Remote office

Majalah Eksekutif - Edisi 458
8 Januari 2018

Majalah Eksekutif - Edisi 458

Sebagaimana kita baca pada media cetak akhir-akhir ini terdapat wacana dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), agar pegawai wanita yang bekerja dan memiliki anak diberikan kebijaksanaan untuk pulang lebih cepat 2 jam.

Eksekutif
Sebagaimana kita baca pada media cetak akhir-akhir ini terdapat wacana dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), agar pegawai wanita yang bekerja dan memiliki anak diberikan kebijaksanaan untuk pulang lebih cepat 2 jam. Wacana ini menuai pro dan kontra dari masyarakat, mulai dari isu hambatan karir sampai dengan isu diskriminasi diantara pegawai pria dan wanita.

Sementara wacana tersebut digodok oleh pemerintah dan instansi- instansi terkait. Menurut saya, terdapat satu alternatif solusi yang dapat diterapkan atas “dilema” yang dialami pegawai wanita tersebut, yaitu dengan menerapkan konsep “bekerja dari jauh” (remote office - RO).

Banyak perusahaan yang menerapkan konsep RO, tetapi pada umumnya berlaku bagi pegawai yang sifat pekerjaannya bersifat individual dan berhubungan dengan pihak klien/customer eksternal, misalnya konsultan, marketer, sales force. Tetapi untuk pekerjaan ”back office” tampaknya belum banyak perusahaan menerapkan konsep seperti ini.

Pengertian dari pekerjaan back office pada intinya adalah pekerjaan yang bersifat non operasional, dapat diselesaikan secara mandiri oleh masing-masing pegawai. Jenis pekerjaan ini lebih banyak melakukan perencanaan, analisa, atau membuat sistem.

Pegawai back office dapat melakukan atau menyelesaikan pekerjaannya dalam usaha mencapai suatu target tertentu secara mandiri/independen dengan menggunakan kecanggihan teknologi internet atau alat komunikasi lainnya untuk berkoordinasi dan berkomunikasi sehari-hari. Misalnya, pegawai yang melakukan pekerjaan terkait dengan corporate planning, legal, audit, dsb.

Konsep RO selain sebagai salah satu solusi atas masalah jam kerja, juga memiliki benefit dari sisi efisiensi biaya dan membentuk budaya kerja pegawai. Dengan kata lain, seperti kata pepatah “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui”.

Majalah Eksekutif dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI