Buku Deepublish hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Daya Tarik Wisata Museum Sejarah dan Perkembangannya di Ubud Bali

Daya Tarik Wisata Museum Sejarah dan Perkembangannya di Ubud Bali

Sejarah Daya tarik wisata pada awal perkembangan pariwisata di Indonesia adalah untuk mengistilahkan objek wisata, namun setelah Peraturan Pemerintah (PP) pada tahun 2009 diterbitkan, kata objek wisata selanjutnya tidak digunakan lagi untuk menyebut kata objek wisata yang merupakan suatu daerah tujuan para wisatawan. Untuk memahami pengertian dan makna dari kata daya tarik wisata tersebut, berikut dijabarkan pengertian daya tarik wisata dari beberapa sumber berikut ini: Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009, daya tarik wisata bisa dijelaskan sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan, dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan.

Dinamika daya tarik wisata telah berubah dengan cepat khususnya pada pariwisata budaya yang menjadikan museum sebagai daya tarik. Museum sebagai daya tarik wisata diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Indikator keberlanjutan daya tarik wisata berupa museum dapat diukur oleh pertumbuhan positif pengunjung yang datang ke sebuah museum. Usaha mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan berkaitan erat dengan tercapainya harapan para pengunjung terhadap berbagai faktor yang dipertimbangkan oleh para pengunjung terhadap museum sebagai daya tarik wisata budaya. Berikut dipaparkan beberapa penelitian yang berkaitan erat dengan museum, baik yang ada di luar negeri maupun di dalam negeri.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.M.A., M.A

Penerbit: Deepublish
ISBN: 9786024538408
Terbit: Maret 2018, 375 Halaman

Ikhtisar

Sejarah Daya tarik wisata pada awal perkembangan pariwisata di Indonesia adalah untuk mengistilahkan objek wisata, namun setelah Peraturan Pemerintah (PP) pada tahun 2009 diterbitkan, kata objek wisata selanjutnya tidak digunakan lagi untuk menyebut kata objek wisata yang merupakan suatu daerah tujuan para wisatawan. Untuk memahami pengertian dan makna dari kata daya tarik wisata tersebut, berikut dijabarkan pengertian daya tarik wisata dari beberapa sumber berikut ini: Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009, daya tarik wisata bisa dijelaskan sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan, dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan.

Dinamika daya tarik wisata telah berubah dengan cepat khususnya pada pariwisata budaya yang menjadikan museum sebagai daya tarik. Museum sebagai daya tarik wisata diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Indikator keberlanjutan daya tarik wisata berupa museum dapat diukur oleh pertumbuhan positif pengunjung yang datang ke sebuah museum. Usaha mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan berkaitan erat dengan tercapainya harapan para pengunjung terhadap berbagai faktor yang dipertimbangkan oleh para pengunjung terhadap museum sebagai daya tarik wisata budaya. Berikut dipaparkan beberapa penelitian yang berkaitan erat dengan museum, baik yang ada di luar negeri maupun di dalam negeri.

Pendahuluan / Prolog

Daya Tarik Wisata Museum Sejarah dan Perkembangannya di Ubud Bali
Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan dan mengusahakan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang pariwisata. Pariwisata adalah salah satu mesin penggerak perekonomian dunia yang terbukti mampu memberikan kontribusi terhadap kemakmuran sebuah negara. Pembangunan pariwisata mampu menggairahkan aktivitas bisnis untuk menghasilkan manfaat sosial. budaya, dan ekonomi yang signifikan bagi suatu negara. Ketika pariwisata direncanakan dengan baik, mestinya akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada sebuah destinasi. Keberhasilan pariwisata terlihat dari penerimaan pemerintah dari sektor pariwisata dapat mendorong sektor lainnya untuk berkembang.

Keberhasilan yang paling mudah untuk diamati adalah bertambahnya jumlah kedatangan wisatawan dari periode ke periode. Pertambahan jumlah wisatawan dapat terwujud jika wisatawan yang telah berkunjung puas terhadap destinasi dengan berbagai atribut yang ditawarkan oleh pengelolanya. Wisatawan yang puas akan cenderung menjadi loyal untuk mengulang liburannya dimasa mendatang, dan memungkinkan mereka merekomen teman-teman, dan kerabatnya untuk berlibur ke tempat yang sama. Fenomena yang terjadi pada trend pariwisata, khususnya di dunia saat ini adalah pesatnya pertumbuhan wisata rohani atau spiritual.

Penulis

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.M.A., M.A - Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.M.A., M.A. Lahir di Negara, 10 Oktober 1970. Menamatkan Pendidikan Program doktor (Dr) bidang pariwisata di Universitas Udayana Bali pada tahun 2014. Menamatkan Pendidikan Master Agribisnis (M.MA) di Universitas Udayana pada tahun 2005. Pada tahun 2006 mendapat kesempatan melanjutkan studi ke negeri Belanda untuk mempelajari bidang pariwisata (MA) dan tamat pada tahun 2007. Program Sarjana Ekonomi diselesaikan pada tahun 2001 di Universitas Mahasaraswati, Denpasar. Saat ini bekerja sebagai dosen tetap di Universitas Dhyana Pura Bali. Adapun buku yang pernah ditulisnya adalah 1) Pemasaran Pariwisata (2017), 2)Agrowisata Sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia (2015), 3) Agrotourism as an Alternative form of tourism in Bali Indonesia (2014), 4) Pengantar Industri Pariwisata (2014), dan 5) Metodologi Penelitian Pariwisata dan Perhotelan (2012).

Daftar Isi

PRAKATA
DAFTAR ISI
BAB 1~
BAB 2~
BAB 3~
BAB 4~
BAB 5~
BAB 6~
BAB 7~
BAB 8~
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PARA PENULIS
GLOSARIUM
INDEX