Sisi lain Pontjo Sutowo, pemilik hotel sultan

Majalah Eksekutif - Edisi 471
27 Juni 2019

Majalah Eksekutif - Edisi 471

Pontjo Sutowo

Eksekutif
Mertua Dian Sastrowardoyo ini adalah putera Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina. Ibnu Sutowo adalah mantan tokoh militer Indonesia yang ikut mengembangkan Permina, perusahaan minyak negara sebelum berubah nama menjadi Pertamina.

Ibnu Sutowo juga pernah menjadi Menteri ESDM di penghujung rezim Soekarno (28 Maret 1966 s.d. 25 Juli 1966). Di tahun 1957, A.H. Nasution (saat itu KSAD) menunjuk Sutowo untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina).

“Saya enggak kerja di Pertamina yang istilahnya, sudah ada perusahaannya sudah jadi. Hampir semua perusahaan saya, saya bikin sendiri. Saya rintis sendiri, saya bangun,” ujar pria yang bernama lengkap Pontjo Nugro Susilo. “Ayah saya itu, memberi dua warisan yang buat saya sangat berharga.

Pertama, logika berpikir. Beliau jauh lebih hebat dari saya,” bekas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menjelaskan. “Ayah bisa bikin Pertamina tanpa pemerintah memberi modal. Tetapi dia bisa membiayai 70 persen dari APBN.

Kalau logikanya nggak pintar, enggak mungkin hal itu terjadi pada saat ini,” ujar suami Wenny, yang dikaruniai empat anak ini memaparkan. “Kalau saya merenung, kalau dia mengajarkan logika berpikir, bukan tidak ada kekayaan, ada, tetapi logika berpikir luar biasa. Sangat cerdas,” paparnya.

Kedua, warisan beliau, karena dia banyak berbuat bagi orang lain. “Ini membuat saya menjadi lebih mudah. Oh dia anak orang baik. Kalau saya anak orang jahat, mungkin lebih susah buat saya. Kalau dari segi materi, relatif,” demikian Pontjo mengenang.

Majalah Eksekutif dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI