Nabung dulu, baru belanjakan sisanya

Majalah Housing Estate - Edisi 181
10 September 2019

Majalah Housing Estate - Edisi 181

Property Expo BTN July2019 / Foto : Susilo

Housing Estate
Rumah adalah pengeluaran pribadi terbesar seseorang selama hidup. Rumah juga investasi sekaligus legasi dan gengsi. Sebab itu harus jadi prioritas dan wajar perlu upaya ekstra untuk mendapatkannya. Orang harus melihat sekian banyak rumah, memilih dan mengerucutkannya jadi beberapa sesuai kriteria, sebelum membeli salah satunya. Karena menjadi pengeluaran terbesar dan perlu usaha ekstra, membeli rumah harus direncanakan dengan seksama termasuk menabung uang mukanya.

Gaya hidup sering jadi kendala kita disiplin menabung. Kita jadi sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang bila tidak terpenuhi bisa mengganggu kelangsungan hidup. Sedangkan keinginan adalah hasrat yang jika tak terpenuhi tidak akan merusak hidup kita. Gadget mungkin sudah jadi kebutuhan orang saat ini, selain pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal. Tapi, gadget yang harus selalu nge-tren, dan kongkow atau traveling ke tempat-tempat favorit adalah keinginan, bukan kebutuhan.

Kalau hasrat lebih didahulukan, kita tidak akan pernah bisa menabung. Bila tidak disiplin menabung, punya rumah hanya tinggal mimpi. Untuk itu strategi menabung perlu diubah. Kalau biasanya kita menabung sisa pendapatan setiap bulan, kini dibalik. Menabung dulu, misalnya 10–20 persen dari penghasilan, baru menggunakan sisanya untuk pengeluaran bulanan.

Agar disiplin melakukannya, produk tabungan rumah atau tabungan berjangka yang ditawarkan bank bisa jadi solusi. Dengan produk itu, sekian persen dari gaji per bulan langsung didebit ke tabungan. Jadi, depe rumah pun cepat tersedia. Di antara bank yang menyediakan produk itu adalah Bank Permata, Bank Artha Graha, HSBC, Hana Bank, dan Bank BTN.

Majalah Housing Estate dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI