh penanya berdasarkan teori, konsep, metode, ataupun teknik yang telah diacunya. Selain banyak mengutip dari sumber acuan, Ester pun dengan rela berbagi pengalaman pribadinya sesuai dengan kasus yang sedang diulas. Dengan saksama, Ester mengurai kompleksitas pengalaman orang menjadi ulasan yang lebih sederhana sehingga memudahkan penanya dan pembaca memahaminya. Di samping pengalaman pribadi, Ester berbagi pengalaman menangani kasus yang sama. Terlihat di sini bahwa Ester punya berbagai pengalaman dalam memberikan dampingan pada mereka yang membutuhkan pelayanan psikologisnya. Tanpa terjebak berbagai jargon psikologi, Ester menyederhanakan istilah-istilah itu supaya pembaca lebih cepat memahami tulisannya. Meskipun demikian, tetap saja tulisannya tidak dapat menghindari jargon psikologi, yang dianggap telah menjadi istilah populer, seperti ego, id, dan superego atau bagian penting organ perempuan, yang kemungkinan besar perempuan kebanyakan belum tentu tahu letaknya.

Penulis

Ester Lianawati - Ester Lianawati, awalnya bercita-cita men- jadi guru, belakangan tertarik dengan psiko-logi, dan mengambil pendidikan psikologi di Unika Atma Jaya. Setelah lulus sebagai psiko-log pada tahun 2003, ia memadukan kecinta-annya pada psikologi dan pendidikan dengan menjadi dosen di Fakultas Psikologi UKRIDA. Tahun 2006, ia melanjutkan studinya di Prog-ram Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia, yang membuka matanya bahwa untuk da-pat berkembang, psikologi membutuhkan interaksi dengan disiplin ilmu lain. Pengalamannya mendampingi perempuan korban ke-kerasan sejak ia bergabung dengan Yayasan Pulih memantap-kanya untuk memilih hukum sebagai disiplin lain tersebut. "Psi-kologi hukum" pun menjadi topik disertasinya dalam program doktor yang kini sedang ia jalani.

Menulis adalah kesenangannya yang lain, dengan tema psiko-logi positif mewarnai tulisan-tulisannya. Ia percaya bahwa manusia pada dasarnya punya kapasitas untuk bertumbuh, menjadi pribadi yang lebih baik, dan menjalin hubungan yang indah dengan pasangan, teman, dan keluarga. Inilah yang ia pelajari dari mereka yang memercayakannya untuk jadi teman diskusi.

Daftar Isi

Daftar Isi
Bagian Kesatu: Psikologi Positif
     Anda Perfeksionis?
     Are You Must-Urbating
     Bermimpilah Sebab Mimpi Itu Indah
     Berpuasa dan Jadilah Sejahtera
     Dapatkah Bunuh Diri Dicegah?
     Indahnya Sebuah Persahabatan
     Jangan Pernah Berhenti Berharap
     Letakkan Kakimu dalam Sepatuku
     Mari Belajar Menghargai Diri Sendiri
     Mendekonstruksi Orgasme
     Menikmati Senja yang Indah
     Menjadi Pemenang
     Meraih Kebahagiaan Sejati: Bagaimana Caranya?
     Merayakan Kemenangan Ego
     Perubahan? Hadapi dan Nikmati Saja
     Rasakanlah Amarahmu dan Ungkapkanlah
     Stop Serving Your Self
     Ubah Caramu Memandang Dunia
     We All Need Holidays
Bagian Kedua: Relasi Personal
     Are You Playing Games?
     Kita Layak Dicintai dengan Benar
     Memahami Komitmen Perkawinan: Bersama Hingga Ujung Umur
     Menikah atau Melajang: Sebuah Pilihan
     Menjalani Hubungan Pascapengkhianatan
     Merentang Waktu, Merawat Cinta
     Pascapengkhianatan, Maukah Kita Memaafkan?
     Susah Gampangnya Memilih Soutmate
Kumpulan Tulisan

Kutipan

Bagian Kesatu Hal. 24
Victor Hugo pernah mengatakan, "There is nothing like a dream to create a future." lmpian dapat menciptakan masa depan. Karena impian memberi motivasi untuk melakukan apa pun yang dapat membuat impian itu terwujud. Terlebih lagi, impian dapat menjaga agar motivasi itu tetap ada. Orang yang terus mengacu pada impiannya tidak akan kehilangan motivasi. Saat ia putus asa dengan kegagalan yang ada, impian dapat mengembalikan motivasinya. Hal ini disebabkan impian memberi ha rapan. Harapan dapat membuat kita yakin bahwa kita akan menemukan ja· lan untuk mencapai apa yang diimpikan.

Bagian Kesatu Hal. 91
Pandangan ini sangat tepat jika diterapkan pada kasus Wesley, yang harga dirinya seketika meningkat begitu ia berhasil menguasai ilmu tembak-menembak. Tentu kita tidak perlu pandai berbaku tembak untuk dapat menghargai diri kita. Akan tetapi, kita dapat belajar dari film Wanted ini bahwa untuk dapat menumbuhkan penghargaan diri positif pada seseorang yang rendah diri akibat sering mengalami kegagalan adalah dengan memberinya kesempatan untuk dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Dalam hal ini benar perkataan Thomas Carlyle-penulis esai dan satir terkenal dari Skotlandia- bahwa:

"Nothing builds self-esteem and self-confidence like accomplishment."

Bagian Kesatu Hal. 106
Dalam hal ini mungkin kita perlu mencermati kata-kata bijak dari Logan Pearsall Smith --penulis terkenal dari Amerika-- bahwa :

"Masa muda adalah masa petualangan tubuh, tetapi masa tua adalah kemenangan jiwa/ pikiran."

"(Youth is the time for adventures of the body, but age for the triumphs of the mind)"